Home / Headline / Bahannya Cuma Alkohol dan Air Sumur Mentah

Bahannya Cuma Alkohol dan Air Sumur Mentah Polisi Bongkar Pabrik Miras Berkedok Rumah Makan

Aparat kepolisian mengamankan puluhan ember cairan miras palsu yang telah diproduksi. BP/ARIF AGUNG

Sekayu, BP–Tim gabungan Kepolisian Resort Musi Banyuasin membongkar pabrik minuman keras (miras) palsu berkedok rumah makan, Senin (16/4) malam, di Dusun IV, Sanga Desa.

Terbongkarnya pabrik miras ini mengungkap fakta yang mengerikan di balik beredarnya miras palsu dan jatuhnya korban tewas akibat mengonsumsi cairan berbahaya ini.

Untuk memproduksi minuman keras palsu berbagai merek tersebut, para pelaku hanya menggunakan alkohol murni dan air sumur mentah sebagai bahan baku.

Selanjutnya racikan miras palsu tersebutdikemas ke dalam botol miras bekas yang telah dibersihkan dan ditempeli label untuk kemudian dipasarkan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pabrik miras tersebut berada di Dusun IV, Desa Terusan, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Dari lokasi kejadian, aparat kepolisian mengamankan sebanyak 154 karung berisi 20.328 botol bekas, 720 botol siap isi dan 40 botol yang sudah terisi.

Kemudian 30 drum berisi alkohol, satu buah tedmond ukuran 500 liter berisi miras palsu yang telah diracik, serta ribuan tutup botol miras berbagai merek.

Polisi juga mengamankan dua unit mesin pres botol, mesin aduk, lima dus berisi label merek Mansion dan Vodka, sembilan botol alkohol ukuran 1 liter, satu jeriken ukuran lima liter berisi alkohol, serta empat kaleng pewarna makanan.

Selain itu satu unit mobil Daihatsu Luxio BG 1811 US berisi kardus kemasan yang diduga sebagai alat transportasi para pelaku untuk memasarkan miras palsu tersebut.

Aparat juga mengamankan tujuh pekerja yakni Bayu Samboaga (20), Putra Muslim (22), Tommy (23), Rezalian (24), Riki Apriansyah (20) Dian Saputra (23), dan Andi (20), serta seorang koordinator bernama Abu Naim (64).

Kapolres Muba AKBP Andes Purwanti mengatakan, penyergapan dilakukan setelah anggotanya mengamankan sebuah truk berisi miras di kawasan Jalinteng, Desa Sukarami, Kecamatan Sekayu.

Dari hasil pemeriksaan, pihaknya mendapati lokasi rumah produksi yang berkedok rumah makan tersebut serta saat digrebek, pihaknya mengamankan para pekerja sedang meracik serta melakukan pengemasan.

“Sejauh ini ada delapan pekerja yang diamankan saat penggerebekan dan dalam pengiriman ke beberapa daerah, pelaku juga menggunakan surat DO palsu. Sejauh ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” kata AKBP Andes.

Atas perbuatan tersebut, Kapolres melanjutkan, para pelaku akan dijerat Undang-undang Kesehatan dan Perlindungan konsumen dan saat ini juga sedang melakukan pengejaran terhadap pemilik usaha ilegal tersebut.
Sementara itu, Asmana, selaku Kades Terusan mengatakan, keberadaan pekerja di desa itu sudah diketahui sejak 1 April lalu. Namun belum ada kecurigaan karena alasannya ingin membuka rumah makan.

“Katanya mau buka rumah makan dan sekitar satu minggu lalu menyodorkan surat izin, namun tidak saya tandatangani sampai saat ini,” katanya.

Menurut Asmana, sebelumnya tempat tersebut memang merupakan rumah makan, namun sudah lama tutup, karena pemiliknya sudah meninggal. “Rumah makan itu sudah lama tidak berfungsi,” imbuhnya. #arf 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Siapkan 50 Piagam Penghargaan

Palembang, BP Kejuaraan Futsal Gubernur Sumsel 3 dipastikan digelar di Lapangan Boom Futsal, Sabtu-Minggu, 28 dan 29 April 2018. Sama ...