Home / Headline / Masa Kampanye di Bulan Ramadan, Politik Uang Jadi Potensi Pelanggaran

Masa Kampanye di Bulan Ramadan, Politik Uang Jadi Potensi Pelanggaran

BP/IST
Ketua Bawaslu Sumsel Junaidi

Palembang, BP
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan,jika masa kampanye bertepatan di bulan Ramadhan atau puasa, kecenderungan akan terjadi pelanggaran khususnya money politik berpotensi terjadi.
“Pelanggaran kampanye saat bulan Ramadhan sangat besar terjadi,” kata ketua Bawaslu Sumsel A Junaidi, Rabu (16/5).
Menurut Junaidi, potensi pertama yaitu pelanggaran saat buka puasa bersama, antara pasangan calon atau tim sukses paslon dengan masyarakat.
“Buka bareng boleh-boleh saja ,tetapi tidak boleh dilakukan pemberian oleh- oleh atau money politik lainnya. Kita mendukung buber (buka bersama) karena semakin banyak masyarakat terbantu nantinya,” kata Junaidi.
Potensi pelanggaran kedua diungkapkan Junaidi, saat pelaksanaan sholat taraweh bareng, yang dinilainya kadang sebagai ajang kampanye oleh Paslon.
“Itu kemungkinan terjadi, dan kita minta paslon tidak melakukannya, karena bisa masuk ranah pidana pemilu,”  katanya.
Kemudian potensi lainnya, saat pelaksanaan salat Subuh bareng, yang pihaknya menganalisa pelanggaran hampir sama dengan saat sholat taraweh.
“Jadi ada 2 kemungkinan pelanggaran, pertana sebagai ajang kampanye, kedua pemberian apapun bentuk (money politik), yang itu jelas- jelas dilarang, khususnya dilaksanakan di tempat ibadah,” katanya.
Dalam mengantisipasi akan adanya pelanggaran itu, pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke jajaran, untuk melakukan pengawasan terhadap kemungkinan kampanye ditempat ibadah.
“Jelas pengawas akan Standbye, untuk melakukan pengawasan dibeberapa tempat itu (potensi dimanfaatkan paslon untuk kampanye) pasti ada, tapi tidak bisa kami buka sekarang. Jadi dimana paslon berada kami akan pantau,” katanya, seraya pemberian souvenir boleh dilakukan dalam bentuk barang yang harganya tidak boleh lebih dari Rp 25 ribu.
Ditambahkan Junaidi, pihaknya menghimbau kepada paslon yang ada, di bulan puasa ini untuk meningkatkan ibadahnya jika di tempat ibadah, bukan untuk yang lain.
“Kita himbau untuk paslon memanfaatkan bulan Ramadhan ini, untuk meningkatkan ibadahnya bukan untuk ajang kampanye,” katanya.
Dilanjutkan mantan komisioner KPU Pagar Alam ini, potensi pelanggaran sebenarnya disetiap tahapan ada. Namun di bulan Ramadhan dan lebaran potensinya dianggap lebih tinggi.
“Apalagi sudah dekat, akan semakin tinggi, apalagi pasca Ramadhan yang dikemas halal bihalal semakin kencang.
Disetiap tempat bisa dilaksanakan, dan ujung-ujungnya kampanye diluar zona bisa terjadi,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kemajuan Sumsel Mengulang Kejayaan Sriwijaya

Palembang, BP Menteri Dalam Negeri Tjahjo memastikan , kemajuan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengulang kejayaan masa kerajaan Sriwijaya dalam 72 ...