Home / Bisnis / Transaksi Dengan Kantong Kresek, Agar Tak Terdeteksi Pajak

Transaksi Dengan Kantong Kresek, Agar Tak Terdeteksi Pajak

Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Babel M Ismiransyah M Zain

Palembang, BP–Pencapaian pajak di Sumsel dan Babel meleset dari target. Penerimaan pajak orang pribadi masih menjadi catatan hitam. Pengusaha besar bersiasat melakukan transaksi dengan kantong kresek sehingga tidak terdeteksi.

Direktorat Jenderal Pajak Sumatera Selatan dan Bangka Belitung merilis pencapaian pajak tahun 2017, sebesar 12,5 triliun (netto) atau 82,12 persen dari target Rp15,262 triliun dan Rp13,9 triliun atau 91,06 persen (bruto).

Dari pencapaian tersebut, penerimaan pajak orang pribadi masih menjadi catatan hitam. Penerimaan pajak pada sektor ini baru mencapai 74,78 persen dari target Rp8,7 triliun secara bruto. Bahkan realisasi penerimaan wajib pajak (WP) di atas Rp4,8 miliar atau WP yang memilih pembukuan baru mencapai Rp70,10 miliar.

Baca:  Hari Pertama Pemutihan Pajak, Kantor Samsat Penuh Sesak

Kepala Kanwil DJP Sumsel dan Babel M Ismiransyah M Zain mengatakan, kendala penerimaan pajak pada sektor orang pribadi  lebih pada masalah WP yang masih menggunakan tunai saat transaksi. Bahkan pengusaha kelas besar sering melakukan transaksi yang tidak terdeteksi oleh petugas.

“Misal pengusaha tersebut melakukan pembelian kebun sawit. Pembelian tersebut kemudian dibayar pakai uang tunai dengan kantong kresek, maka transaksi tidak terdeteksi,” katanya saat rilis penerimaan pajak, di aula Kanwil DJP Sumsel Babel, Senin (2/1).

Rendy, sapaan akrab Ismiransyah, mengatakan, tahun ini pihaknya membuka layanan call center kepada masyarakat yang menemukan transaksi semacam ini. Pihaknya akan turun ke lapangan guna mengkroscek transaksi tersebut untuk dijadikan potensi penerimaan pajak.

Baca:  Selesaikan Tunggakan Pajak Kendaraan Bermotor Di Sumsel

“Kami yakin banyak WP, terutama pengusaha-pengusaha yang melakukan transaksi secara tunai. Maka itu beri informasi kepada kami, guna memaksimalkan penelusuran wajib pajak,” katanya.

Selain itu, Rendy didampingi beberapa stafnya mengakui, masih banyak WP yang membagi-bagi jumlah uang ke banyak rekening agar tidak bisa dicek melalui perbankan. Cara ini pun akan diantisipasi guna mendeteksi penerimaan pajak. “Termasuk membagi-bagi jumlah uang pada rekening, ke saudara atau teman, kolega dan sebagainya, dan ini yang kami akan telusuri,” jelas Rendy.

Baca:  DJP Ingatkan TA Segera Berakhir

Sementara itu, dari data yang dihimpun di lapangan, penerimaan pajak Sumsel Babel tahun 2017 pada beberapa Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tembus di atas 100 persen. Namun ada juga yang kurang dari 100 persen.

Pajak penghasilan mencapai Rp6,47 triliun, dengan kontribusi 51,7 persen dari total penerimaan dengan pertumbuhan minus 0,76 persen dibandingkan tahun lalu. PPN dan PPnBM mencapai Rp4,43 triliun dengan kontribusi 35,4 persen dengan pertumbuhan 5,8 persen.

Sektor terbesar menyumbang penerimaan pajak yakni sektor perdagangan dengan kontribusi mencapai 22,55 persen dari total penerimaan, kemudian pertambangan dan penggalian 11,2 persen. #ren

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pesona Adu Skill Jam Session MLD SPOT Jazz N Blues

Palembang, BP Suasana di Ranting Coffee Kamis, (23/5) malam tampak lebih ramai dari biasanya. Tampak mulai pukul 21.00 beberapa musisi ...