Home / Headline / 1,5 Kg Shabu dan 1.000 Ekstasi Gagal Beredar di Malam Tahun Baru

1,5 Kg Shabu dan 1.000 Ekstasi Gagal Beredar di Malam Tahun Baru

Polisi menunjukkan 1,5 kg Shabu dan 1.000 butir ekstasi yang gagal beredar di Malam Tahun Baru.

Palembang, BP–Sebanyak 1,5 kilogram shabu dan 1.000 butir pil ekstasi yang diduga untuk pasokan di malam pergantian tahun di Palembang gagal beredar.

 Peredaran barang haram bernilai miliaran rupiah tersebut digagalkan setelah anggota Satres Narkoba Polresta Palembang menangkap kurir bernama Rizki (31), pada 30 Desember lalu.

Penyergapan di Jalan Pengadilan, Kelurahan Karya Baru, Kecamatan Alang-alang Lebar tersebut sempat membuat heboh warga sekitar, setelah petugas melepaskan tembakan ke udara untuk menghentikan pelaku yang sempat berusaha meloloskan diri.

Baca:  Pangdam II/Sriwijaya, Prajurit Terlibat Narkoba Akan Dipecat

Saat dihadirkan dalam gelar tersangka dan barang bukti di Mapolresta Palembang,

warga Jalan Kapten A Rivai, Lorong Pakjo, Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan IB I ini mengaku baru pertama kali mengantar narkoba.

“Awalnya saya ditelpon seseorang, lalu diajak ketemu di belakang RS Charitas. Disana saya disuruh mengantar barang ini ke pembeli di tempat saya ditangkap,” ujar Rizk, Selasa (2/1).

Baca:  Ditangkap Bawa Shabu 2 Kg, Akui Sudah Bawa 14 Kg

Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini nekat ambil bagian dalam peredaran narkoba dengan menjadi kurir karena tergiur upah sebesar Rp1,4 juta yang ditawarkan.

“Saya tidak tahu itu isinya narkoba. Kalau saya tahu pasti saya tidak mau mengantar nya. Karena saya dikasih uang Rp1,4 juta langsung, makanya saya mau,” tuturnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono Hari Bawono didampingi Kasatres Narkoba Kompol Achmad Akbar mengatakan, selain narkoba, bersama tersangka juga diamankan barang bukti sepeda motor, ponsel, serta uang Rp1,4.

Baca:  Kepala UPTD Pasar Pesta Narkoba di Karaoke

“Jika diuangkan untuk narkoba jenis shabu itu bernilai Rp1,8 miliar. Sementara ekstasi diperkirakan senilai Rp200 juta,” paparnya.

Menurut Wahyu, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap tersangka karena tersangka diduga terlibat jaringan narkoba lintas provinsi, dengan bandar yang berasal dari Aceh.

“Atas perbuatannya tersangka akan dijerat Pasal 112 subsider Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika,” tandasnya. #idz

 

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Mantan Hakim MK Sebut Narasi Bambang Widjojanto Berbahaya Sekali

Jakarta, BP–Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Maruarar Siahaan ikut mengomentari pernyataan Tim Hukum Capres-cawapres 02 Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto (BW), mengenai ...