Home / Headline / Palembang Dominasi Nilai UN Tertinggi

Palembang Dominasi Nilai UN Tertinggi

Palembang, BP–Meski secara resmi nilai Ujian Nasional (UN) tahun 2018 akan diumumkan pada 3 Mei 2018, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan sudah merilis hasil UN SMA dan SMK tahun 2018, Rabu (2/5).

Berdasarkan data dari Disdik Sumsel, sekolah asal Kota Palembang baik SMA maupun SMK mendominasi peraihan nilai tertinggi dalam kategori sekolah maupun nilai rata-rata siswa perseorangan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo mengatakan, untuk kategori SMA, peraih nilai tertinggi mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah SMAN Sumsel dengan nilai rata-rata 77,54. Disusul SMAN 6 Palembang di posisi kedua dengan nilai rata-rata 66,06 dan SMAN 17 Palembang 64,53.

Untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), nilai rata-rata tertinggi dipegang SMA Ignatius Global School (IGS) Palembang sebesar 78,35, lalu SMAN Sumsel 73,10 dan SMAN 6 Palembang 71,75.

Sementara itu, untuk kategori siswa SMA pelajaran IPA, nilai tertinggi diraih siswa SMA Kusuma Bangsa Palembang atas nama Clarissa Aurelia Mashadi dengan nilai rata-rata 377,00. Disusul siswa SMA Xaverius Palembang, Angelina Pamela Lianny, dengan nilai rata-rata 376,00 dan disusul siswa SMA Kusuma Bangsa Palembang, Vincencia dengan nilai rata-rata 373,00.

“Untuk siswa SMA peraih nilai tertinggi kategori pelajaran IPS diraih siswa asal SMAN 1 Palembang, Shalsa Tiara Putri, dengan nilai rata-rata sebesar 354,50, kemudian disusul posisi kedua siswa SMAN 6 Palembang, M Nazil Alfayed Prabu Negara, dengan nilai rata-rata sebesar 354,50 dan posisi ketiga diraih siswa SMAN Sumsel, Detria Hilda, dengan nilai rata-rata sebesar 352.50,” ujarnya.

Baca:  Soal Corat-Coret Kelulusan, Disdik Bakal Panggil Kepsek

Menurut Widodo, nilai tertinggi kategori siswa SMK diraih oleh SMK Xaverius Palembang untuk posisi pertama dan kedua yakni Maria Virgina dengan rata-rata nilai 341,50 dan Angela Nerissa Arviana dengan nilai rata-rata 341,00, disusul siswa SMKN 1 Palembang, Nabillah Nur Ma’ruf, 337,00.

Untuk kategori kabupaten/kota, jenjang SMA yang mendapatkan nilai tertinggi pelajaran IPA diraih oleh Kota Palembang dengan nilai rata-rata 315,25. Posisi kedua diraih Lahat dengan nilai rata-rata 261,20 dan posisi ketiga diraih Muara Enim dengan rata-rata sebesar 257,64. Sedangkan kategori SMA pelajaran IPS diraih oleh Palembang dengan nilai rata-rata 274,07, disusul Lahat 234,36 dan Prabumulih 261,86.

Sedangkan untuk SMK kategori kabupaten/kota yang mendapatkan nilai tertinggi diraih Kota Palembang dengan nilai rata-rata 167,05. Posisi kedua diduduki Lubuklinggau dengan nilai rata-rata 160,87 dan Kota Paragalam di tempat ketiga dengan nilai rata-rata 155,76.

“Penentuan kelulusan berada di sekolah masing-masing. Peringkat tidak diutamakan tapi integritas yang paling kita ditekankan dalam pelaksanaan UN 2018,”pungkasnya.

Baca:  Soal Corat-Coret Kelulusan, Disdik Bakal Panggil Kepsek

Panggil Kepsek

Kendati sudah dilakukan imbauan dan peringatan baik dari sekolah maupun Dinas Pendidikan untuk tidak melakukan pesta kelulusan dengan konvoi dan corat-coret baju, namun puluhan siswa salah satu SMK di Palembang banyak ditemui melakukan aksi tersebut.

Berdasarkan pantauan, Rabu (2/5), puluhan siswa tersebut mengaku bahwa aksi corat-coret di pelataran SPBU Demang Lebar Daun Palembang hanya untuk merayakan kelulusan bersama rekan-rekannya dan tidak melakukan aksi anarkis.

“Katanya habis magrib ini pengumuman. Makanya ini kumpul sama teman-teman,” ujar salah satu siswa SMK di Kota Palembang yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, usai kumpul semua rekannya, mereka akan melakukan konvoi di jalanan mengajak siswa lain. Bagi yang mau ikut akan diajak dan tidak memaksa.

Menanggapi hal tersebut, Disdik Provinsi Sumsel melalui Kepala Bidang Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Erlina bakal memanggil kepala sekolah yang tidak bisa mengoordinir siswa agar tidak melakukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan untuk dilakukan pembinaan.

Menurutnya, pihak Disdik Sumsel telah menyebarkan edaran yang dikirim ke semua sekolah di Sumsel terkait pelarangan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan dalam perayaan kelulusan tahun 2018.

Baca:  Soal Corat-Coret Kelulusan, Disdik Bakal Panggil Kepsek

Dalam edaran tersebut, pihak sekolah diimbau memberikan kegiatan sosial kepada siswa agar tidak melakukan aksi coret dan konvoi di jalan.

“Kita akan panggil kasek yang siswanya melakukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan. Namun kita harus telusuri dulu siswa yang melakukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan di jalan tersebut berasal dari sekolah mana saja. Setelah terbukti, maka kaseknya akan kita panggil,” tegasnya.

Terkait waktu pengumuman kelulusan, Erlina menjelaskan, hasil UN tahun 2018 baik siswa SMA maulun SMK akan diberikan pada tanggal 3 Mei 2018. Waktu pengumuman tersebut merupakan revisi dari pemerintah yang sebelummya terjadwal akan diumumkan pada tanggal 2 Mei 2018.

“Kita sangat menyayangkan siswa SMA dan SMK di Sumsel masih melakukan aksi coret seragam dan konvoi kendaraan untuk merayakan kelulusan. Padahal banyak kegiatan lain yang lebih bermanfaat,” ucapnya.

Erlina menambahkan, aksi tersebut berpotensi menyebabkan kemacetan lalu lintas. Padahal, hasil UN bukanlah penentu kelulusan sehingga aksi corat coret seragam dan konvoi tidak perlu dilakukan.

“Peranan dari semua pihak tentu diperlukan, baik dari Disdik Sumsel, kesek dan orang tua siswa serta masyarakat,” katanya. #sug

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Aksi Pungli Harimau Jalanan Diduga Dibekingi Polisi

Palembang, BP–Aksi pungli kelompok yang mengatasnamakan Harimau Jalanan disebut dibekingi oknum anggota polisi berpangkat Aipda berinisial E yang berdinas di ...