Home / Headline / Ketika Mengamuk Jadi Ketakutan Pasukan Belanda Dan Inggris Di Palembang

Ketika Mengamuk Jadi Ketakutan Pasukan Belanda Dan Inggris Di Palembang

Poto: Benteng Kuto Besak saat dikuasai pasukan Belanda

Apa yang membuat pasukan Belanda atau Inggris takut menghadapi bangsa Melayu terutama Palembang , bukan senjata atau pasukan yang banyak namun jika melihat orang mengamuk sambil menghunus keris dan membunuh orang disekitarnya.

“Amok atau Ammuk merupakan satu kata Melayu yang disumbangkan ke kosakata bahasa Inggris dimana pengertian dari Bahasa Inggris adalah penduduk asli Asia Tenggara, secara individu maupun berkelompok, mengamuk dengan keris di tangan~menarik perhatian banyak penjajah abad ke-19.
Meski sebagian besar catatan zaman itu mengenai orang mengamuk tampak sekadar gambaran amukan karena mabuk alkohol atau obat atau aksi terakhir sekelompok prajurit profesional yang putus asa, dan meski sudah jelas bahwa praktik tersebut tidak hanya ada di Asia Tenggara (satu-satunya sinonim pas untuk amok didapat bukan dari Timur yang eksotis melainkan dari Norwegia yang dingin yang berarti berserk).
Kata Amok tersebut dengan cepat menjadi yang terkuat di antara aneka kesan negatif orang Eropa terhadap “ras Melayu”, selain tuduhan “kemalasan”. Kata “amok” cukup membuat orang Inggris atau Belanda gemetar ketakutan.
Aksi mengamuk ini sempat terjadi beberapa kali di ibu kota Kesultanan Palembang Darussalam baik era Belanda dan Inggris masuk Palembang.
Kata Amuk atau amuck merupakan ejaan Inggris untuk satu kata kerja bahasa Melayu.
Mengamuk dalam deskripsinya adalah orang mengamuk dari abad ke-19 jelas mengerikan:
Dimana ketika teriakan ‘amok! amok!’ diserukan , orang lari ke kanan dan kiri mencari perlindungan, dan setelah keris orang gila yang membabi buta itu “meminum darah”, amarahnya menjadi tak terkendali, hasratnya hanyalah untuk mombunuh; dia menyerang ke segala arah, dia menusuk punggung orang yang lari darinya, kerisnya meneteskan darah, lalu dia menyerang dengan lebih buas, darah dan pembunuhan menjadi tujuannya; terdengar jeritan dan erangan, mata merahnya mendelik, kegilaannya memberikan dia kekuatan yang tidak alami, kemudian tiba-tiba dia jatuh, sesudah tertembak tepat di jantungnya, atau karena rasa letih yang tiba-tiba menderanya, menggenggam kerisnya yang berlumuran darah.
Di Batavia VOC, polisi bahkan diberikan peralatan khusus~sejenis tongkat berpaku yang ujungnya dipecah untuk mengendalikan orang gila yang mengamuk. Namun, meski lama dikaitkan dengan Asia Tenggara.
Ada banyak bukti bahwa kata dan gagasan tersebut aslinya berasal dari India Selatan, dan dalam empat halaman tentang topik amok, Hobson Jobson dalam ensiklopedia-kamus besar Kerajaan Inggris di Asia memberi lebih banyak contoh dari bangsa bukan Melayu ketimbang bangsa Melayu: semua orang mengamuk, mulai dari prajurit sikh di Punjab hingga pelaut Spanyol di Liverpool.
Dalam catatan perjalanannya Major Wiliam Thorn” Memoirs Of The Conquest Of Java (with yhe subsequent Operations Of British Forces In The Oriental Archipelago) T Egerton, Military Library, White Hall, London , 1815, peristiwa amuk ini sempat terjadi di Palembang.
Thorn sendiri seorang perwira Kerajaan Inggris yang ikut dalam ekspedisi penaklukan kota Palembang yang dimulai tanggal 20 Maret 1812.
