Home / Sumsel / PALI / Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati PALI, Desak PT GBS Serahkan Lahan ke Masyarakat

Ratusan Massa Kepung Kantor Bupati PALI, Desak PT GBS Serahkan Lahan ke Masyarakat

Massa yang mendatangi kantor Bupati PALI dikawal ketat aparat kepolisian. BP/YA HABIBIE

PALI, BP–Ratusan warga Desa Prambatan, Kecamatan Abab, Kabupaten PALI kembali mendatangi kantor Bupati PALI di jalan Merdeka, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Kamis (22/2). Kedatangan ratusan warga yang dikomandoi oleh LSM Serampuh itu mendesak agar PT Golden Blosoom Sumatera (GBS) segera menyerahkan lahan seluas 3.030 ha ke masyarakat.

Pantauan BeritaPagi di lapangan, ratusan warga yang datang dikawal ketat oleh pihak kepolisian dari empat Polsek yang ada di Bumi Serepat Serasan dan Sat Pol PP Kabupaten Talang Ubi. Suasana sedikit memanas, ketika pihak PT GBS yang datang terlambat dalam hal mediasi. Setelah pihak GBS datang, barulah dilakukan mediasi antara perwakilan massa dengan PT GBS ditengahi oleh Pemkab PALI dalam hal ini dilakukan oleh Asisten 1 Setda Kabupaten PALI disaksikan oleh Asisten 2 dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten PALI.

Baca:  Tim Buser Talang Ubi Sikat Pelaku Pungli

Saat mediasi pun ketegangan terjadi ketika perwakilan dari PT GBS salah bicara dan memancing kemarahan perwakilan massa. Aksi tunjuk puk tak terelakkan lagi, bahkan kedua belah pihak sudah sama-sama berdiri. Dijelaskan Soni Fernando, ketua LSM Serampuh, bahwa kedatangan dirinya beserta ratusan warga Prambatan itu untuk menindaklanjuti permasalahan kemarin mengenai lahan yang belum diserahkan oleh PT GBS ke masyarakat seluar 3030 hektare.

Baca:  Ketua DPRD Janji Lunasi Utang Pada Media

“Disamping itu juga, kami menuntut agar lahan PT GBS diukur ulang. Kemudian, mengenai lahan 3030 hektare itu, kami ada buktinya yaitu perjanjian tahun 2005, di mana asa lahan seluas 16 ribu ha. Pembagiannya 8.000 ha inti, dan 8.000 ha plasma. Nah, sementara hingga saat ini yang baru diserahkan oleh PT GBS seluas 4.970 ha,” ungkap Soni.

Sementara itu, Kun, perwakilan dari PT GBS, mengatakan bahwa pihaknya sepakat untuk dilakukan pengukuran ulang. “Pada prinsipnya kita sudah sepakat dengan pemerintah dan masyarakat setelah rapat mediasi hari ini (kamis, red). Pemerintah akan memutuskan seperti apa, kita akan ikuti. Kalau memang belum ada diperuntukkannya, pasti diserahkan ke masyarakat,” jelasnya.

Baca:  Deri Ditemukan Tewas di Sungai Pantura

Sementara itu, Asisten 1 Setda PALI menerangkan bahwa dari rapat mediasi kali ini, antara pihak GBS dan masyarakat telah menandatangi kesepakatan.
“Salah satu isi kesepakatan itu, akan dilakukan pengukuran ulang lahan, yang kedua apabila dalam pengukuran nanti terdapat lahan yang belum diserahkan masyarakat, maka pihak GBS bersedia menyerahkannya,” jelasnya.

Namun, karena biaya pengukuran ulang cukup besar, maka kemungkinan besar akan diajukan oleh Dinas Pertanian pada anggaran perubahan. “Tapi, kalau ingin cepat bisa digunakan dana koperasi, karena kalau dari Pemda akan lama, menunggu APBD perubahan,” tukasnya seraya mengatakan bahwa kedua belah pihak menerima hasil kesepakatan tesebut.#hab

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Dewan Pendidikan PALI Nilai Terjadinya Kemerosotan Budi Pekerti Murid

PALI, BP–Penganiayaan berujung maut yang dilakukan seorang murid SMAN 1 Torjun, HI (17), kepada gurunya, Ahmad Budi Cahyono (26), memunculkan ...