Home / Palembang / TPS Sampah 7 Ulu Ilegal

TPS Sampah 7 Ulu Ilegal //Sampah Menggunung Ke Jalanan//

 

Sampah berserakan di depan pertokoan 7 Ulu dan terlihat dari atas Jembatan Ampera.

Palembang, BP — Kawasan pertokoan di 7 Ulu menjadi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sampah yang sengaja dibuang warga ke sisi depan Jembatan Ampera itu. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang menyatakan TPS itu ilegal dan diharapkan aparat setempat untuk ikut mengawasi.

Tumpukan sampah melebar hingga ke badan menjadi permasalahan menahun yang tak kunjung selesai. Parahnya lagi, pemandangan tak elok ini tak jauh dari Jembatan Ampera yakni di depan pertokoan 7 Ulu. Hal ini terjadi dinilai DLHK Kota Palembang lantaran kurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Berdasarkan pantauan, tumpukan sampah yang menimbulkan bau tak sedap ini bahkan dapat dilihat dari atas Jembatan Ampera. Pemandangan yang sangat miris ini terjadi di tengah kota. Tak ada wadah TPS khusus di kawasan itu, sampah dibiarkan begitu saja berhamburan ke badan jalan sebelum diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sukawinatan.

Baca:  DKK Angkut 650 Ton Sampah Sehari

Salah seorang pegawai di pertokoan 7 Ulu, Yusman mengatakan, sampah tersebut telah terjadi bertahun-tahun. Sayangnya tidak ada perubahan hingga kini. Sampah bahkan hingga lebih dari pukul 10.00 masih belum diangkut oleh petugas kebersihan.

“Di sekitar sini tidak ada tempat pembuangan sementara sebelum dibuang ke TPA. Kita juga tidak tahu awalnya kenapa tempat ini dijadikan TPS, tapi setiap hari warga juga buang kesini,” katanya.

Dikatakannya, masyarakat tentu tidak nyaman dengan bau tak sedap tersebut. Tak hanya itu, tumpukan sampah itu juga terlihat dari atas Jembatan Ampera. Ia berharap hal demikian tidak terjadi lagi terutama saat Asian Games. Hal tersebut akan menimbulkan image tak baik bagi Palembang.

Baca:  Bayar Uang Sekolah Pakai Sampah

“Biasanya selain ada petugas yang mengangkut sampah, ada juga pemulung, makanya jadi berhamburan itu,” katanya.

Seorang warga 10 ulu, Murti mengatakan sebelum kepasar dirinya membuang sampah disana. Menurutnya, tidak ada pembuangan sampah khusus, sejak TPA samping pasar 10 ulu dibongkar. “Kami warga buang disinilah, jingok sampah banyak jadi melok bae,” ujarnya.

Menurutnya, bagaimanapun warga sekitar butuh temoat pembuangan sampah. Tidak mungkin juga, warga harus membuang sampah ke sungai. “Inilah pilihannya, meskipun menganggu jalan ketika melintas mengeluarkan bau tak sedap,” katanya.

Kepala DLHK Kota Palembang Faizal AR mengatakan, tumpukan sampah di kawasan pertokoan 7 Ulu telah lama menjadi permasalahan kota ini. Ia mengaku jika pihaknya cukup kewalahan dengan tindakan warga yang membuang sampah di dekat Ampera itu.

Baca:  Warga Keluhkan Tumpukan Sampah

“Itu bukan TPS, ilegal. Di dekat sana sudah ada kotak sampah besar dengan muatan banyak, diujung jembatan, di dekat UKB juga ada. Tapi masyarakat malas buang ke kotak sampah,” katanya.

Untuk mengatasi hal tersebut, ia mengharapkan aparat setempat seperti RT, lurah dan camat ikut mengarahkan warganya untuk tidak lagi membuang sampah sembarangan. Menurutnya, jika hanya mengandalkan pasukan kuning, hal inibtidak dapat teratasi. Warga akan terus membuang kesana jika mindset membuang sampah disana tidak diubah.

“Ini seperti sudah jadi kebiasaan. Pasukan kuningkita terbatas dengan luasnya Palembang, belum lagi truk kurang hanya ada 103 unit. Masyarakat seharusnya sadar. Menyediakan tempat sampah di lingkungan perkampungan warga itu tugas pemerintah setempat, bukan DLHK,” ujarnya. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Perindo Fogging 250 Rumah di Plaju

Palembang, BP – Rescue Perindo kembali menggelar pengasapan atau fogging gratis di Kota Palembang guna mengatasi berkembangbiaknya nyamuk penyebab demam ...