Home / Headline / 6 Bulan Solihin Dirikan Kamp ISIS di Sumsel

6 Bulan Solihin Dirikan Kamp ISIS di Sumsel

foto: liputan6.com

Palembang, BP–Komplotan teroris pimpinan Solihin yang ditangkap Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu telah mendirikan markas di Jalan SP 1, Trans Barito, Desa Lubai Persada, Kecamatan Lubai Ulu, Kabupaten Muaraenim sejak enam bulan yang lalu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara berujar, Solihin merupakan salah satu anggota jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan Jamaah Ansharut Khilafah (JAK) yang telah berbaiat kepada jaringan teroris Negara Islam Irak Suriah (ISIS).
Komplotan Solihin masih satu kelompok dengan jaringan teroris di wilayah Pulau Sumatera lainnya seperti di Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Sumatera Barat.
“Mereka (Solihin Cs-red) sealiran dengan ISIS. Pergerakannya pun serupa. Solihin merupakan pelarian yang telah diincar Densus 88 sejak lama. Solihin membuat kamp pelatihan di Sumsel sebagai pengganti kamp ISIS di Poso,” ujarnya, Kamis (14/12).
Zulkarnain berujar, markas komplotan Solihin di Desa Lubai Persada tersebut terhitung masih muda dan masih dalam tahap pembangunan. Bahkan sesaat sebelum penggerebekan oleh Densus 88, Solihin tengah melakukan transaksi jual beli tanah dengan warga setempat untuk memperluas markas yang dikamuflasekan sebagai pondok pesantren tersebut.
Mantan Kapolda Riau ini pun berujar, Densus 88 masih mengembangkan pemeriksaan terhadap Solihin mengenai keterlibatannya  dalam aksi teror yang telah terjadi di wilayah lainnya di Indonesia.
Dalam kamp pelatihan di markas tersebut, Solihin merencanakan dan mengajarkan taktik menyerang Mapolres OKU kepada lima orang pengantin amaliah.
Para pengantin akan dibekali busur panah yang dilengkapi bahan peledak di mata panahnya. Dari pengakuan calon pengantin amaliah, Jafar Saputra alias Fajar (15), penyerangan dilakukan oleh lima orang.
Penyerangan direncanakan terbagi dalam dua gelombang. Tiga orang pertama akan menyerang secara langsung mengkonfrontir para aparat kepolisian bersenjatakan busur panah berbahan peledak.
Saat kondisi kacau dan fokus aparat kepada tiga penyerang, dua pengantin lainnya akan menyusup ke dalam markas polisi untuk mencuri senjata aparat yang tersimpan di dalam markas.
“Setelah itu, mereka berencana akan menyerang Markas Brimob di Jakarta berbekal senjata curian dari polisi,” jelas Zulkarnain.
Saat ini, polisi telah menetapkan sembilan tersangka dari 12 orang terduga teroris yang ditangkap. Yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Solihin, Suwarto alias Abu Jakfar, Abdul Kadir alias Yazid, Imron Alias Abu Hasan, Sugianto alias Abu Faris, Zulkarnain alias Zengki, Jafar Saputra alias Fajar, Budiman, dan Slamet Widodo.
Tiga dari sembilan tersangka tersebut telah dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut, Rabu (13/12). Mereka adalah Abdul Kadir alias Yazid, Suwarto alias Abu Jakfar, serta Imron alias Abu Hasan.
Lima tersangka lainnya dibawa ke Mabes Polri pada Kamis (14/12) sore, yakni Sugianto alias Abu Faris, Zulkarnain alias Zengki, Jafar Saputra alias Fajar, Budiman, dan Slamet Widodo.
Sementara Solihin sebagai pimpinan kelompok teroris ini masih ditahan di Mabes Polri untuk pengembangan pemeriksaan lebih lanjut. Karena Kapolda berujar, kemungkinan Densus 88 akan terduga baru berdasarkan hasil pemeriksaan lanjutan kepada tersangka Solihin.
Tiga orang lainnya yakni Zakri, Irfai, dan Abdul Majid belum ditetapkan sebagai tersangka dan masih menjalani pemeriksaan intensif di Mako Brimob Polda Sumsel.
Kapolda menambahkan, situasi Sumsel yang konflik dan digadang-gadang zero konflik justru memancing para buronan teroris untuk mencari suaka di Sumsel, menghindari kejaran aparat.
“Saya imbau kepada masyarakat untuk proaktif dan perhatian dengan lingkungan sekitar rumah. Para teroris ini cenderung tertutup dan enggan berbaur dengan masyarakat lain. Kalau ada warga yang seperti itu, harap lapor kepada aparat setempat,” imbaunya.
Pihaknya pun selalu mengantisipasi timbulnya gerakan radikal dan ancaman teror dalam bentuk berkoordinasi dengan tim Densus 88 untuk mencegah sel-sel terorisme ini melakukan amaliah atau kegiatan terorisme
“Antisipasi lainnya adalah melaksanakan program deradikalisasi. Serta memantau kelompok-kelompok radikal dan intoleransi,” jelasnya. #idz
Baca:  Doktrin ABG Jadi 'Pengantin', Targetkan Serang Mapolres OKU dan Mako Brimob Depok
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Aksi Pungli Harimau Jalanan Diduga Dibekingi Polisi

Palembang, BP–Aksi pungli kelompok yang mengatasnamakan Harimau Jalanan disebut dibekingi oknum anggota polisi berpangkat Aipda berinisial E yang berdinas di ...