Home / Headline / Buruh di Palembang Tuntut Upah Yang Layak

Buruh di Palembang Tuntut Upah Yang Layak

BP/IST
Suasana ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Korwil Sumsel melakukan aksi unjuk rasa di halaman DPRD Provinsi Sumsel, Selasa (1/5).

Palembang, BP

Dalam rangka peringatakan Hari Buruh Internasional yang jatuh pada 1 Mei, ratusan buruh yang tergabung dalam Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Korwil Sumsel melakukan aksi unjuk rasa di halaman DPRD Provinsi Sumsel, Selasa (1/5).
Sekitar pukul 10.00 massa pengunjuk rasa tiba di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sumsel dan langsung orasi dengan koordinator aksi Ramlianto yang juga Ketua Korwil SBSI Sumsel.
Dalam aksi demonnya, mereka menyatakan kalau buruh membutuhkan pekerjaan dan upah yang layak. Disisi lain pun buruh pun mengalami banyak tekanan yang tidak selayaknya dalam menjalankan pekerjaan.
Ramlinato mengatakan, banyaknya pelanggaran-pelanggaran hak normative buruh di Sumsel yang muncul menunjukkan masih banyaknya persoalan-persoalan didunia industrial di Indonesia.
Terbukanya era globalisasi dan kapitalisme tidak hanya berpengaruh pada Buruh/pekerja akan tetapi juga berpengaruh pada para pelaku usaha dalam negeri dan tingkat pola hidup rakyat.
Sementara itu orasi juga dilakukan anggota KSBI Avir yang menyampaikan, intinya bahwa masih terjadinya union Busting terhadap buruh/pekerja yang bergabung di Serikat hal ini melanggar undang-undang dan peraturan yang berlaku.
Tuntutan dalam aksi unjuk rasa ini adalah cabut PP 78 Tahun 2015 tentang pengupahan. Kemudian cabut Perpres No. 20 Tahun 2018 tentang TKA, ganti Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.
Selanjutnya, pecat oknum yang membiarkan buruh di PHK. “Segera tuntaskan kasus-kasus yang ditangani Pengawas dan kami meminta Polri menindak dan menerima laporan buruh tentang tindak pidana ketenagakerjaan,” katanya.
Sekitar Pukul 10.15 Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara, Wakapolda Sumsel Brigjend Pol Bimo Anggoro Seno , Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB, Dandim 0418 Palembang Letkol Inf Honi Havana M tiba di Kantor DPRD Provinsi Sumsel.
Pada pukul 10.45 , Kapolda Sumsel dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Yansuri didampingi Kapolresta Palembang, Dandim 0418 Palembang dan Kadisnaker Provinsi Sumsel menemui para pengunjuk rasa dan melakukan kegiatan pemotongan dan penyerahan nasi tumpeng kepada Pimpinan Serikat SBSI dan SPSI 1973.
Kapolda Sumsel Irjend Pol Zulkarnain Adinegara yang menyampaikan, bahwa Polda Sumsel menghargai dan respek terhadap para pengunjuk rasa. Perihal adanya Union Busting / intimidasi terhadap pekerja / buruh, ini ada wadahnya di Disnakertrans Provinsi Sumsel.
Namum dalam hal ini Kepolisian akan ikut membantu menghimbau kepada pihak Perusahaan agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar kebebasan berserikat.
“Selamat merayakan hari buruh internasional,” katanya.
Dan pada Pukul 10.50, aksi unjuk rasa dilanjutkan dengan penyampaian tuntutan akai unjuk rasa oleh Koraks / Ketua Korwil SBSI Sumsel Ramliamto.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Yansuri yang menyampaikan, bahwa DPRD Provinsi Sumsel mendukung dan akan meneruskan permasalahan ke Disnakertrans Provinsi Sumsel.
“Mengenai permasalahan Tenaga Kerja Asing (TKA) dalam waktu dekat DPRD Provinsi Sumsel dan Pemprov Sumsel akan melaksanakan kegiatan sidak ke perusahaan-perusahaan untuk memastikan penempatan TKA,” katanya.
Kapolda Sumsel dan Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Yansuri didampingi Kapolresta Palembang, Dandim 0418 Palembang dan Kadisnaker Provinsi Sumsel ikut melakukan pemotongan dan penyerahan nasi tumpeng kepada Pimpinan Serikat SBSI dan SPSI 1973.
Sekitar pukul 11.30 , aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional oleh KSBI Korwil Sumsel selesai dilaksanakan dan massa pengunjuk rasa membubarkan diri. #osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Warga Terkejut Tanah Depan Pasar 16 Ilir Retak, Keluar Lumpur

Palembang, BP Pedagang Pasar 16 Ilir,  Palembang terkejut dan sempat menyangka terjadi gempa akibat getaran sebelum retaknya jalan dan keluarnya ...