Home / Headline / Otak Pembunuhan Sopir Go-Car Berstatus Mahasiswa

Otak Pembunuhan Sopir Go-Car Berstatus Mahasiswa Tinggal Satu Pelaku Buron

Tyas Dryanrama

Palembang, BP–Setelah Tyas Dryanrama (19) yang menjadi otak pelaku perampokan disertai pembunuhan terhadap sopir taksi online Go-Car, Tri Widiyantoro (44) diserahkan ke pihak kepolisian, Sabtu (31/3) malam, aparat kepolisian masih memburu Hengky Sulaiman (20), satu dari empat pelaku. Sementara dua lainnya telah lebih dulu ditangkap, bahkan salah satu pelaku terpaksa ditembak aparat.

Tersangka Tyas yang berstatus mahasiswa semester III Jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya (Unsri) diserahkan ayahnya, Rahmat Kosamsi (50), ke Mapolda Sumsel.

Rahmat menyerahkan putranya tersebut karena dihantui rasa bersalah setelah anaknya tersebut melakukan perbuatan keji terhadap Tri, yang notabene masih satu almamater dengan pelaku, karena merupakan alumni Fakultas MIPA Unsri 1993.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, selama dalam pencarian petugas, Tyas tetap beraktivitas kuliah seperti biasanya. Namun Tyas menjadi kurang aktif kuliah setelah fotonya beredar di media pemberitaan dan media sosial (medsos).

Baca:  Melawan, Hengki Disikat Habis

Mengetahui menjadi buronan petugas, Tyas akhirnya memilih pulang ke kampung halamannya di Dusun III, RT9, Desa Mulya Jaya, Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dan melapor kepada orang tuanya.

Hingga akhirnya Tyas dengan ditemani orangtuanya mendatangi Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel untuk menyerahkan diri.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel AKBP Azis Andriyansyah membenarkan hal tersebut. “Benar, tersangka Tyas menyerahkan diri. Yang bersangkutan diantarkan bapak kandungnya sendiri,” ujar Azis.

Sementara itu Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, Tyas diketahui berperan sebagai otak dari tindak kejahatan tersebut.

Baca:  Hilang 40 Hari, Sopir Taksol Ditemukan Sudah Jadi Tengkorak

“Fakta itu (otak perampokan) diketahui dari pengakuan tersangka Bayu, bahwa Tyas merupakan mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan di Unsri,” ujarnya.

Dalam kejahatan tersebut, empat tersangka mengatur rencana dengan memesan taksi online. Aksi sadis itu mereka lakukan dengan berpura-pura memesan angkutan dari Jalan Kapten Anwar Arsyad, Pakjo, Palembang menuju Kenten Ujung, Banyuasin, pada 15 Februari.

Saat berada di areal kebun sawit Tanjung Lago, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, tersangka meminta berhenti dan ketika itulah salah satu dari mereka menjerat leher korban menggunakan tali tambang.

Sementara tersangka lain memegang tangan dan menutup mulut korban hingga tewas. Lalu, jasadnya dibuang ke semak-semak dan baru ditemukan polisi sudah menjadi tulang pada Jumat (30/3).

Baca:  Istri Tri Widyantoro Bersyukur Pelaku Tewas Ditembak

Dalam penelusuran, tersangka Poniman (21) ditembak mati karena berusaha melarikan diri saat diringkus polisi di kediamannya di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Lalan, Musi Banyuasin, Sumsel, Kamis (29/3).

Lalu, petugas meringkus tersangka Bayu (20) di Jalan Letnan Simanjuntak, Kecamatan Kemuning, Palembang. Dia terpaksa dilumpuhkan dengan sebelas tembakan di kakinya karena berusaha kabur.

“Hidup atau mati pelaku yang masih buron akan kita tangkap. Petugas masih terus memburu. Sebelum itu, silakan menyerahkan diri,” tegas Zulkarnain, Sabtu (31/3).

Lantaran terbilang sadis, menurut Kapolda, para tersangka akan dikenakan pasal berlapis. Yakni Pasal 340 KUHP, Pasal 338 dan Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman mati. “Saya pastikan dihukum seberat-beratnya, tiga pasal sekaligus,” tandasnya. # idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dodi- Giri Tampil Sempurna

Palembang, BP Debat terbuka ke II Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel yang dilaksanakam di Hotel Whyndam, Kamis (21/6) malam dinilai sebagai ...