Home / Headline / Jalankan ‘Tuyul’, 4 Sopir Taksi Online Diadili

Jalankan ‘Tuyul’, 4 Sopir Taksi Online Diadili

Empat sopir taksi online menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (14/5). BP/HARIS

Palembang, BP–Melakukan pesanan fiktif atau tuyul membuat empat sopir taksi online dihadapkan ke persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (14/5).

Atas perbuatan tersebut, keempat terdakwa yakni Ricardo, Fredy Komala, Yonathan alias Yoyon dan Welly Gunawan dijerat dengan pasal berlapis oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ursula Dewi.

Dalam dakwaan JPU disebutkan, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 30 ayat (2) Jo Pasal 46 ayat (2) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian dalam dakwaan kedua para terdakwa dijerat dengan Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) Undang-undang Nomor 11 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca:  Sopir Angkot Serbu Pemprov, Minta Tutup Taksi 'Online'

Dari data yang diperoleh tindak pidana yang dilakukan keempat terdakwa ditangkap anggota Satuan Intelkam Polresta Palembang di Jalan Dempo Dalam, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I Palembang, pada 10 Februari lalu.

Berawal ketika aparat kepolisian mendapat informasi dari masyarakat tentang adanya pemesanan transportasi online (Grab) secara fiktif dengan istilah tembak orderan atau tuyul menggunakan Toyota Calya BG 1834 NO.

Setelah mendapat informasi tersebut, lalu aparat kepolisian mengikuti kendaraan tersebut menuju daerah MDP Jalan Dempo Dalam.

Ketika mobil tersebut hendak dihentikan, sopir mobil berusaha menghindar namun akhirnya dapat diamankan dan didapati di dalam mobil ada empat orang yakni para terdakwa.

Baca:  Wilayah Operasional Taksi ‘Online’ di Palembang Segera Dipetakan

Setelah diamankan, petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bukti perangkat elektronik berupa ponsel dan notebook, kartu perdana, data identitas sopir serta surat kendaraan.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, para terdakwa juga mengakui bawa mereka melakukan perbuatan melanggar hukum tersebut dengan cara membuat akun pengemudi dan akun penumpang dengan cara mengunduh aplikasi Multiple Account (aplikasi pembuatan akun penumpang) dan KUDO (aplikasi pembuatan akun driver).

Setelah akun dibuat, kemudian para terdakwa dengan menggunakan mobil Toyota Calya melakukan pengambilan penumpang secara fiktif dengan cara menembak.

Driver pengguna meminta pemilik akun yang memiliki akun palsu/data akun tidak sesuai dengan sebenarnya, untuk melakukan pemesanan yang ingin ditujukan ke driver pengguna yang meminta.

Baca:  Pemko Lamban, Seharusnya Keluarkan Perda atau Perwali

Setelah pesanan diterima lalu driver pengguna menjalankan mobil sesuai tujuan yang ditentukan pemilik akun tetapi mobil tersebut berjalan tanpa adanya penumpang dan setelah sampai di tujuan pemesan fiktif memberikan poin.

Tujuannya jika poin sudah terkumpul sesuai dengan ketentuan maka driver pengguna akan mendapat bonus tambahan dari perusahaan Grab dan hal itu mereka lakukan secara bergantian.

Apabila kedapatan akun driver yang mereka pakai akan diputuskan dalam hubungan mitra, maka para terdakwa membuat akun driver baru dengan memasukkan data palsu, seperti SKCK yang telah di edit untuk mengubah identitas yang sebelumnya data tersebut diberikan orang yang memesan akun tersebut.
Usai jaksa membacakan surat dakwaan, majelis hakim yang diketuai Efrata Happy Tarigan menunda sudah dan kembali akan dilanjutkan pekan depan dengan pemeriksaan saksi-saksi. #ris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kemajuan Sumsel Mengulang Kejayaan Sriwijaya

Palembang, BP Menteri Dalam Negeri Tjahjo memastikan , kemajuan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengulang kejayaan masa kerajaan Sriwijaya dalam 72 ...