Home / Headline / Tekuk Arema 3-1, Sriwijaya FC ke Semifinal Piala Presiden

Tekuk Arema 3-1, Sriwijaya FC ke Semifinal Piala Presiden

Surakarta, BP–Skor 1-3 menjadi hasil akhir pertandingan Arema menghadapi Sriwijaya FC dalam laga fase 8 besar Piala Presiden 2018.

Eks bomber andalan tim Singo Edan, Alberto Goncalves alias Beto, turut membunuh mantan klubnya itu dengan gol pamungkasnya yang memastikan SFC meraih tiket ke semifinal Piala Presiden 2018.

Babak empat besar menganut sistem home dan away yang akan berlangsung 10 dan 13 Februari mendatang.

Kemenangan SFC dari Arema FC di Stadion Manahan, Solo, Minggu (4/2) malam, berkat gol yang dicetak Bio Paulin menit ke-67 lewat sundulan, lalu Abimanyu dari tendangan bebas dan Alberto Goncalves menit ke-86, memanfaatkan sodoran Manuchekhr Dzalilov. Sementara gol Arema FC dicetak Nur Hardianto dari titik putih menit ke-81.

Pelatih SFC Rahmad Darmawan mengatakan, pertandingan ini berjalan sangat menarik dan menguras tenaga. Hal tersebut lantaran kedua tim punya materi pemain yang bagus.

“Babak pertama, mereka bermain sabar, menunggu kesalahan kita. Kami sedikit lambat dalam merespons strategi lawan. Tapi babak kedua, pemain merespons dengan sangat baik,” ucapnya.

Pada babak pertama, kedua tim bermain lebih berhati-hati. SFC terus menekan Arema. Namun terbentur pertahanan kokoh yang digalang Purwaka Yudi.

Di babak kedua, performa SFC membaik. Ditandai dengan koordinasi antarlini yang mulai meningkat.

“Ritme permainan di babak kedua jauh lebih baik,” ucapnya.

Arema mendapatkan hadiah penalti menit ke-62, setelah Bio Paulin dianggap menjatuhkan Dedik. Beruntung tidak membuahkan gol karena Teja Paku Alam sukses mementahkan eksekusi Dedik Setiawan.

Baca:  SFC Ingin Taklukan Starball

“Saya apresiasi kerja keras seluruh pemain. Apalagi di babak kedua, kita bermain dengan tempo tinggi, tapi stamina pemain sama sekali tidak turun,” ucapnya.

Tak hanya soal fisik, RD menyebut jika anak asuhnya punya mental kuat. Arema sempat dihadiahi wasit penalti, tapi Teja berhasil mengagalkannya peluang emas itu.

Bio Paulin menebus kesalahannya. Ia berhasil mencetak gol pertama lewat sundulan memanfaatkan prosesi sepak pojok. Meski bertanding di bawah tekanan ribuan Aremania, RD melihat SFC justru bermain lebih garang di laga ini.

“Kita berikan apresiasi atas kerja keras pemain dan semangat juang pemain,” ujarnya.

Sementara itu Pelatih Arema FC Joko Susilo mengakui, anak asuhnya kalah mental. SFC jauh lebih baik dalam menghadapi tekanan di pertandingan.

“Awalnya, kita tidak bisa memaksimalkan penalti. Itulah yang menyebabkan mental pemain turun,” ucapnya.

Menurut dia, SFC besutan RD lebih unggul soal jam terbang. Permainan SFC jauh lebih matang dari tim besutannya, sehingga Arema kesulitan dalam mengimbangi.

“Sebenarnya kalau kualitas pemain sama saja. Mereka lebih baik mental dan kematangan,” ucapnya.

Laga baru berjalan dua menit, SFC langsung mendapat shock therapy dari striker Arema FC, Dedik Setiawan, melalui tendangan kerasnya dari luar kotak penalti. Sayang, bola masih belum menemui sasaran.

