Home / Sumsel / Ogan Ilir / Rumah Pintar KPU OI Diduga Tinggal Nama

Rumah Pintar KPU OI Diduga Tinggal Nama

Inderalaya, BP — Miris, rumah pintar yang dimiliki KPU Ogan Ilir (OI), diduga hanya tinggal nama, pasalnya bangunan eks Kantor Pertanian Pemkab OI tersebut terbengkalai, bahkan 4 ruangan yang ada di dalamnya terkunci.

Pantauan BeritaPagi, eks bangunan Dinas Pertanian tersebut dibagi dua menjadi Kantor Baznas dan rumah pintar KPU OI, pada saat masuk dalam bangunan tersebut hanya terlihat banner bertuliskan rumah pintar pemilu, piagam yang dimuat dalam bingkai dan sebagainya. Pengunjung tak ada bahkan ruangan pun lebih banyak terkunci. Padahal Bupati Ogan Ilir (OI) H Ilyas Panji Alam pada Oktober tahun lalu sudah meresmikan Rumah Pintar KPU yang terletak di KM 35 Inderalaya eks Kantor Pertanian dan Kehutanan OI, sayangnya bangunan tersebut terkesan terabaikan. Bahkan peresmian tersebut dilakukan dengan cara menggunting pita bahkan dihadiri Anggota Komisioner KPU Sumsel Ahmad Nafi SH M.Kn

Baca:  3 Orang Anggota KPK Datangi Inspektorat OI, Bahas Gratifikasi

Salah satu siswa SMA Inderalaya Yanti mengatakan miris jika rumah pintar tersebut hanya tinggal nama. Padahal rumah pintar adalah bak perpustakaan KPU OI, berisi informasi mengenai kaitan sejarah pemilu dari tahun 2004-2016, meliputi bagaimana proses pemungutan suara, data yang berkaitan dengan data pemilih, hasil, audio visual, ruang diskusi, simulasi pemungutan, penghitungan suara, gambar peserta pilkada, perpustakaan berkaitan pemilu, galeri dan sejarah Pemilukada di Bumi Caram Seguguk.

“Kalau awal dibuat bagus rumah pintarnya, sekarang seperti kurang terawatlah. Sayang kalau tidak dipelihara apalagi kalau sampai terbengkalai. Harusnya jangan ibarat tinggal nama, kurang difungsikan, saat anak didik mau berkunjung malah tidak terawat hanya ada spanduk saja,” jelasnya.

Baca:  Diduga Penggunaan Dana Desa Kasih Raja 2017 Bermasalah

Anggota DPRD OI Suharmawinata mengatakan kalau memang kondisinya rumah pintar kpu bak tinggal nama hal tersebut sangat miris. “mungkin terkait anggaran operasional sehingga diduga pemanfaatan gedung untuk rumah pintar jadi kurang maksimal. Jadi kalau tinggal nama, ya sangat mirislah. Kita berharap hal tersebut dibenahi, kedepan mungkin komisi 1 DPRD akan memanggil para komisioner tersebut untuk dimintai keterangannya apa saja kendalanya,” jelasnya.

Sementara itu Ketua KPU OI Annahrir Sag Msi membantah keras hal tersebut, menurutnya rumah pintar KPU OI berfungsi dengan baik, bahkan sering digunakan untuk rapat.

“Disini ada 4 ruangan terdiri dari ruang display, visual, diskusi dan simulasi. Bahkan di ruang tamu ada banner, spanduk, dan piagam kpu yang ditempel di dinding. Jadi tidak benar rumah pintar KPU tinggal nama, masih berfungsi dengan baik, sosialisasi soal pilkada bisa kita lakukan dengan datang ke sekolah. Tujuan dibukanya rumah pintar agar masyarakat melek demokrasi, sadar demokrasi sejak dini, mengetahui hak politik dan pentingnya mengemukakan pendapat,” ujarnya.

Baca:  Disdukcapil OI Lakukan Sosialisasi GISA Ke Masyarakat

Disinggung soal dana yang digunakan untuk pemeliharaan rumah pintar, ia mengatakan lupa hal tersebut

Ia pun berharap dengan hadirnya rumah pintar di OI maka masyarakat dapat melek demokrasi, selain itu terjadi peningkatan partisipasi pemilih di periode mendatang baik kualitas dan kuantitas. #hen

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sekolah Jurnalistik Desa Diharapkan Cetak Satu Desa Satu Jurnalis

Inderalaya, BP — Pembukaan Sekolah Jurnalistik Desa (SJD) , untuk cetak satu desa satu jurnalistik yang di gagas media cetak, ...