Home / Headline / Mahasiswa Harus Ikut Awasi Pilkada Di Sumsel

Mahasiswa Harus Ikut Awasi Pilkada Di Sumsel

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar jambore dan konsolidasi pengawas partisipatif , Forkom BEM/DEMA PTAI Sumsel , ” Mahasiswa Sebagai Agen Pengawas Partisipatif Dalan Mewujudkan Pemilu Yang Bermartabat dan Berkualitas , Jumat (10/5) di taman TPKS Gandus, Palembang dari tanggal 10 Mei Hingga 12 Mei 2018.

Palembang, BP

Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar jambore dan konsolidasi pengawas partisipatif , Forkom BEM/DEMA PTAI Sumsel , ” Mahasiswa Sebagai Agen Pengawas Partisipatif Dalan Mewujudkan Pemilu Yang Bermartabat dan Berkualitas , Jumat (10/5) di taman TPKS Gandus, Palembang dari tanggal 10 Mei Hingga 12 Mei 2018.
Acara diikuti 200 orang yang terdiri dari BEM Perguruan Tinggi Agama Islam baik negeri dan swasta yang berada di wilayah Sumsel dengan perwakilan tiap kampus 5 hingga 7 orang.

Baca:  Mahasiswi Zaman Now Harus 'Melek' Wirausaha 

Anggota Bawaslu Sumsel Iin Irwanto berharap, para mahasiswa peserta jambore dan konsolidasi pengawas partisipatif ini dapat memahami apa itu pilkada , apa itu demokrasi dan mengambil aksi agar pelaksanaan penyelenggaraan pemilu di Sumsel ini bisa berjalan aman, damai , berintegritas dan bermartabat.
“Kita berharap diakhir acara mereka bisa melaporkan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di masyarakat, artinya pelanggaran kampanye dan yang pelanggaran dilakukan oleh penyelenggara dan tentu pelanggaran yang dilakukan masyarakat,” katanya.
Hingga kini, laporan pelanggaran ada dari masyarakat yang sampai ke Bawaslu Sumsel , ada laporan yang bisa di tindaklanjuti da nada yang tidak bisa di tindaklanjuti.

BP/DUDY OSKANDAR
Suasana Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar jambore dan konsolidasi pengawas partisipatif , Forkom BEM/DEMA PTAI Sumsel , ” Mahasiswa Sebagai Agen Pengawas Partisipatif Dalan Mewujudkan Pemilu Yang Bermartabat dan Berkualitas , Jumat (10/5) di taman TPKS Gandus, Palembang dari tanggal 10 Mei Hingga 12 Mei 2018.

“Jenis pelanggarannya diantaranya pelanggaran terkait ketidaknetralan ASN, pelanggaran terkait dengan tindak pidana misalnya pelanggaran yang dilakukan tim kampanye, sejauh ini belum ada dibuktikan, tapi kalau pelanggaran ketidaknetralan ASN sejauh ini ada bisa dibuktikan , pelanggaran kode etik yang dilakukan penyelenggara, sejauh ini sudah beberapa KPU dan Banwaslu yang telah dilaporkan dan mendapatkan sangsi dari DKPP hasil dari laporan masyarakat,” katanya.
Diakhir acara, dilanjutkan dengan tanya jawab para masiswa kepada komisoner Bawaslu Sumsel. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ESP : Sarimuda-Rozak Berkompeten Bangkitkan Palembang

Palembang, BP Palembang-Kota Palembang di zaman Walikota Eddy Santana Putra (ESP) dua periode 2003-2013 merupakan masa emas. Dimana kala itu ...