Home / Pendidikan / Hafizh 30 Juz, Prioritaskan Mental Skill

Hafizh 30 Juz, Prioritaskan Mental Skill ----Perpisahan Santri Ponpes Muqimus Sunnah Palembang---

KHUTBATUL WADA: Manajer Ponpes Muqimus Sunnah Palembang Ustadzah Izzah Zen Syukri saat membuka Khutbatul Wada’ santri kelas akhir angkatan ke-4  di Gedung AEKI, Kamis (10/5).

Palembang, BP
Tantangan zaman dewasa ini membuat generasi muda harus membentengi diri dengan nilai-nilai keagamaan. Mulai dari krisis moral, terdegradasinya integritas, hilangnya rasa malu hingga tumbuhnya budaya oknum pemimpin yang korupsi menjadi potret yang semakin mengkhawatirkan.
 Pondok Pesantren Muqimus Sunnah sebagai lembaga pendidikan yang didesain memprioritaskan mental skill, ilmu agama dan membina karakter menjadi jawaban atas tantangan di era kebebasan.
“Mau jadi polisi silahkan, mau jadi bupati, walikota, gubernur, presiden silahkan. Tapi bekali diri dengan Al Quran. Dan Alhamdulilah, 7 santri kita hafal 30 juz,”ujar Uztadzah Izzah Zen Syukri Manajer Ponpes Muqimus Sunnah Palembang pada acara Khutbatul Wada’ santri kelas akhir angkatan ke-4 di Gedung AEKI, Kamis (10/5).
Lanjut Izzah, bahwa era saat ini yang terpenting bagi generasi muda adalah karakter. Jika dibekali dengan Al Quran maka cerdas hati, cerdas jiwa dan cerdas akalnya. Sehingga kelak, menjadi apapun lulusan pondok pesantren diharapkan menjadi generasi memiliki filter diri agar tidak melakukan hal-hal yang menyimpang.
“Oleh karenanya pendidikan di Ponpes Muqimus Sunnah kita terapkan metode menghafal Al Quran mulai dari setoran hafalan ba’da subuh. Bahkan yang semangat ada yang setoran ba’da zuhur dan lainnya. Dan memang rata-rata yang hafiz itu ilmunya bagus,”jelasnya.
Senada dengan itu disampaikan Ust H Muhammad Husni Thamrin Yunus selaku Mudir Pondok Pesantren Muqimus Sunnah Palembang bahwa pada wisuda angkatan ke 4 ini meluluskan 26 santriwan dan santriwati.
“Dan kita memiliki 4 Madrasah. Mulai dari MTs/MA, Madrasah Diniyah, Madrasah cinta al quran dan madrasah cinta bahasa,”terangnya.
Dikatakannya, dalam proses pembelajaran di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah menutur Husni mengutamakan mental skill sehingga tak hanya job skill. Sehingga kelak mampu memanajemen diri.
“Mudah-mudahan dengan belajar di Pondok Pesantren selama 6 tahun diharapkan mampu membanggakan orang tua dan menjadi generasi yang kita harapkan,”pungkasnya. #sug
Baca:  UKB Incar Akreditas A di Tahun 2020
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pimpin K3S SMK, Zulfikri Bakal Gelar Kompetisi Film Pendek 

Palembang, BP Setelah melalui proses mesyawarah yang tak begitu lama, akhirnya Zulfikri terpilih menahkodai pimpinan Pengurus Kelompok Kerja Kepala Sekolah ...