Home / Headline / ALE Hackathon 2018, Ajang Adu Kreatif Ratusan Mahasiswa

ALE Hackathon 2018, Ajang Adu Kreatif Ratusan Mahasiswa

BP/HAFIDZ
HACKATHON – Country Manager ALE, Adios Purnama di hadapan ratusan peserta saat sosialisasi ALE Hackathon Indonesia 2018 di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya, Palembang, Jumat (11/5).

Palembang, BP
Ratusan developer dan mahasiswa mendaftarkan diri untuk mengikuti ajang Alcatel Lucent Enterprise (ALE) Hackathon 2018. Palembang menjadi kota kedua yang disambangi perusahaan multinasional asal Perancis ini setelah Malang, Jumat (11/5).

Country Manager ALE Indonesia, Adios Purnama mengatakan, Hackathon merupakan kompetisi bagi para developer untuk menciptakan aplikasi yang bisa digunakan di sektor pemerintahan, transportasi, pendidikan, perhotelan, dan kesehatan.

“Aplikasi yang dikembangkan para peserta nantinya harus dikombinasikan dengan Rainbow, platform komunikasi yang telah dikembangkan oleh ALE,” ujarnya saat sosialisasi di Graha Sriwijaya, Universitas Sriwijaya, Palembang, (11/5).

Adios menjelaskan, Rainbow merupakan solusi cloud hybrid yang memberikan layanan komunikasi kolaborasi fungsional tinggi lintas batas. Platform ini menyediakan pesan instan, layanan suara, dan video kualitas tinggi dan aplikasi berbagi dokumen.

Baca:  UIN Minta Alumni Segera Proses PIN di Kampus

Melalui kegiatan ini, Adios berujar, pihaknya ingin memberikan informasi awal kepada mahasiswa dan publik akan masa depan yang banyak bermain di aplikasi digital. Pihaknya pun mengajak berbagai komunitas developer di Indonesia untuk mengikuti kegiatan ini.

“Palembang dipilih karena berdasarkan survey, banyak developer aplikasi yang sudah memasarkan produknya, baik di Playstore maupun Appstore. Palembang bisa mewakili Indonesia bagian barat, sementara Malang mewakili Indonesia bagian Timur,” ujarnya.

Pihaknya menargetkan kegiatan Hackathon 2018 diikuti berbagai universitas dan komunitas developer di Indonesia. “Semakin banyak komunitas, semakin banyak ide aplikasi yang muncul dalam kompetisi. Ini kontribusi kecil kami dan mendukung program pemerintah merealisasikan ekonomi digital,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Unsri Prof Dr Ir H Anis Saggaff MSCE menyambut baik kegiatan ini. “Generasi muda kita sangat familiar dengan gadget dan ini harus dimanfaatkan untuk hal positif. Salah satunya melalui kegiatan yang mendorong generasi muda untuk kreatif menciptakan aplikasi berguna bagi manusia dan lingkungan,” ujarnya.

Baca:  Prihatin Ekonomi Terpuruk, Mahasiswa Demo di DPRD Provinsi Sumsel

UNSRI pun kini terus mengembangkan sistem perkuliahan masa kini yang berbasis digital. Digitalisasi pendataan mahasiswa sudah dilakukan sejak 2008, sementara sistem penilaian online pun sudah dilakukan seiring sistem absen online.

“Saat ini kami tengah mengembangkan sistem kuliah jarak jauh secara online. Mau tidak mau kami harus mengikuti zaman yang arusnya mengarah ke digital agar tidak ketinggalan zaman,” ujarnya.

Ketua IKA Unsri, Dr Agung Firman Sampurna mengatakan, Indonesia sedang mengalami transformasi digital yang pesat. Generasi muda menjadi penggerak utamanya.

“Kegiatan ini diharap menjadi salah satu penggerak transformasi digital demi mewujudkan visi ekonomi digital Indonesia 2020,” jelasnya.

Baca:  Mahasiswa Harus Jadi 'Agent of Change'

Di tempat yang sama, Dirjen Aplikasi Informatika Kemenkominfo Semuel Abrijani Pangerapan berujar, inisiasi IKA Alumni Unsri dan ALE diharapkan dapat membangun digital ekonomi Indonesia.

“Unsri akan dijadikan pusat pengembangan digital ekonomi di Sumsel. Dengan banyaknya developer yang ada di Sumsel, ini bisa menjadi pondasi untuk mengembangkan hal tersebut,” ungkapnya.

Kegiatan ALE Hackathon Indonesia 2018 dibagi jadi empat tahap, yakni prakualifikasi, kualifikasi, semifinal, dan final. Tahap prakualifikasi adalah pengiriman proposal dimulai 3 Mei hingga 31 Juni 2018.

Di tahap kualifikasi semua proposal masuk akan diseleksi hingga 30 Juli lalu dipresentasikan. Tahap demi final dipilih 50 konsekuensinya proposal dan mulai mengembangkan aplikasi. Final sekaligus malam penganugerahan akan diselenggarakan pada 21 September 2018 di Jakarta.

Tim juri untuk kegiatan ini yakni ALE Rainbow Evangelist Team, pakar vertikal, dan ALE Internasional Developer Team.

Tiga pemenang yang lolos final akan mendapatkan hadiah pergi ke Perancis, uang pembinaan, serta dipasarkan produknya di Playstore dan Appstore. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Kredibilitas KPU Sumsel dan Jajaran Jadi Pertaruhan di Pileg dan Pilpres 2019

Palembang, BP Pengamat sejarah Sumatera Selatan (Sumsel)  Kemas Ari Panji menilai kredibilitas KPU Sumsel dan jajaran menjadi pertaruhan lantaran jika ...