Home / Headline / Sosialisasi Pilgub di Kampung Nelayan Sungsang, KPU Sumsel Ukir Sejarah Baru

Sosialisasi Pilgub di Kampung Nelayan Sungsang, KPU Sumsel Ukir Sejarah Baru

BP/IST
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menggelar sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel di perkampungan nelayan Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Sabtu (12/5).

Palembang, BP

Guna mengingatkan masyarakat pentingnya menyalurkan hak pilih, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumsel menggelar sosialisasi pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumsel di perkampungan nelayan Sungsang, Kecamatan Banyuasin II, Sabtu (12/5).

Ratusan warga nelayan Sungsang terlihat sangat antusias menyambut kedatangan tim sosialisasi dari KPU Sumsel. Mereka rela puasa melaut pada hari itu dan meninggalkan dagangan demi mendapatkan pendidikan pemilih dari KPU Sumsel.

“Sepanjang berdiri nya kabupten Banyuasin, ini adalah kali pertama daerah kami dikunjungi tim sosialisasi KPU. Ini merupakan surprise dan catatan sejarah buat kami warga perairan Sungsang,” ujar camat Sungsang Sofian Permana.

Dia juga berharap agar sosialisasi pentingnya pemilu tidak dilakukan sekali ini saja. Karena, masih banyak warga yang butuh pemahaman Pemilu, apalagi dijelaskan oleh ahlinya langsung. “Kami harap sosialisasi yang dilakukan bukan lah yang pertama dan terakhir, kami masih sangat butuh bimbingan untuk meluruskan paradigma masyarakat akan pentingnya menyalurkan hak pilih,” katanya.

Baca:  Gelar Harlah PPP Ke 45, Agus Ajak pengurus Dan Kader PPP Di Sumsel Lakukan Koreksi

Dalam sosialisasi tersebut, Komisioner KPU Sumsel divisi SDM dan Parmas Ahmad Naafi bersama komisioner divisi teknis Liza Lizuarni mengenalkan empat pasangan calon gubernur yang akan bertarung di Pilkada Sumsel. Mereka juga menjelaskan tahapan-tahapan pemilu, syarat menjadi pemilih dan bagaimana bersikap cerdas dalam memilih pemimpin.

Ahmad Naafi menjelaskan, berpartisipasi dalam Pemilu sangat penting, karana 5 menit di TPS menentukan nasib daerah lima tahun ke depan. Pilkada ini penting karena
menyangkut cita-cita semua untuk maju, masyarakat diberi kebebasan memilih pemimpin yang mempunyai visi dan misi sesuai dengan keinginan masyarakat.

“Mulai dari sekarang, sosialisasikan hal ini pada keluarga, kerabat dan tetangga, luangkan waktu pada 27 Juni mendatang, datang ke TPS salurkan pilihan,” katanya.

Dia melanjutkan, ada beberapa hal yang mesti dilakukan dalam pemilu, pertama pastikan sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, kemudian kenali calon-calonnya, di sini ada Herman Deru-Mawardi Yahya, Saifuddin Aswari Rifai-Irwansyah, Ishak Mekki-Yudha Pratomo serta Dodi Reza-Giri Ramanda, lihat dan pelajari visi program mereka.
Selanjutnya, luangkan waktu datang ke TPS, pastikan nama sudah terdaftar, pahami syarat sah pencoblosan dan turut berpartisipasi aktif pasca pemilihan.

Baca:  Gubernur Sampaikan Tanggapan dan Jawaban Enam Raperda DPRD Sumsel

“Berbeda pilihan itu biasa, tapi kerukunan tetap dijaga. Siapapun yang kemudian ditetapkan sebagai pemimpin itulah yang terbaik pilihan rakyat,” katanya.

Dia juga mengingatkan warga agar tidak terlibat dalam kecurangan pilkada, jangan coba-coba mencoblos dua kali di TPS yang sama atau TPS berbeda, jangan juga mengarahkan orang yang tidak memiliki hak pilih melakukan pencoblosan. Akibatnya fatal, bisa dikenakan kurungan penjara dan denda ratusan juta.
“KPU berupaya transparan, independent dan akuntabel dalam menyelenggarakan Pemilu, instansi terkait seperti Panwas dan Kepolisian juga terlibat aktif. Kita tidak ingin ada konflik Pemilu di Banyuasin. Peran warga sangat diaharapkan dalan menciptakan Pemilu yang aman dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu Komisioner Devisi Teknis Liza Lizuarni menambahkan, hanya dalam Pemilu suara masyarakat setara dengan sara bupati, gubernur bahkan presiden sekalipun. Semuanya memiliki hak yang sama untuk menentukan pilihan. Ini adalah kesempatan bagi semua warga dalam menentukan seperti apa pembangunan daerah kedepan.

“Memilih bukan sekedar hak setiap masyarakat, tapi juga tanggung jawab dalam memajukan daerah.
Sumsel butuh bantuan seluruh warga untuk memilihkan pemimpin yang terbaik,” katanya.

Baca:  Jalan Menuju Kebun Raya Ditutup

Untuk itu, masyarakat dituntut menjadi pemilih yang cerdas agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas. “Karena hanya pemilih yang cerdas yang tahu apa alasan dia memilih, tahu siapa yang akan dipilih dan tahu bagaimana cara nya memilih,” katanya.

Dengan sosialisasi ini diharapkan, partisipasi pemilih khususnya di wilayah perkampungan nelayan meningkat dari sebelumnya. “Catat tanggal nya 27 Juni 2018, siapkanlah dari awal, luangkan waktu menyalurkan pilihan, demi Sumsel lebih baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, juga digelar tanya jawab antara warga dengan pemateri. Dilanjutkan dengan kuis dan bagi-bagi souvenir KPU Sumsel.

Di luar acara, komisioner KPU Sumsel dan Sekretaris KPU Sumsel Sumarwan juga menyempatkan diri mendatangi rumah-rumah warga. Memastikan warga sudah tahu kalau 27 Juni 2018 adalah hari pencoblosan.
“Alhamdulillah, meski lokasinya cukup jauh dari pusat kota, tapi antusias warga untuk berpartisipasi dalam pemilu sangat tinggi,” kata Sumarwan.

Tinggal lagi digencarkan sosialisasi berjenjang, mereka yang sudah mendapat sosialisasi agar menularkan pengetahuannya pada yang lain dan sererusnya. “Melihat antusias warga, kami yakin partisipasi pemilih di Sungsang akan meningkat,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Nilai Hutang Pemprov Sumsel Turun Hingga Sebesar Rp.464, 317 Miliar

Palembang, BP Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Ishak Mekki memberikan jawaban terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sumsel atas penjelasan ...