Home / Headline / Efek Bom Surabaya, Gereja Palembang Waspada

Efek Bom Surabaya, Gereja Palembang Waspada

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memantau langsung kondisi beberapa gereja di Palembang, salah satunya Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, di Jalan Jenderal Sudirman. BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Aksi bom bunuh diri di tiga lokasi di Surabaya, Jawa Timur berdampak ke daerah lain, termasuk Polda Metro Jaya yang mengeluarkan pernyataan siaga satu mengantisipasi serangan teror lanjutan.

Begitu juga dengan Polda Sumsel yang meningkatkan penjagaan dan pengamanan, khususnya di tempat-tempat ibadah.

Bahkan Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memantau langsung kondisi beberapa gereja di Palembang, salah satunya Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, di Jalan Jenderal Sudirman, Palembang.

Kapolda mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan Densus 88 Antiteror terkait kericuhan narapidana teroris di Mako Brimob Kelapa Dua dan bom bunuh diri di Surabaya.

Baca:  2 Terduga Teroris Mako Brimob Dibekuk di Palembang

“Kekuatan 6.990 personel Polda Sumsel seluruhnya dikerahkan untuk meningkatkan keamanan dan penjagaan,” ujar Sumsel Irjen Pol Zulkarnain, Minggu (13/5).

Dirinya menjelaskan, sudah merupakan tanggung jawab kepolisian mengamankan ancaman luar biasa seperti teror bom. Namun ia meminta kerja sama petugas keamanan gereja dan jemaah untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Pasang CCTV, tingkatkan kewaspadaan. Penempatan anggota polisi pun ditambah. Kita bersama harus berani. Waspada, tapi tidak takut,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, sejak kejadian di Mako Brimob, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan. Serta meningkatkan pengamanan di mal, tempat ibadah dan markas komando.

“Kami tidak menetapkan siaga satu, tapi kegiatan polisinya ditingkatkan. Tiap markas polisi, mulai dari Mapolsek, Polres, hingga Polda. Lalu asrama-asrama polisi dan area publik seperti mal dan tempat ibadah pengamanan nya ditingkatkan,” paparnya.

Baca:  PPP Sumsel Kecam Keras Aksi Pemboman Di Surabaya

Pengungkapan sarang teroris di Muaraenim beberapa waktu lalu, menurutnya cukup mengungkap adanya sel teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berkembang di wilayah Sumsel.

Meski delapan orang sudah menjadi terdakwa yang telah menjalani persidangan di Jakarta, namun diketahui masih ada tiga orang terduga teroris yang buron dan merupakan bagian dari sel jaringan tersebut.

“Kami berkoordinasi dengan Densus 88 untuk penanggulangannya. Posisi ketiga buronan terduga teroris itu juga terus dipantau Densus, meski tidak tiap waktu diinformasikan kepada kami (Polda Sumsel-red). Jangan sampai mereka bergerak sendiri dan jadi lone wolf,” tandasnya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Slamet Widodo menambahkan, semua penjagaan dan pengamanan ditingkatkan. Khususnya di tempat ibadah seperti gereja.

Baca:  Waspadai Sel Jamaah Ansharut Daulah di Sumsel

“Penjagaan ditingkatkan, kami pun melakukan patroli bersama TNI. Serta mem fungsikan CCTV di tempat-tempat strategis,” ujarnya.

Slamet mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah mempercayai berita simpang-siur yang tidak jelas kebenarannya, serta tidak menyebarkan foto dari lokasi pemboman.

“Tujuan teroris adalah untuk menebar teror. Dengan menyebarkan foto-foto di lokasi kejadian, tujuan teroris itu tercapai. Jadi tahan diri untuk tidak membagikan foto-foto tersebut,” imbaunya.

Di hari yang sama, unsur TNI dan Kepolisian RI bersama masyarakat Kota Palembang menandatangani petisi dukungan untuk pemberantasan aksi terorisme di Indonesia.

Dalam penandatanganan petisi dukungan di Jalan Kapten A Rivai, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara dan Pangdam II Kodam Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto memulai penandatangan diatas spanduk sebagai tanda melawan terorisme. #idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sedulur Jokowi Sumsel In-Action

/// Spanduk dukungan Presiden Jokowi di Sepanjang Jalan Bandara Menuju JSC /// Palembang, BP Pasca ditetapkannya H Joko Widodo-Prof KH ...