Home / Headline / Ketika Museum Jadi Kunjungan Wajib Siswa Untuk Menimba Ilmu

Ketika Museum Jadi Kunjungan Wajib Siswa Untuk Menimba Ilmu

BP/IST
Suasana Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adabiyah 1 Palembang mengadakan kunjungan ke Museum Balaputra Dewa, Palembang dan Pabrik Teh Sosro di Palembang, Kamis (8/3).

Dikala sekolah-sekolah sudah melupakan dan meninggalkan Museum sebagai tempat menimba ilmu dan belajar Sumatera Selatan (Sumsel) dimasa lalu. Namun berbeda yang dilakukan Siswa –siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adabiyah 1 Palembang justru menjadikan kunjungan ke museum sebagai tempat pembelajaran dan menimba ilmu.

Dalam rangka menambah pengetahuan di luar lingkungan sekolah, Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adabiyah 1 Palembang mengadakan kunjungan ke Museum Balaputra Dewa, Palembang dan Pabrik Teh Sosro di Palembang, Kamis (8/3).
Mereka terdiri dari siswa-siswi dari kelas 5 yang berjumlah 60 yang terdiri dari 2 kelas 5 dan satu kelas 6 yang berjumlah 40 siswa dipimpin Kepala Sekolah MI Adabiyah I Palembang, Salma Spd dengan Koordinator kegiatan ibu Badariah.
Sesampainya d museum Balaputra Dewa, siswa-siswi ini langsung melihat koleksi museum yang ada. Mereka asyik mencatat dan bertanya kepada pihak museum tentang koleksi museum Balaputra Dewa.
Mereka tampak bangga sebagai warga Palembang. Dan kebanggaan itu tersirat di wajah-wajah lugu anak kelas 5 dan 6 ini.
Dengan teriakan “wong kito galo” dengan membusungkan dada mereka berpose disalah satu sudut ruangan museum Balaputra Dewa.
Dan mereka begitu kagum dengan Prasasti Boom Baru yang ternyata ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka lantaran jarak sekolah mereka MI Adabiyah 1 dan Pelabuhan boom baru sangatlah dekat hanya 15 menit ditempuh dengan berjalan kaki.

BP/IST
Suasana Siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI) Adabiyah 1 Palembang mengadakan kunjungan ke Museum Balaputra Dewa, Palembang dan Pabrik Teh Sosro di Palembang, Kamis (8/3).

Bahkan ada siswa yang mengungkapkan bahwa rumahnya dekat dengan tempat ditemukannya Prasasti Boom Baru tersebut, walau kondisi pelabuhan tersebut sudah berubah karena adanya pembangunan.
Bukan hanya karena prasasti Boom Baru yang ditemukan di sekitar mereka, tetapi mereka sangat bangga akan kejayaan Kerajaan Sriwijaya sebagai kerajaan maritime terbesar di nusantara.
Siswa-siswi ini mengelilingi museum dengan rasa bangga dan diantara mereka ada yang berteriak yel-yel.. Sriwijaya.. Sriwijaya.. Sriwijaya !!!
Kepala Sekolah MI Adabiyah I Palembang, Salma Spd berharap siswa-siswi MI Adabiyah I Palembang bisa memahami sejarah terutama sejarah lokal Palembang yang patut dibanggakan sebab Palembang sudah terkenal sejak zaman Kerajaan Sriwiaya dan Kesultanan Palembang.
“Diharapkan siswa-siswi MI Adabiyah 1 Palembang bangga sebagai warga Palembang sehingga mereka bisa menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah Palembang,” katanya.
Sebelumnya siswa-siswi ini mengunjungi Pabrik Teh Sosro di Jalan Camat I Km 17 Sukajadi II Talang Kelapa Banyuasin dan disambut perwakilan Pabrik Teh Sosro Kak Ade dan Kak Evita.
Dipabrik ini diharapkan siswa mampu memahami akan pentingnya suatu pabrik dengan pengolahan limbah industri yang baik sehingga tidak mengganggu ekosistem di sekitar pabrik serta meningkatkan kecintaan siswa terhadap hasil karya bangsa.
Di Pabrik PT Sinar Sosro ini dijelaskan bagaimana proses teh Sosro yang mereka kenali tersebut bisa ketangan mereka. Di Pabrik ini mereka tidak hanya melihat proses pembuatan Teh Sosro tetapi mereka melihat bagaimana pengolahan limbah industri.
Di sela-sela penjelasan Kak Ade dan Kak Evita, siswa-siswa ini bertanya bagaimana asal muasal Pabrik ini bisa berdiri. Rasa kagum dan bangga tampak jelas diraut wajah siswa-siswa ini saat mengetahui bahwa PT Sinar Sosro ini dibangun oleh warga Indonesia, yaitu dari keluarga Sosrojoyo.
Dan mereka juga bangga bahwa PT Sinar Sosro telah memilih Palembang menjadi salah satu tempat memproduksi hasil perusahaan ini.
Saat keluar Pabrik, menuju tempat limbah industri, tiba-tiba ada beberapa anak berteriak” limbah industri kelolah dengan baik akan membawa manfaat baru”. Saat didekati, siswa-siswa ini tersipu malu. Limbah industri dari pabrik ini dimanfaatkan untuk dijadikan pupuk tanaman di area pabrik.Dan air limbah juga untuk menyiram tanaman. Hal ini sesuai dengam materi pelajaran mereka di kelas.
Menurut Kepala Sekolah MI Adabiyah I Palembang, Salma Spd dengan mengunjungi pabrik PT Sinar Sosro ini siswa-siswi kelas 5 dan kelas 6 memahami bagaimana pengolaham barang mentah menjadi bahan produk siap pakai.
“Ini bagian pembelajaran materi mereka di dalam kelas yang mereka bisa lihat di lingkungan di luar sekolah,” katanya.#Dudy Oskandar

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPU Sumsel Serahkan Salinan SK Penetapan Gubernur Terpilih ke DPRD Sumsel

Palembang, BP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan (Sumsel) secara resmi menyerahkan salinan Surat Keputusan (SK) Penetapan Gubernur dan Wakil ...