Meski kalah dalam hal materi pemain, Arema ternyata mampu menguasai jalannya pertandingan. Pressing yang dilakukan anak-anak Malang, berjalan dengan baik, sehingga SFC kerap kesulitan menembus pertahanan Arema.

Baca:  Gelandang Petarung Asli Sumsel

Setelah sabar membongkar rapatnya bek Arema, SFC akhirnya mempunyai peluang pada menit ke-21, melalui bola lambung yang diangkat oleh Adam Alis ke dalam kotak penalti, nyaris disambar oleh Beto. Tak ingin diserang terus, Arema pun coba membangun serangan. Hasilnya mereka juga mampu menciptakan peluang emas, melalui Dedik menit ke-29.

Dedik lepas dari kawalan di dalam kotak penalti saat menerima operan Hanif namun sayang tembakannya melebar. Lagi-lagi Arema kembali mendapat peluang melalui tendangan bebas, pada menit ke-31.

Lini belakang SFC gagal mengantisipasi bola dengan sempurna, hingga bola liar disambar Rodrigo, namun bola membentur salah satu pemain SFC yang hanya berbuah tendangan sudut. Hingga waktu memasuki menit ke-40, kedua tim saling jual beli serangan.

Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat kedua masih belum bisa menggetarkan jala gawang masing-masing lawannya. Skor 0-0 bertahan hingga babak pertama usai.

Babak kedua baru dimulai, SFC langsung berinisiatif melakukan serangan. Peluang pun berhasil mereka ciptakan, melalui tandukan Dzalilov menit ke-46, akan tetapi masih belum menemui sasaran. Entah apa yang diinstruksikan RD di ruang ganti, para pemain SFC tampil lebih baik di babak kedua.

Permainan satu dua-nya mampu membuat repot barisan pertahanan Arema. Tak ingin diserang terus, Arema mencoba keluar dari tekanan. Hasilnya, berawal dari kerja sama Atayew, Dedik, dan Rivaldi mampu mengancam gawang Teja Paku Alam menit ke-57, namun Arema belum bisa menjebolnya.

Baca:  Hyun Koo Dapat Pujian

Berselang satu menit, Arema kembali dapat peluang emas pada menit ke-58 melalui tendangan bebas. Sayang, sepakan Atayew masih belum bisa menemui sasaran. Petaka buat SFC, pada menit ke-62 mereka dihukum penalti setelah Bio menjatuhkan Dedik di dalam kotak penalti.

Akan tetapi, hadiah penalti yang didapat Arema tidak mampu dimanfaatkan dengan baik, lantaran tendangan Dedik yang jadi algojo mampu dimentahkan oleh Teja Paku Alam. Skor 0-0 masih belum berubah. Kebuntuan akhirnya pecah, melalui tandukan Bio Paulin pada menit ke-67 yang menyambut sepak pojok. Bola sundulannya berhasil merobek jala gawang Arema. Skor berubah 1-0.

Jala gawang Kartika Aji kembali bergetar melalui Syahrian Abimanyu pada menit ke-72. Tendangan bebasnya melaju deras, dan tak bisa dihentikan Aji. Skor berubah jadi 2-0.

Upaya Arema mengejar ketertinggalan akhirnya berbuah hasil. Singo Edan kembali mendapat hadiah penalti menit ke-83. Nur Hadrianto yang jadi algojo berhasil melakukan tugasnya dengan baik. Skor berubah jadi 2-1.

Namun Arema kembali kecolongan jelang berakhirnya pertandingan. Pada menit ke-85, SFC sukses memperbesar keunggulan melalui Beto. Skor 3-1 bertahan hingga laga usai. Sriwijaya FC berhak lolos ke semifinal Piala Presiden 2018.#zal

 

x

Jangan Lewatkan

Penjahat Lintas Kabupaten Dilumpuhkan Dengan Tembakan

PALI, BP–Anuar alias Nuar (43), anggota komplotan penjahat antar kabupaten tak berdaya setelah dua butir timah panas anggota Unit Reskrim ...