Home / Sumsel / Musi Banyuasin / RSUD Sekayu Perkuat Pelayanan Penyakit Jantung

RSUD Sekayu Perkuat Pelayanan Penyakit Jantung

Bupati Muba H Dodi Reza Alex meninjau CT Scan dan Kamar Operasi IGD, RSUD Sekayu.

Sekayu, BP–Pengembangan dan pembenahan terus dilakukan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu mulai dengan penambahan failitas sarana dan prasarana kesehatan, tenaga media, hingga pengembangan gedung yang ada.

 Ke depan, bangunan RSUD Sekayu akan diperluas menjadi empat lantai yang begitu memadai. Tak tanggung-tanggung, pembangunan akan menelan dana sekitar Rp 135 miliar.

“Starting up pembangunan ini direncanakan dilakukan tahun 2019,” kata dr Makson.

Baca:  Guru di Muba Belajar Sampai ke Australia

Selain itu akan ada penambahan dua dokter spesilias jantung. “Penambahan dua dokter ini untuk memperkuat posisi RSUD Sekayu yang kini memiliki tiga dokter spesilias jantung,” tegasnya.

Penambahan dokter  itu, lantaran banyaknya pasien yang harus dilayanis sekarang ini. RSUD Sekayu, saat ini sudah lmemiliki treatmell, USG Jantung, diagnostik medical check up serta lainnya. Upaya pengembangan RSUD itu, demi mewujudkan RSUD Sekayu rumah sakit rujukan regional.

Baca:  Peremajaan Sawit Indonesia Dimulai dari Muba

Mulai dari rujukan Kabupaten PALI, Mura, Banyuasin, serta lainnya. “RSUD Sekayu telah meraih rumah sakit type B dengan akreditasi paripurna KARS serta sertifikasi ISO 9001:2015,” tegasnya. Naiknya kelas RSUD Sekayu type B itu sangat memengaruhi pendapatan rumah sakit sekarang ini.

Ketika pendapatan RSUD Sekayu tipe C mencapai Rp68-70 miliar, dipastikan kenaikan pendapatan sekitar 20 persen sekarang ini. “Belum lagi, kucuran dana dari Kementerian Kesehatan akan masuk ke RSUD Sekayu,” katanya. RSUD Sekayu menargetkan melayani pegawai dan karyawan perusahaan pertambangan dan perkebunan yang beroperasi di Kabupaten Muba.

Baca:  Bupati Dodi Raih Penghargaan Pembina Olahraga di Haornas 2017

Dokter Spesialis Bedah, dr Erty Sundarita, SpPD, mengatakan, pembenahan tak hanya dilakukan pada sarana dan prasarana rumah sakit saja, melainkan difokuskan pada penataan sumber daya manusia (SDM), mulai tenaga dokter, perawat, serta lainnya.

“Sistem reward dan punishment diberlakukan kepada petugas dalam melayani kesehatan pasien yang ada,” tegasnya. Berbagai studi banding ke berbagai negara dilakukan demi mewujudkan RSUD Sekayu bertaraf Internasional.#arf

x

Jangan Lewatkan

Jadi Ketua Tikor Bansos Pangan, Sekda Muba Pastikan Penyaluran Tepat Waktu

Jakarta, BP–Terhitung Januari 2018 Program Subsidi Beras (Rastra) berubah nama menjadi Bantuan Sosial Rastra (Bansos Rastra) dan Bansos Rastra akan ...