Home / Headline / Ketua Bawaslu Sumsel Marah Besar

Ketua Bawaslu Sumsel Marah Besar

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Junaidi SE Msi saat marah saat memberikan sambutan dalam acara jalan sehat dalam deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi Sara dalam pilkada serentak tahun 2018 di halaman kantor Bawaslu Sumsel, Rabu (14/2).

Palembang, BP
Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Junaidi SE Msi marah besar lantaran hanya dua partai politik (parpol ) yang hadir dalam acara jalan sehat dalam deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi Sara dalam pilkada serentak tahun 2018 di halaman kantor Bawaslu Sumsel, Rabu (14/2).
Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Sumsel H Alex Noerdin di wakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sumsel, Akhmad Yusuf Wibowo , Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI AM Putranto , Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain, Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel Ir H Iriadi Ms dan anggota Bawaslu Sumsel Iin Irwanto, ST MM, Junaidi S.E, M.Si, dan Iwan Ardiansyah, SH, Ketua KPU Sumsel Aspahani.
“Adakah kita dari partai politik mohon teman –teman parpol untuk unjuk tangan , namun hanya Nasdem dan PAN yang hadir. “Padahal kita undang 12 partai politik , tidak hadir, artinya apa , semua bisa menjawab, hari pertama Bawaslu Sumsel mengundang partai politik yang kita verifikasi beberapa waktu yang lalu satupun tidak hadir, Nasdem yang lain mana, dua partai dari 12 partai, jangan hanya Bawaslu diundang saat verifikasi tetapi acara Bawaslupun kita harus di hargai, anda saatnya nanti butuh Bawaslu, bukan hanya Bawaslu butuh anda, tolong teman-teman media catat apa yang kami sampaikan ,” katanya.
Menurutnya, pengawasan adalah nomor 1, dan partai politik pada saatnya akan di awasi.
Selain itu dia mengatakan, acara deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi Sara bergaung dimana-mana.
“Hari ini semua pimpinan partai politik tidak hadir di acara Bawaslu , walaupun hanya ada dua partai yang hadir di acara Bawaslu Provinsi Sumsel, kecewa, kita sampaikan kecewa, tapi ini fakta dan realita, bahwa partai politik sebagian besar tidak peduli dengan penyelenggara pemilu,” katanya.
Tapi tidak soal bagi Bawaslu Sumsel, hadir atau tidak hadir itu urusan partai politik.
Sedangkan Anggota Bawaslu Sumsel Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Iin Irwanto , ST, MM mengatakan, 27 Juni 2018 Sumsel akan memilih Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel dan 9 kabupaten kota di Sumsel juga memilih bupati dan wakil bupati, Walikota dan Wakil Walikota.
“Mau tidak mau amanat undang-undang lima tahun sekali kita harus memilih pemimpin , memimpin adalah sejatinya adalah amanah, pilihan rakyat utusan rakyat, karena itu dibatasi lima tahun kita memilih kembali, ini adalah aturan , ini amanah undang-undang No 10 tahun 2016 tentang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur , bupati, wakil dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota ,” katanya.
Iin mengajak masyarakat Sumsel memilih 27 Juni 2018 memilih pemimpin yang betul-betul bisa menjalankan amanah rakyat untuk mewujudkan kesejahteraan umum, kecerdasan bangsa dan keadilan sosial.
“Mari kita harap pesta demokrasi dengan riang gembira, bukan dengan ketegangan-ketegangan tapi kita bangun midset , kita pahami paradigma bahwa demokrasi adalah hak seluruh dan rakyat Indonesia, masyarakat yang berumur 17 tahun , sudah menikah atau pernah menikah, silahkan menggunakan hak pilihnya sebagai warga negara yang baik dan bertanggungjawab,” katanya.
Dan hari ini Bawaslu Sumsel mendeklarasikan tolak dan lawan politik uang dan politisasi sara.
“Politik uang dan politisasi sara adalah sandiwara menuju kehancuran, siapa yang melakukan politik uang dan politisasi sara sebenarnya dia sedang bersandiwara menuju kehancuran , karena negara yang kuat adalah negara yang menghargai hak pilih warga masyarakat, negara yang mendidik masyarakat untuk mengerti bagaimana menggunakan hak pilihnya, kami hari ini mengajak untuk tolak politik uang dan politisasi sara, kita berharap dengan demokrasi yang kita hadapi ini kita akan membangun daerah kita menjadi provinsi yang maju, provinsi yang sejahtera dan provinsi yang berkeadilan,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Berebut Penumpang, Sopir Bus Kota Dihabisi Rekan Seprofesi

Palembang, BP–Diduga persoalan berebut penumpang, Febri (42) sopir bus kota jurusan Kertapati-KM 12 tewas dikeroyok sesama sopir di depan Hotel ...