Home / Headline / Waspadai Sel Jamaah Ansharut Daulah di Sumsel

Waspadai Sel Jamaah Ansharut Daulah di Sumsel

Palembang, BP–Terjadinya aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya membuat penjagaan di Mapolda Sumsel dilakukan ekstra ketat.

Belasan anggota polisi berseragam lengkap dengan rompi anti-peluru dan senjata laras panjang terlihat berjaga di gerbang utama Mapolda Sumsel, Senin (14/5).

Sebelumnya, Mapolda Sumsel membuka tiga gerbang yang difungsikan untuk keluar masuk pengunjung. Namun kini, hanya satu gerbang utama yang difungsikan sebagai pintu keluar masuk markas.

Berdasarkan pemantauan, sempat terjadi antrean kendaraan yang hendak memasuki Polda Sumsel. Tiap pengunjung yang mengendarai sepeda motor akan diberhentikan terlebih dahulu, lalu ditanya keperluan dan digeledah barang bawaannya.

Tiap jok sepeda motor dibuka dan mereka diharuskan mendorong kendaraan hingga melewati penjagaan berlapis. Sementara pengunjung berjalan kaki akan diperiksa seluruh barang bawaannya.

Baca:  Bom Meledak di Tiga Gereja di Surabaya

Untuk pengunjung yang mengendarai kendaraan roda empat juga diharuskan turun dari mobil, membuka seluruh pintu, termasuk pintu kap belakang. Pendeteksi logam menyapu seluruh mobil, dan anjing polisi K-9 yang terlatih mengendus ikut diterjunkan memeriksa para pengunjung.

Diketahui sejauh ini Polda Sumsel masih memburu enam orang terduga teroris yang masih berkeliaran. Jika tak segera ditangkap, mereka dikhawatirkan akan menjadi lone wolf, istilah bagi pelaku tunggal teror.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, enam buronan teroris itu kabur dalam penggerebekan sarang teroris di Kabupaten Muaraenim beberapa bulan lalu.

Mereka merupakan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang bermarkas di Jawa Barat. Dalam penggerebekan itu, 13 orang ditangkap dan delapan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca:  PPP Sumsel Kecam Keras Aksi Pemboman Di Surabaya

“Masih ada enam terduga pelaku yang buron. Posisinya tidak diinformasikan, tetapi mereka masih ada,” katanya.

Menurut mantan Kapolda Riau ini, buronan teroris itu tetap diawasi dan akan ditangkap. Sebab, mereka bisa saja merangkul anggota baru dan melakukan aksi teror.

Pengawasan terhadap sel-sel teroris ini di koordinasikan dengan Densus 88 Anti Teror karena memiliki teknologi dalam memonitor pergerakan mereka. “Kami juga harus hati-hati, jangan sampai mereka menjadi lone wolf,” ujarnya.

Saat ini ada sembilan narapidana teroris yang berada di Sumsel. Yakni empat di antaranya sudah dibebaskan dan sudah dilakukan deradikalisasi.

Zulkarnain mengaku, polisi masih berkomunikasi baik dengan mereka dan memantau secara tidak langsung keseharian mereka.

Baca:  FPK Sumsel Kecam Pengeboman di Surabaya

“Untuk pengamanan selain di markas komando, seluruh jajaran juga melakukan patroli di tempat-tempat strategis. Kami juga berkoordinasi dengan Kodam II/Sriwijaya untuk pengamanan,” paparnya.

Sementara itu, Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono menambahkan, meski pihaknya meningkatkan kesiapsiagaan, menurutnya situasi Palembang masih kondusif.

Pihaknya menambah jumlah personel untuk melakukan penjagaan di markas serta personel untuk patroli di lokasi-lokasi yang dirasa perlu penambahan penjagaan.

“Saya imbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh berita yang tersebar di media sosial. Polri sudah melakukan upaya antisipasi dan pencegahan untuk memberikan jaminan keamanan di Palembang,” jelasnya. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dongkrak Harga Jual Karet Melalui Inovasi Aspal Karet

Sekayu, BP–Harga karet berfluktuatif, sangat bergantung pada kondisi pasar internasional. Untuk mendapatkan harga jual yang bagus, perlu sentuhan inovasi. Salah ...