Home / Headline / Panitia Perketat Aturan dan Keamanan

Panitia Perketat Aturan dan Keamanan

Palembang, BP

BP/FERLY MARISON
RAPAT KOORDINASI-Panitia Kejuaraan Futsal Gubernur Sumsel 3 melakukan rapat persiapan dengan perwakilan wasit dari AFD Sumsel di Kantor BeritaPagi, Rabu (25/4).

Persiapan matang terus dilakukan panitia Kejuaraan Futsal Gubernur Sumsel 3 yang bakal dihelat di Lapangan Boom Futsal, Sabtu-Minggu, 28 dan 29 April nanti. Poin utama yang menjadi perhatian panitia terkait aturan kompetisi dan faktor keamanan mengingat ada dua kegiatan besar di tahun 2018, yakni Pilkada Serentak dan Asian Games.

Hal ini ditegaskan koordinator sekaligus penanggung jawab Adji Subjiantoro, saat menggelar rapat di Kantor BeritaPagi Group, Rabu (25/4). Hadiri dalam pertemuan itu, dua perwakilan wasit dari Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Sumatera Selatan (Sumsel) Ahmad Bayu Saputra dan Nelson Eduarda.

Adji mengatakan, aturan yang diperketat terutama bagi peserta, pelatih dan ofisial pertandingan. Selain itu, setiap tim peserta harus melengkapi data peserta, formulir pemain beserta foto, mengisi surat pernyataan yang menyebutkan jika pemain yang didaftarkan mewakili tim yang bersangkutan, serta memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Untuk pelajar dan mahasiswa bisa memberikan Kartu Tanda Pelajar dan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).

“Formulir sudah kami berikan, yang belum dapat bisa diminta saat tehnical meeting (TM) di Kantor BeritaPagi, Jumat tanggal 27 April pukul 14.00 WIB. Paling lambat semua data diserahkan sebelum pembukaan, bagi yang tidak memenuhi syarat tidak boleh mengikuti pertandingan,” tegas Adji.

Dia mengatakan, formulir daftar pemain wajib disertai foto dengan ukuran bebas. Kemudian, pemain yang sudah terdaftar tidak boleh diubah atau ditukar, termasuk bagi tim yang mengirimkan dua tim.

“Formulir pemain wajib disertai foto, bagi yang tidak memberikan foto tidak boleh diturunkan di pertandingan. Tim peserta boleh memasukkan pemain binaan atau profesional karena ini sifatnya opent turnamen, asal mengisi surat pernyataan yang menyebutkan jika pemain yang didaftarkan mewakili tim yang bersangkutan, disertai dengan tandatangan pelatih, manajer atau penanggung jawab,” tegasnya.

“Kemudian, untuk manajer, pelatih ofisial harus memakai sepatu, celana panjang, kemeja atau baju kaos berkerah. Yang memakai sandal, celana pendek dan kaos oblong tidak boleh masuk ke dalam bench. Selain itu, yang boleh masuk ke dalam bench hanya pemain, pelatih, manajer dan tiga ofisial pertandingan, sementara yang lain termasuk suporter tidak boleh masuk,” tambahnya.

Untuk masalah keamanan, panitia sudah mengantungi izin dari aparat kepolisian. Namun, panitia juga akan menambah jasa pengamanan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Panitia tegas, semua harus mengikuti rules of the games. Boleh protes tapi jangan buat keributan, dan keputusan wasit adalah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat. Kalau ada yang bikin ribut, akan kami blac list untuk tidak mengikuti kompetisi Piala Gubernur Sumsel, dan kami usulkan pemberian sanksi dari AFD Sumsel,” jelas Adji.

“Kemudian sebelum pertandingan akan ada penandatanganan surat pernyataan siap menang dan siap kalah, dan berjanji tidak membuat keributan. Jika ada membuat keributan akan ada denda dan semua kerusakan ditanggung oleh tim peserta yang membuat keributan. Untuk persoalan medis panitia sudah menyiapkan tim medis dan ambulans. Tanggung jawab panitia hanya pada cedera ringan yang terjadi di lokasi pertandingan, dan jika terjadi cedera berat akan diantar ke rumah sakit dan biaya pengobatan dikembalikan kepada klub, atau instansi bersangkutan,” pungkasnya.

Sementara perwakilan wasit AFD Ahmad Bayu Saputra mengatakan, surat perjanjian siap menang dan kalah serta denda dilakukan agar semua tim menjunjung tinggi sportivitas dan fair play.

“Jadi panitia sudah memutuskan, kami wasit sepakat dengan aturan yang ditetapkan panitia demi kelancaran Kejuaraan Futsal Gubernur Sumsel 3,” jelas Bayu.

Selain itu, dia meminta semua tim melakukan kelengkapan administrasi, di mana foto menjadi sebuah kewajiban. Tidak ada alasan tim peserta untuk tidak mencantumkan foto di formulir pemain.

“Kalau tidak ada foto tidak boleh main, jangan banyak alasan. Peserta juga wajib memberikan foto copy KTP, KTM untuk mahasiswa dan Kartu Pelajar untuk yang masih bersekolah. Pemain cadangan harus pakai rompi, pergantian pemain harus pakai romi dan baju tim harus memiliki nomor punggung serta wajib memakai deker. Kalau ada selisih waktu, jam yang dipakai adalah jam milik wasit, bukan jam pelatih dan ofisial tim,” tegas dia.

Sementara wasit lain Nelson Eduarda menambahkan, kalau terjadi keributan akan dilihat siapa yang bikin onar, dan tim yang bikin onar yang akan didiskualifikasi. Kalau ada pemain siluman, maka jika dia sudah bermain untuk tim lain maka tim itu kita diskualifikasi, namun kalau belum ikut bertanding maka hanya pemain saja yang dikeluarkan. ,” tegas Nelson. #fer

 

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Deklarasi damai Pemilu Legislatif di kambang iwak

Palembang, BP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) akan menggelar deklarasi damai untuk pemilu legislatif 2019. Ketua KPU Sumsel ...