Home / Bisnis / 3,4 Juta Warga Sumsel Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

3,4 Juta Warga Sumsel Belum Terdaftar BPJS Kesehatan

Erna Wijaya Kesuma, MM, AAK

Palembang, BP–Jutaan warga Sumatera Selatan belum mengikuti program jaminan kesehatan nasional yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Kedeputian Wilayah Sumsel, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu mencatat hingga saat ini masih terdapat sekitar 3,4 juta warga yang belum mengikuti program tersebut.

             Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu dr Erna Wijaya Kesuma, MM, AAK mengatakan, jika sampai saat ini jumlah warga di Sumsel yang memiliki kartu BPJS Kesehatan baru 57,7 persen atau tercatat sebanyak 4.703.399 orang dari jumlah penduduk sekitar 8.146.207.

“Artinya yang belum terdaftar jaminan kesehatan sedikitnya 3.442.808 warga. Jadi memang masih banyak masyarakat di Sumsel yang belum mendaftar,” ujar dr Erna, Selasa (2/1).

Diakui Erna, jutaan warga di Sumsel yang belum mendaftar kebanyakan yang bergabung di perusahaan mikro-mikro atau perusahaan kecil seperti itu. Sedangkan mereka yang bergabung di dalam perusahaan makro rata-rata sudah memiliki BPJS Kesehatan.

Baca:  BPJS Kesehatan Alami Defisit

Dengan kondisi banyak masyarakat yang belum mengikuti jaminan kesehatan tersebut, kata dia, berdampak terhadap pencapaian Universal Health Coverage (UHC), sehingga hingga saat ini Sumsel belum mencapai UHC. Mengingat pencapaian Sumsel hanya 57,7 persen, sementara target pencapaian harus 95 persen.

Ia juga menambahkan, di 2017 ini 95 persen atau 489 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota sudah terintegrasi dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) melalui program JKN-KIS. Tercatat 3 provinsi (Aceh, DKI Jakarta dan Gorontalo), 67 kabupaten dan 24 kota sudah lebih dulu UHC di 2018. Kemudian yang berkomitmen akan menyusul UHC lebih awal, yakni tiga provinsi (Jambi, Jawa Barat dan Jawa Tengah), serta 59 kabupaten dan 15 kota.

Menurutnya, untuk Kedeputian Wilayah Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu, kabupaten/kota yang telah melakukan integrasi terhadap program JKN-KIS yaitu, Kabupaten OKI, Muba, Palembang, Banyuasin, OI, OKU, Muaraenim, Prabumulih, OKU Timur, OKU Selatan, Lahat, Musirawas, Musirawas Utara, Lubuklinggau, Pagaralam, Empatlawang, Pangkalpinang, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, Belitung, Belitung Timur, Muko-muji, dan lainnya. Sedangkan yang sudah UHC adalah Kabupaten Belitung jumlah peserta 150.171 jiwa.

Baca:  DPRD Sumsel Tak Setuju Iuran BPJS Naik

“Saat ini peran Pemda sudah sangat baik, khususnya dari segi komitmen dalam mendaftarkan warganya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program Jamkesda. Kami juga sangat berterima kasih kepada Pemda yang sudah mendorong UHC di daerah masing-masing dan kami harap seluruh Pemda dapat melakukan hal itu, mendukung dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 tahun 2004,” jelas dr Erna.

 

 

Dijelaskan dia, dukungan dan peran serta Pemda sangatlah strategis dan menentukan dalam mengoptimalkan Program JKN-KIS, setidaknya terdapat tiga peran penting diantaranya memperluas cakupan kepesertaan mendorong UHC, meningkatkan kualitas pelayanan dan peningkatan kepatuhan.

Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu juga, lanjutnya, sudah mengeluarkan instruksi khusus yang tertuang dalam lnstruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional. Inpres ini menginstruksikan kepada 11 pimpinan Iembaga negara untuk mengambil langkah sesuai kewenangannya dalam rangka menjamin keberlangsungan dan peningkatan kualitas Program JKN-KIS.

Baca:  5 Pemda Masih Telat Bayar BPJS Kesehatan

Dia juga menjelaskan, untuk Kedeputian Wilayah Sumsel, Kepulauan Bangka Belitung dan Bengkulu telah bermitra dengan 1.194 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 568 puskesmas, 332 dokter praktik perorangan, 55 dokter praktik gigi perorangan, 172 klinik pratama dan 39 klinik POLRI, 27 klinik TNl.

Selain itu, sambung dr Erna, pihaknya telah bekerjasama dengan 151 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 100 rumah sakit (termasuk di dalamnya sembilan klinik utama), 21 apotek, serta 30 optik.

“Hasil survei dari PT Frontier Consulting Grup, di 2017 angka kepuasan peserta JKN-KIS mencapai 79,5 persen, sementara indeks kepuasan fasilitas kesehatan yang melayani pasien JKN-KIS secara total 75,7 persen. Angka tersebut sampai saat ini masih sejalan angka yang ditetapkan pemerintah. Kita harap nanti dapat terintegrasi sehingga terjadi pencapaian UHC,” pungkasnya. #rio

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Saldo Rekening Nasabah BNI di Palembang Jutaan Rupiah Raib

Palembang, BP Uang jutaan rupiah milik nasabah Bank Negera Indonesia (BNI) di Palembang yakni Sofyan dan Kiagus tiba-tiba saja raib. ...