Home / Pendidikan / Mendikbud Ajak Pendidik Sosialisaikan Bahasa Indonesia

Mendikbud Ajak Pendidik Sosialisaikan Bahasa Indonesia

SOSIALISASI: Dr Maryanto saat menyampaikan perkembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara pada sosialisasi yang digelar Balai Bahasa Sumsel, Kamis (29/3)

Palembang, BP
Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara menjadi keterampilan khusus yang dimiliki oleh semua orang. Utamanya adalah penggunaan bahasa tersebut di ruang publik yang saat ini semakin tergerus dan terdegradasi oleh bahasa asing dan bahasa daerah.
Pasalnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI belakangan ini menyoroti bahwa semua peran baik dari kalangan pemerintah daerah dan pendidik kurang menggelorakan bahasa Indonesia.
Demikian disampaikan oleh Ketua Bidang Pengendalian dan Penghargaan Pusat Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud RI Dr Maryanto dalam sosialisasi pengutamaan bahasa negara diruang publik yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumsel.
Dalam sosialisasi ini, selain dari kalangan pendidik sebagai peserta juga dari kalangan perwakilan pemerintahan. Selain menghadirkan perwakilan dari Kemendikbud sebagai pembicara juga melibatkan Dyah Susilawati perwakilan dari Balai Bahasa dan Thantowi Herijum yang merupakan Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya Sumsel.
“Kita hanya ingin menegaskan agar pemakaian bahasa sesuai dengan porsinya. Karena jelas, Balai Bahasa Pusat menghimbau agar budayakan bahasa indonesia, kuasai bahasa asing dan lestarikan bahasa daerah,”terang Maryanto.
Lanjut Maryanto, tapi ada yang lupa bahwa saat ini kecenderungan dari kalangan pemerintah dan pendidikan memasukkan sedikit penyampaian bahasa inggris dan bahasa daerah diruang publik. 
 
“Bahasa Indonesia ini adalah jati diri bangsa, kalau bukan kita orang Indonesia yang harus bangga siapa lagi. Oleh karena itu kami himbau kepada pendidik dan pemerintahan atau siapapun bahwa di ruang publik wajib menggunakan bahasa negara yakni bahasa Indonesia,”tegasnya. 
 
Sementara itu, Kasubag Tata Usaha Balai Bahasa Sumsel Dyah Susilawati menyampaikan bahwa ajang sosialisasi bahasa Indonesia merupakan ajang lima tahun sekali yang diperuntukkan bagi kalangan pemerintah daerah, Pemangku kepentingan, pendidik, dan mereka yang kerap menjadi pembicara diruang publik. 

 

“Dan ini merupakan salah program pusat bagaimana memartabatkan bahasa Indonesia,”terangnya.
Lanjut Dyah, jika melihat penurunan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik secara nasional maka Sumatera Selatan tentu mencoba terus melakukan edukasi dan sosialisasi agar bahasa Indonesia tetap digunakan terutama di ruang publik.
“Tapi Sumsel dalam hal ini masuk dalam kategori terbaik untuk kategori provinsi sedang. Provinsi sedang ini merupakan kategori wilayah berdasarkan populasi denhan lebih dari 10 provinsi di Indonesia,”pungkasnya. #sug
Baca:  HIMBI UBD Soroti Gejala Bahasa di Era 'Zaman Now'
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Tangkal Radikalisme dan Terorisme, FKPT Sumsel Gelar Literasi

Palembang, BP Berangkat dari upaya bentuk pencegahan tumbuhnya gerakan radikalisme dan terorisme di masyarakat Sumatera Selatan, Forum Koordinator Pencegahan Terorisme ...