Home / Headline / Bandit Kelas Kakap Palembang Ditembak Mati Polisi

Bandit Kelas Kakap Palembang Ditembak Mati Polisi

Mayat Hasbi usai diotopsi.

Palembang, BP–Setelah tiga tahun menjadi buronan polisi, pelarian Hasbi (29) berujung kematian. Satu butir peluru petugas bersarang di dadanya dan menyebabkan napasnya terhenti.

Hasbi tewas saat hendak diringkus Unit IV Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel di Gang Palapa, Sentosa, Kelurahan Plaju, Kecamatan Plaju, Palembang, Kamis (28/12) dinihari.

Diketahui, tersangka Hasbi bertanggung jawab atas sedikitnya 12 laporan polisi tentang pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), serta pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dilakukannya sejak awal tahun ini.

Namun warga Jalan DI Panjaitan, Lorong Hoktong, Gang Pertemuan, Kelurahan Plaju Ilir, Kecamatan Plaju, Palembang ini diketahui telah beraksi sejak tiga tahun lalu dan menjadi target operasi utama Polresta Palembang.

Diketahui sebelumnya, setidaknya Hasbi sempat dua kali hendak ditangkap, namun berhasil melarikan diri. Pertama kali dua tahun lalu hendak ditangkap di rumahnya dan berhasil melarikan diri.

Baca:  Rampok Polisi, Bandit Jalinsum Tewas Ditembak

Sementara yang kedua pada Oktober lalu ketika hendak ditangkap di Jalan Mayor Ruslan, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, tersangka kembali melarikan diri.

Namun komplotannya, yakni Fahrullah alias Sahrul (26) meregang nyawa usai baku tembak dengan anggota Satreskrim Polresta Palembang.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, tersangka Hasbi merupakan residivis yang pernah dipenjara akibat kasus pencurian dan baru keluar penjara pada awal 2017.

Setidaknya Hasbi terlibat laporan pencurian di 12 TKP yang berbeda. Sebanyak enam laporan tercatat di Polresta Palembang, dua laporan di Polsek Seberang Ulu I, satu laporan di Polres Ogan Ilir, satu di Polsek Plaju, serta TKP lainnya yang masih dalam penyelidikan.

Baca:  Tunggak Utang, Tewas Ditembak Kakak Beradik

“Tersangka ini tergolong sadis setiap melakukan aksinya. Dirinya tak segan melukai korbannya yang melawan, seperti yang di Plaju. Tersangka menembak tangan korban karena melawan saat merampas sepeda motor,” ujar Kapolda saat konperensi pers di Instalasi Forensik RS Bhayangkara Palembang, Kamis (28/12).

Saat berupaya diringkus, tersangka sempat melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api rakitan yang dimilikinya.

Peluru yang dilontarkan dari senpi milik tersangka sempat mengenai dada Kanit IV Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Kompol Zainuri.

Beruntung saat itu Kompol Zainuri mengenakan rompi anti peluru dan karena melakukan perlawanan, anggota terpaksa mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak balik tersangka hingga roboh dengan peluru bersarang di dadanya.

Dalam penangkapan ini juga diamankan barang bukti satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, 17 amunisi aktif kaliber 9 milimeter, satu selongsong peluru, serta satu kunci T yang digunakan untuk mencuri.

Baca:  Tunggak Utang, Tewas Ditembak Kakak Beradik

Zulkarnain menegaskan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian sendiri yang menginstruksikan untuk memberikan tindakan tegas kepada para pelaku kejahatan yang meresahkan warga dan membahayakan petugas kepolisian.

“Pelaku curas yang sadis pada korban akan kami sikat. Bandar narkoba yang menjual berkilo-kilo barang haram pun akan disikat. Akan saya rilis di kamar mayat lagi untuk para pelaku kejahatan seperti itu,” tegasnya.

Dirinya mengatakan, dalam melaksanakan tugas, terutama dalam melepaskan tembakan kepada target operasi, pihaknya memiliki standar operasi sehingga tidak sembarangan menembak.

“Ada dasar yuridis dan teknisnya sehingga tidak sembarangan tembak saja dan sesuai ketentuan,” jelasnya. # idz

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

DPP PDI Perjuangan Targetkan Untuk Sumsel Raih 30 Persen Perolehan Kursi

Palembang, BP Pembukaan Rapat Koordinasi Daerah IV dan Pembekalan  Calon Anggota Legislatif PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  di Asrama ...