……Pada siang harinya, tanggal dua puluh delapan April, bendera Inggris dikibarkan di menara benteng Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II (Benteng Kuto Besak), diiringi tembakan kehormatan kerajaan.
Pada hari itu juga, Pangeran Adipati, adiknya sultan SMB II, yang diundang oleh komandan lnggris untuk menghadiri pertemuan, kembali dari tempat persembunyiannya di pedalaman. Pangeran ini dikenal me miliki watak yang lembut dan dermawan, yang membuatnya dicintai oleh semua lapisan dan kalangan masyarakat.
Sebagai bukti kebaikan sikapnya itu, dia disebut-sebut telah berusaha keras membujuk kakaknya agar tidak lagi melakukan tindakan kejam terhadap orang-orang Belanda, dan dia juga telah memperingatkannya tentang balas dendam yang akan dilakukan terhadapnya oleh pemerintah lnggris.
Karena orang ini merupakan kerabat terdekat keluarga Sultan ang telah dikucilkan, Komandan Armada memutuskan untuk mendudukkan pangeran ini di atas tahta yang kosong.
Pada tanggal 29 April. sang pangeran mengadakan kunjungan pertamanya, yang diterima ditempat pendaratan oleh Kapten Meares, dsserta: beberapa pemra dari Staf Umum, dan Kolonel Gellespie yang menemuinya di Balai Umum. dimana kursi-kursi telah disusun untuk semua rombongan. Saat mendarat Pangeran disambut dengan tembakan salto kehormatan sebanyak sembilan belas kali yang ditembakkan dari kapal Mercury. dan. ketka memasuki mangan Balai, disambut lagi dengan tembakan kehormatan dari meriam di pantai.
Setelah duduk sebentar, diantar Kolonel Gillespie ke ruangan lain, tempat mereka mengadakan pertemuan tertutup, dan pada sore harinya, Komandan Armada mengadakan kunjungan balasan.
Pada tanggal 1 Mei, bermacam-macam laporan beredar mengenai segerombolan orang Melayu yang berencana mengadakan suatu tontonan, yang sudah menjadi adat masyarakat di sini, yang, karena pengaruh ganja, berlarian di jalan-jalan seperti orang gila, sambil menghunus keris, menusuk dan membunuh siapapun yang mereka jumpai.
Berita kedatangan Pangerang Ratu, di sekitar Palembang. dan kecurigaan mengenai hubungannya dengan beberapa tokoh di kota Itu, memperkuat rumor itu, sehingga dikeluarkanlah perintah kepada semua orang agar waspada.
Di tengah malam, terdengar kegemparan besar, dan kebakaran besar terlihat disisi timur kota, namun upaya pencegahan yang dilakukan berhasil mencegah tindak kejahatan lebih lanjut.

Baca:  Palembang Tak Peringati Perang Lima Hari Lima Malam

Sifat licik yang menjadi watak orang Melayu, yang ditunjukkan dalam perilaku mereka. pada saat seperti ini terasa sangat mencolok, membuat situasi yang harus dihadapi Gillespie sangat sulit Untuk membangun pemerintahan yang efisien . dalam stuasi yang ada saat ini….#osk

Sumber: 1. Raffles and the British Invasion Of Jaya, tim Hannigan 2012
2. Major Wiliam Thorn” Memoirs Of The Conquest Of Java (with yhe subsequent Operations Of British Forces In The Oriental Archipelago) T Egerton, Military Library, White Hall, London , 1815

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ESP : Sarimuda-Rozak Berkompeten Bangkitkan Palembang

Palembang, BP Palembang-Kota Palembang di zaman Walikota Eddy Santana Putra (ESP) dua periode 2003-2013 merupakan masa emas. Dimana kala itu ...