Home / Pendidikan / Ribuan Pelajar SMA Jalani UNBK Tanpa Hambatan

Ribuan Pelajar SMA Jalani UNBK Tanpa Hambatan

UNBK: Siswa SMA Plus Negeri 17 Palembang saat menjalani Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dihari perdana, Senin (9/4).

Palembang, BP

Memasuki hari perdana pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SMA sebanyak 55.540 peserta belum menemui kendala.

Pasalnya, pihak Dinas Pendidikan Sumsel mewanti-wanti agar mempersiapkan sedemikian rupa. Baik dalam hal kesediaan genset senagai upaya jika listrik mati, kemudian server dan lainnya.

Total, sebanyak 65.240 tercatat bakal menjalani Ujian Nasional jenjang SMA hingga 12 April 2018 mendatang. Sementara 9.700 siswa lainnya menggunakan sistem Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP).

Berdasarkan pantauan, suara gemuruh mesin genset mengisi keheningan sesaat sebelum ujian nasional berbasis komputer (UNBK) berlangsung hampir di setiap Sekolah Menengah Atas (SMA) di Sumatera Selatan (Sumsel) yang menyelenggarakan ujian tersebut.

Pada UNBK hari pertama para teknisi dan panitia penyelenggaraan UNBK di SMAN 17 Palembang disibukkan dengan simulasi penanggulangan force majeure saat ujian berlangsung.

Betapa tidak, berdasarkan evaluasi dari UNBK SMK sepekan yang lalu terdapat banyak kendala terutama pada jaringan listrik dan mesin genset yang mengakibatkan lebih dari 100 pelajar terpaksa mengikuti ujian susulan.

Baca:  Awas, Ada Potensi Sabotase UNBK!

“Ya ini kita lakukan sesuai instruksi pak kadin. Kasihan kan anaknya kalau saat ujian terjadi pemadaman listrik hinga mereka terpaksa mengikuti ujian susulan,” ujar Kepala SMAN 17 Palembang Parmin saat diwawancarai awak media disela UNBK hari pertama berlangsung, Senin (9/4).

Menurutnya, selama permasalahan tersebut hanya sebatas pemadaman listrik, jaringan internet dan server yang terinveksi virus, pihaknya masih bisa menanganinya secepat mungkin. Hal ini terlihat dari sigapnya pihak sekolah yang rela merogoh kocek sekitar Rp2,7 juta per hari untuk sewa mesin genset guna menanggulangi pemadaman listrik.

“Sewa per harinya kalau tidak diopereasikan senilai Rp1,5 juta sedangkan kalau dioperasikan maka biayanya mencapai Rp2,7 juta per harinya. Masalah dana tidak terlalu difikirkan, yang jelas jangan sampai membebankan siswa harus mengulang,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk tahun ajaran 2017/2018 pelajarnya yang mengikuti UNBK ada 277 orang siswa dengan rincian 333 pelajar jurusan IPA dan 34 jurusan IPS. “Kita buat tiga sesi dengan memanfaatkan empat uang belajar yang terdapat 35 unit PC komputer,” paparnya.

Baca:  SD Perlu Juga UNBK, Guna Tanamkan Kejujuran Sejak Dini

Ketua Pelaksana UN 2018 H Bonny Syafrian SE MM mengatakan pelaksanaan UN di 2018 hampir 86 persen sudah melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Pelaksana Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) lebih sedikit. Khusus SMK masih sekitar 3,7 persen. SMA/MA masi 32 Persen lagi,”tegasnya, Minggu (8/4).

Pria yang juga Kabid SMA Dinas Pendidikan Sumsel ini mengakui untuk tingkat SMA memang jumlah peserta paling banyak dan belum 100 persen di Sumsel untuk bisa menggelar UNBK karena berbagai faktor.

Diantaranya, lanjut Bonny sarana dan prasarana yang tidak mendukung dan juga susahnya jaringan yang masuk ke daerah pedalaman.

“Banyak di daerah yang bergabung ke sekolah lain yang ada. Ada juga yang tidak bergabung karena aksesnya jauh,” tambah Bonny.

Baca:  UNBK Serentak Nasional, Ribuan Siswa SMK Ikuti Hari Perdana

“Pelaksanaan UN SMK telah berakhir yang dimulai sejak 2-5 April dan SMA/MA yakni 9 sampai 12 April dan untuk pegumuman hasil UN di satuan pendidikan 2 Mei 2018,”bebernya.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sumsel Drs Widodo MPd mengatakan, tahun ini ada empat daerah belum bisa melaksanakan UNBK yakni, OKU Selatan, Pagaralam, Empat Lawang dan Muratara.

Untuk persiapan, diakui Widodo telah siap 100 persen. Dan semua pelaksanaan nantinya diharapkan akan lancar selama UNBK berlangsung.

“Pelaksanaan UNBK secara mandiri menjadi prioritas, terutama untuk sekolah yang sudah mempunyai jaringan listrik, internet dan komputer,” tegas Widodo.

Hanya empat daerah saja, kata Widodo yang belum bisa melaksanakan UNBK secara mandiri, karena masih terkendala sinyal, sarana prasarana juga belum memadai.

“Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan. Kita pun sudah meminta sekolah untuk menyiapkan genset sehingga saat pelaksanaan jika mati lampu atau sebagainya bisa diatasi,” ungkap dia.

Widodo pun berpesan kepada para siswa untuk enjoy dan jangan stress menghadapi UNBK ini. “Enjoy dan santai saja. Jangan jadikan UNBK ini menjadi momok yang sangat menakutkan,”pungkasnya. #sug

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Program Magister SPI FAHUM Gelar Kuliah Tamu bersama Konsuler Kebudayaan Iran

Krisis Kemanusiaan yang terjadi di Palestina membuat sejumlah elemen simpatis. Termasuk Fahum UIN dan Iran Corner yang mencoba menyoroti dari ...