Home / Headline / Disdik Didesak Usut Dugaan Ijazah Palsu Mawardi Yahya

Disdik Didesak Usut Dugaan Ijazah Palsu Mawardi Yahya

Tim dari Komite Pimpinan Pusat Gabungan LSM Indonesia Sumatera Selatan melakukan audiensi bersama Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo di ruang rapat Disdik Sumsel, Kamis (17/5). BP/SUGI

Palembang, BP–Rombongan tim Komite Pimpinan Pusat Gabungan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indonesia Sumatera Selatan secara tiba-tiba mendatangi Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (17/5).

Belasan masyarakat yang mendesak Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo, MPd, untuk mengusut dugaan ijazah palsu Mawardi Yahya yang merupakan salah satu pasangan calon Wakil Gubernur Sumsel. Pasalnya, menurut mereka banyak temuan dan kejanggalan yang mengarah bahwa ijazah YP Pertambangan Sumsel yang dimiliki Mawardi Yahya asli tapi palsu (Aspal).

“Dengan dugaan ijazah Aspal dengan No STTB VI CM Nomor 1489 tahun 1977 yang dimiliki Calon Wakil Gubernur Sumatera Selatan berinisial MY agar diverifikasi ke Forensik Polda Sumsel,” ujar Koordinator Komite Pimpinan Pusat Gabungan LSM Indonesia Sumatera Selatan Muhammad Soleh saat diterima audiensi di ruang rapat Disdik Sumsel.

Baca:  Disdik Kantongi Hasil Forensik Dugaan Ijazah Palsu Mawari Yahya

Menurut dia, jika Dinas Pendidikan Sumatera Selatan tidak sungguh-sungguh menindaklanjuti audiensi ini, maka mereka akan datang dengan massa lebih banyak sampai kebenaran ini terungkap.

“Karena kami berhak mendapat pimpinan yang bukan abal-abal,” tegasnya.

Senada dengan itu juga disampaikan Ketua Serikat Pelajar Muslimin Indonesia Sumsel Ismul Alkabir, bahwa banyak kejanggalan pada ijazah MY yang membuat mereka yakin bahwa ijazah tersebur asli atau palsu.

“Jadi pada lampiran nilai ijazah MY itu tidak ada namanya sementara 21 teman lainnya ada namanya. Belum lagi soal ada dugaan penggantian nama dalam ijazah dengan nama siswa lainnya,” terang dia.

Baca:  Disdik Bakal Verifikasi Dugaan Ijazah Palsu Mawardi Yahya

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Drs Widodo didampingi para Kabid menyatakan bahwa sah-sah saja jika ada masyarakat yang ingin menanyakan sesuatu berkenaan apapun soal pendidikan di Sumsel. Menurutnya, tugas institusi melayani publik termasuk ada yang ingin bertanya, audiensi dan lainnya.

“Termasuk jika akan demo karena memang dilindungi undang-undang,” jelasnya.

Terkait dugaan ijazah palsu MY dari YP Pertambangan Sumsel yang disampaikan Kordinator Komite Pimpinan Pusat Gabungan LSM Indonesia Sumatera Selatan menurutnya bukan wewenangnya untuk mengatakan iya atau tidak. Namun demikian, jika diperlukan dirinya siap kapanpun diminta oleh kepolisian untuk membantu memverifikasi kebenarannya. Karena yang menentukan benar atau tidaknya adalah hasil forensil dari kepolisian.

Baca:  Disdik Kantongi Hasil Forensik Dugaan Ijazah Palsu Mawari Yahya

“Semua kemungkinan bisa terjadi. Tapi tentu kita tidak bisa menebak karena yang menentukan adalah forensik. Oleh karena itu, untuk menjawab semua itu apabila diperlukan untuk kebutuhan forensik kami siap membantu,” terang Widodo.

Menurutnya, pada tahun 1977 Widodo mengaku masih mengenyam pendidikan di Yogyakarta. Namun demikian, dalam arsip Dinas Pendidikan Sumsel memiliki buku induk yang kemungkinan bisa membantu langkah kepolisian untuk proses forensik.

“Karena kepolisian punya kapasitas itu, mulai dari mencari teman-temannya, data pendukung dan lainnya,” terangnya.

Atas dugaan ini, Widodo mengimbau agar masyarakat yang ketika itu menjadi teman sekolahnya di YP Pertambangan yang saat ini sudah tutup sekolahnya untuk membantu memperjelas dugaan tersebut. Agar masyarakat tidak dibuat bertanya-tanya soal dugaan ijazah palsu milik Mawardi Yahya.#sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kemajuan Sumsel Mengulang Kejayaan Sriwijaya

Palembang, BP Menteri Dalam Negeri Tjahjo memastikan , kemajuan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengulang kejayaan masa kerajaan Sriwijaya dalam 72 ...