Home / Headline / Lima Anggota DPRD Sumsel Belum Mundur

Lima Anggota DPRD Sumsel Belum Mundur

Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban

# Ikut Pilkada

Palembang, BP

Meski ada aturan anggota DPRD yang maju Pilkada harus mundur sebagai wakil rakyat. Namun, jelang pendaftaran di KPU awal Januari mendatang, beberapa anggota DPRD Sumsel masih belum mengajukan pengunduran diri.

Sekretaris DPRD Sumsel Ramadhan S Basyeban, mengaku hingga pertengahan Desember ini, belum menerima surat pengunduran diri, dari anggota legislatif yang akan mengikuti pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada Desember 2018 mendatang.

“Kita belum menerima satupun surat pengunduran diri anggota DPRD Sumsel, yang akan maju sebagai kandidat Bupati maupun wakil bupati, ataupun Wakil Gubernu Sumsel mendatang,” kata Ramadhan, Jumat (15/12)

Menurut Ramadhan pengunduran anggota DPRD yang maju dalam Pilkada, harus dilakukan secara resmi, terutama surat keputusan dari partai pengusung, untuk diajukan kepada gubernur dan diteruskan kepada Menteri Dalam Negeri.

Namun hingga saat ini, pihaknya belum menerima satu orang pun surat pengunduran diri secara resmi dari anggota DPRD yang akan bertarung di beberapa daerah yang akan melakukan pilkada serentak tersebut.
Ramadhan menyatakan, surat pengunduran diri dari anggota legislatif yang berniat maju pada pilkada serentak, belum diterima, baik dari secara pribadi anggota legislatif maupun dari partai pengusung.
“Alurnya ada surat pemberhentian dari partai, dan siapa yang akan menggantikannya. Setelah itu surat kita proses ke KPU, dan di teruskan ke Gubernur melalui Biro Otda proses ke Mendagri dan turun lagi ke Pemprov, DPRD dan siapkan pelantikan yang dijadwalkan dalam bansus,” terangnya.

Baca:  Tiga Paslon Bersaing Ketat Di Pilwako Palembang

Menurut Ramadhan, meskipun ada isu beberapa anggota DPRD Sumsel menyatakan bersedia mengundurkan diri dari keanggotaan legislatif untuk bertarung pada pilkada nanti, namun hal itu belum dianggap resmi, karena partai pengusungnya belum mengajukan surat pengunduran diri dari mereka.

“Yang jelas, kalau sudah di kita, akan langsung kita naikan ke pimpinan untuk diproses, kira-kira 1 bulan. Bisanya yang lama di Kementerian Dalam Negeri,” jelasnya.

Mengenai, apakah hak- hak dan fasilitas para anggota dewan itu akan tetap diterima selama proses pemberhentiannya, Ramadhan mengaku pihaknya akan melihat aturan dan berkonsultasi ke Kemendagri.

“Nantinya akan dilihat aturan, apakah hak-hak mereka langsung hilang, karena ada batas tunggu, dan konsultasi ke Kemendagri,” tandasnya.

Sebelumnya dari 75 anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 saat ini, ada sekitar 5 nama yang dipastikan akan maju dalam Pilkada serentak 2018 mendatang.
Kelima nama tersebut, ketua DPRD Sumsel Giri Ramanda N Kiemas yang akan maju dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Sumsel.

Anggota DPRD Sumsel lainya, yang disebut-sebut bakal maju pada pilkada serentak pada Desember 2018, yakni Wakil Ketua DPRD Sumsel dari partai Gerindra Nopran Marjani yang akan mencalonkan bupati Lahat.

Baca:  Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Geram Susah Berkoodinasi Dengan BBPJN II Sumbagsel

Kemudian Joncik Muhammad (ketua fraksi PAN) sebagai calon bupati Empat Lawang, yang akan berpasangan dengan anggota DPRD Sumsel dari fraksi PDI Julius Maulana.

Selanjutnya, anggota DPRD Sumsel dari Partai Demokrat A Yani, yang juga akan mencalonkan diri pada pilkada di Muara Enim.

Ketua KPU Sumsel Aspahani, mengatakan berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/ atau Walikota dan Wakil Walikota, pada Bab VI pasal 69 menyatakan. Bagi calon yang berstatus sebagai anggota DPR, DPD, DPRD, anggota TNI, Polri dan PNS, wajib menyampaikan keputusan pejabat yang berwenang tentang pemberhentiannya, paling lambat 30 harus sebelum pemungutan suara.

“Dipoin ke 5, bagi calon yang tidak menyampaikan keputusan sebagaimana dimaksud diatas, dan tidak dapat membuktikan bahwa pengunduran diri sedang dalam proses. Maka dinyatakan tidak memenuhi syarat,” katanya.

Ketua DPRD Sumsel HM Giri RamandaN Kiemas sendiri mengaku, pengunduran diri berlaku setelah di tetap kan sebagai calonkada, dan resmi berhenti sebagai wakil rakyat, setelah turun surat pemberhentian dari kementrian dalam negeri.

“Maksimal 60 hari setelah penetapan sebagai calonkada. Kalau 11 Februari penetapan calonkada, maka 60 hari kemudian paling lambat diberhentikan,” singkatnya.

Baca:  Dodi Giri Menang di 11 Kabupaten dan Kota

Bakal calon Bupati Lahat yang menjabat Wakil Ketua DPRD Sumsel, Nopran Marjani sendiri mengaku dirinya dipastikan akan melepaska jabatan dan statusnya sebagai pimpinan dan anggota dewan Sumsel pada awal Januari 2018 mendatang, mengingat pendaftaran di KPU baru dimulai pada 8 Januari mendatang.

“Saya akan ajukan pengunduran diri diawal Januari, karena pembukaan pendaftaraan calon akan dimulai tanggal segitu, dan saya harus mundur,” ujar Nopran yang di Pilkada Lahat nanti akan berpasangan dengan Heliansyah (PDIP) yang saat ini telah mendapatkan dukungan 14 kursi di DPRD Lahat (Gerindra 4, PDIP 6, PKS 1 dan PPP 3) yang disebutnya koalisi nasionalis dan religius.

Hal senada diungkapkan Bakal Calon Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad menyatakan, pada dasarnya ia sudah siap mengundurkan diri sebagai anggota DPRD Sumsel, namun hal itu akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sesuai ketentuan perundang-undangan memang harus berhenti, dan saya sudah siap luar dalam, untuk mengajukan pengunduran diri,” tegasnya.

Dilanjutkan Joncik, yang dalam Pilkada nanti akan berpasangan dengan rekannya di DPRD Sumsel Julius Maulana menjelaskan, jika berkas pengajuan itu sudah disiapkan dan tinggal diserahkan ke Sekretariat DPRD Sumsel saja.
” Waktu pengajuan berkas sudah disampaikan, dan berlaku efektif sejak penetapan calon pada 12 Februari nanti,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Aksi Pungli Harimau Jalanan Diduga Dibekingi Polisi

Palembang, BP–Aksi pungli kelompok yang mengatasnamakan Harimau Jalanan disebut dibekingi oknum anggota polisi berpangkat Aipda berinisial E yang berdinas di ...