Home / Palembang / Flyover Angkatan 66 Tunggu Kesiapan Lahan

Flyover Angkatan 66 Tunggu Kesiapan Lahan

Kasatker P2JN Provinsi Sumsel BBPJN Wilayah V Dadi Muradi, saat menunjukkan desain Flyover Angkatan 66.

Palembang, BP — Rencana pembangunan Flyover Angkatan 66 akan diusulkan Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah V ke Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mengurai kemacetan di kawasan tersebut.

Kasatker P2JN Provinsi Sumsel BBPJN Wilayah V Dadi Muradi mengatakan, flyover ini akan menghubungkan Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan R Soekamto. Pihaknya telah menyiapkan desain dan studi kelayakan Flyover Angkatan 66 itu sementara menunggu kesiapan lahan.

“Kita tinggal ajukan ke kementerian, desain sudah selesai termasuk studi kelayakan pembangunan flyover itu,” katanya, Rabu (3/1).

Pembangunan FO Simpang Angkatan 66 ini direncanakan akan diajukan tahun ini dan akan direalisasikan tahun depan. Pembanguan flyover Angkatan 66 ini direncanakan akan dilakukan secara multi years 2 tahun, mulai dari 2019. Dana yang diperlukan untuk pembangunan FO ini sebesar Rp300 miliar.

“Dana ini dari pusat, tinggal nanti pemerintah setempat yang menentukan pembebasan lahannya. Tapi saat ini lahan yang akan digunakan belum siap,” ujarnya.

Dadi mengatakan, untuk ketersediaan lahan ini, pihaknya masih mengunggu pemerintah daerah, baik itu provinsi atau pun kota yang akan melakukan pembebasan lahan. Mau atau tidak menyiapkan lahan dengan melakukan pembebasan.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan Kepala Dinas PUPR Kota Palembang soal lahan yang akan dibangun flyover ini, memang baru secara lisan belum dilakukan secara resmi,” katanya.

Menurutnya, kepastian ketersedian lahan ini penting karena ini menjadi salah satu bahan untuk pengajuan ke pusat. “Desainnya sudah ada, studi kelayakan sudah ada, setelah lahannya sudah pasti baru kami akan melalukan presentasi ke pusat. Kalau lahannya saja belum ada bagaimana mau disetujui,” jelasnya.

Dikatakannya, pembangunan flyover ini, lahan yang harus dibebaskan seluas 741,94 hektar. Pada lahan yang harus dibrbaskan terdapat lahan dan bangunan milik masyarakat dan pemerintah. “Pembebasan lahan ini biasanya dilakukan oleh pemda dan dananya juga dianggarkan oleh pemda,” terangnya.

Secara umum, flyover yang juga berada di Simpang Sekip Ujung ini tidak akan jauh berbeda dengan flyover sebelumnya. “Flyover ini nanti akan membentang sepanjang 456 meter mulai dari Basuk Rahmat hingga R Soekamto dengan lebar jembatan 22 meter,” ujarnya. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

ST12 ‘Ngamen’ di LRT Sumsel

Palembang, BP — Berada di Kota Palembang, Band ST12 berkesempatan menjajal kereta api ringan atau Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan. ...