Home / Headline / Survei Elektabilitas 41,8% Hary Tanoe Potensial Jadi Cawapres Jokowi

Survei Elektabilitas 41,8% Hary Tanoe Potensial Jadi Cawapres Jokowi

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo membuka secara resmi Rapimnas II Perindo di Jakarta, 21 Maret 2018 lalu.

Jakarta, BP

Pengamat Komunikasi Politik Emrus Sihombing merespons survei Median dan menilai sosok Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo tepat disandingkan dengan Joko Widodo di Pemilu Presiden 2019.

Keduanya akan menjadi kekuatan baru dalam menata Indonesia. “Ya, karena dari sudut leadership (Jokowi-Hary Tanoe) akan tumbuh kekuatan baru menata negeri ini,” kata Emrus Senin (16/4/2018).

Seperti diketahui, Lembaga Media Survei Nasional (Median) menerbitkan hasil survei elektabilitas kandidat capres-cawapres di Pilpres 2019. Pasangan Jokowi-Hary Tanoe disebut memiliki elektabilitas sebesar 41,8 persen. Pada survei yang sama, Partai Perindo yang dinakhodai oleh Hary Tanoe itu juga dinyatakan menjadi partai baru yang terkuat.

Baca:  DPRD Sumsel Segera Bahas Terkait SPBU Demang Segera Beroperasi

Emrus memaparkan Indonesia memerlukan sosok pemimpin negarawan, pluralis dan mampu merangkul semua lapisan masyarakat. Hal tersebut dikarenakan Indonesia memiliki segudang persoalan dari berbagai aspek, seperti ekonomi, hukum dan bidang lainnya.

Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo usai membuka secara resmi Rapimnas II Perindo di Jakarta, 21 Maret 2018 lalu.

Sosok tersebut dinilai cocok disematkan pada Hary Tanoesoedibjo yang bukan semata populer atau cerdas, namun Hary Tanoe juga memiliki visi misi yang jelas bersama partai yang dipimpinnya yakni Partai Perindo.

Baca:  Baru PKS Daftar Ke KPU Sumsel

“Pak Hary Tanoe punya semua itu. Dia (Hary Tanoe) mampu menjadi role model bagi masyarakat. Fenomenal sudah, sukses apalagi. Jiwa kepemimpinan bagus, itu poin penting,” kata Emrus.

Dosen ilmu komunikasi dan politik ini menjelaskan seorang pemimpin harus juga harus mampu merangkul semua golongan dan bertindak adil, termasuk dalam menyebarluaskan pemerataan pembangunan dan mampu memberikan fasilitas atau kemudahan untuk seluruh rakyat.

Baca:  Omzet Pempek Cek Yati Selama Ramadhan Naik

“Banyak tantangan lain Indonesia ke depan yang bukan hanya meningkatkan pendapatan negara, tetapi bagaimana seorang pemimpin mampu meratakan pembangunan,” ujarnya.

Bahkan, Emrus menjelaskan keduanya memiliki kecocokan visi. Dalam setiap kesempatan seringkali gagasan Hary Tanoe melengkapi Jokowi.

“Pandangan Hary Tanoe ada sangkut pautnya dengan gagasan Presiden Joko Widodo. Seperti bagaimana membangun infrastruktur dan membangun IT di Indonesia, karena dengan IT semua cita-cita pembangunan, perbankan dan pelayanan publik semakin terbuka,” kata Emrus.

Selain itu, Emrus mengatakan pada Pilpres 2019 diperlukan pasangan Capres-Cawapres yang mampu menyajikan keadilan dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia. Selain itu, peduli dengan budaya dan martabat bangsa Indonesia.

“Pak Hary Tanoe tokoh yang mampu merangkul semua suku, agama, ras dan seluruh lapisan masyarakat. Jadi, tepat rasanya jika disandingkan dengan Jokowi,” jelasnya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPU Dan Bawaslu Sumsel Jangan Batasi Rezeki Media Di Pileg Dan Pilpres

Palembang, BP Badan Pengawas Pemilu Umum (Bawaslu) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel),menggelar rapat kordinasi dengan mitra kerja dan penandatangan nota kesepahaman ...