Home / Sumsel / Kuota Taksi ‘Online’ Dibatasi 1.700

Kuota Taksi ‘Online’ Dibatasi 1.700

Palembang, BP–Langkah Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melakukan revisi terkait peraturan taksi online ternyata masih mengundang protes dari para driver berbasis dalam jaringan. Salah satu yang masih ditolak adalah pembatasan kuota taksi online yang hanya dibatasi sebanyak 1.700 kendaraan.
Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Provinsi Sumatera Selatan Yoyo Septrianto menilai jumlah kuota tersebut masih sangat kurang untuk di Sumsel. Mengingat jumlah taksi online baik dari Uber, Go-Car dan Grab-Car yang ada di Bumi Sriwijaya ini mencapai enam ribuan.
“Kalau yang terdaftar di kita saja hingga sekarang sudah ada sekitar 1.399 kendaraan dan itu belum yang lainnya. Jadi hanya mendapat kuota 1.700 itu kami masih sangat keberatan,” ujar Yoyo di sela-sela Pelantikan Pengurus DPD-DPC ADO Palembang – Banyuasin – Ogan Ilir periode 2017 – 2018, di Aula Gedung DPRD Provinsi Sumsel, Kamis (21/12).
Terlebih, lanjut dia, dalam peraturan pembatasan kuota taksi online tersebut juga dibagi berdasarkan wilayah. Dimana untuk wilayah I yang meliputi Kota Palembang, Banyuasin dan Ogan Ilir mendapat jatah sebanyak 1.000 kendaraan. Sedangkan untuk sisanya sekitar 700 tersebut dibagi untuk di luar tiga wilayah itu.
“Kuota ini untuk angkutan sewa khusus yakni kendaraan roda empat saja. Jadi jika hanya 1.700, bagaimana nasib ribuan driver lainnya yang tersebar di Sumsel. Sementara sekarang ini aplikator masih terus merekrut dan belum melakukan pemberhentian perekrutan,” jelasnya.
Menyikapi itu, sambung dia, dengan adanya jumlah taksi online yang dibatasi berarti jumlah taksi saat ini lebih banyak dari kuota yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu pihaknya akan terus berusaha memperjuangkan nasib yang lainnya. Untuk itu pihaknya minta agar bagaimana caranya aplikator untuk berhenti merekrut jika memang kuota ini dibatasi.
“Kuota ini sangat masih kurang, kami akan terus memperjuangkan teman-teman seprofesi lainnya. Karena kalau menurut kami kuota yang selayaknya adalah 2.500,” tambah dia.
Ia juga menambahkan, upaya yang akan dilakukan ADO Sumsel akan melakukan sosialisasi ke driver yang ada di Sumsel. Kemudian, pihaknya juga segera menyampaikan ke pemerintah soal peraturan gubernur (Pergub) yang merupakan turuan dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.
“Informasi Pergub tersebut baru akan dikeluarkan per Januari 2018 mendatang. Isinya antara lain mengatur kuota taksi online, pembatasan wilayah dan sebagainya,” tuturnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Provinsi Sumsel Nelson Firdaus menjelaskan, draf Pergub secara garis besar sudah rampung disusun. Namun, bahasa hukum dan dasar-dasar hukum yang digunakan dalam draf masih perlu dipelajari dan dirapikan.
“Saat ini sedang menunggu ke proses selanjutnya yakni untuk ditandatangani Gubernur Sumsel Alex Noerdin,” kata Nelson.
Dijelaskan dia, isi Pergub hampir sama dengan Permenhub tersebut, hanya saja penekanannya pada wilayah operasi dan kuota saja. Untuk tarif tetap mengacu ke tarif batas atas dan bawah yang sudah diatur Dirjen Peehubungan.
“Kami hanya mengawasi saja. Jangan sampai melebihi ataupun dibawah tarif yang sudah disepakati. Lalu, Sumsel bakal dibagi menjadi 5 wilayah. Wilayah 1 yakni Palembang, Ogan Ilir dan Banyuasin. Wilayah 2 terdiri dari OKI, Prabumulih, Pali dan Muara Enim. Wilayah 3 OKU, OKU Selatan dan OKU Timur. Wilayah 4 Muba, Musi Rawas, Lubuk Linggau dan Muratara. Terakhir wilayah 5 terdiri dari Lahat, Pagar Alam dan Empat Lawang,” pungkasnya. #rio
 
 
1.700 Kuota Taksi Online di Sumsel :
• Wilayah 1 : 1.000 kendaraan
• Wilayah 2 : 200 kendaraan
• Wilayah 3 : 150 kendaraan
Wilayah 4 : 200 kendaraan
• Wilayah 5 : 150 kendaraan
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Ada Pangamanan Khusus Mikroteks Di Surat Suara

Palembang, BP Surat suara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel akan diberi pengamanan khusus berupa mikroteks dengan huruf tenggelam. Pengaman ...