Home / Headline / Sosialisasi Pilgub Sumsel Dan Pemilu, KPU Sumsel Libatkan Stekholder Terkait

Sosialisasi Pilgub Sumsel Dan Pemilu, KPU Sumsel Libatkan Stekholder Terkait

BP/DUDY OSKANDAR
Pemimpin Perusahaan Koran Harian Beritapagi, Firdaus Komar saat menandatangani Mou dengan KPU Sumsel di aula kantor KPU Sumsel, Rabu (13/12).

Palembang, BP

Dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) yaitu Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumatera Selatan (Sumsel) 2018 dan Pemilu 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyadari tidak dapat melakukannya sendirian.
Karena itu dalam melaksanakan sosialisasi, KPU sebagai pelaksana pemilu membutuhkan support penuh dari seluruh stekholder maupun media massa. Sehingga pelaksanaan Pilkada dapat diketahui masyarakat secara luas.

“Acara ini kita ingin merangkul semua pihak seperti dunia pendidikan, perguruan tinggi, media massa cetak dan elektronik, para pelajar dimana intinya kita ingin partisipasi itu meningkat dan betul-betul menentukan pilihan secara rasional dan jangan berdasarkan kepentingan tertentu saja yang sifatnya tidak sesuai dengan jargon KPU untuk mendidik pemilih itu cerdas ,” kata Ketua KPU Sumsel Aspahani saat membuka acara sosialisasi tahapan pemilihan Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel tahun 2018 dan sosialisasi tahapan pemilihan umum tahun 2019 dan Memorandum Of Understanding (Mou) dengan sejumlah stekholder, di aula lantai II Gedung KPU Sumsel di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang Rabu (13/12).
Turut hadir seluruh anggota KPU Sumsel, peneliti dari Perludem Kholil Pasaribu, perwakilan media massa cetak dan elektronik, perwakilan perguruan tinggi dan profesi, KPU kabupaten dan kota di Sumsel.
Dan partisipasi pemilih menurutnya, harus di upayakan sebaik mungkin agar , pemilih bisa tahu siapa yang dipilih dan bagaimana penting pemilu sehingga timbul kesadaran .
“Kalau target kita untuk pilkada Gubernur Sumsel melampaui nasional di nasional di targetkan 77, 5 persen kalau kita bisa 78 persen sampai 80 persen, caranya untuk hadir ditengah mereka dengan menyampaikan informasi yang sejelasnya terutama memahamkan mereka kalau ini adalah bagian yang sangat penting yang perlu di laksanakan agar tidak kehilangan lima tahun kedepan dimana kepemimpinan lima tahun kedepan itu akan memberikan harapan baru,” katanya.

BP/DUDY OSKANDAR
Pemimpin Perusahaan Koran Harian Beritapagi, Firdaus Komar saat menandatangani Mou dengan KPU Sumsel di aula kantor KPU Sumsel, Rabu (13/12).

Yang ditekankan dalam Pemilihan Gubernur Sumsel nanti menurutnya, dalam tahapan kedepan terutama untuk data pemilih agar semua yang memiliki hak pilih untuk melakukan pencermatan jangan sampai nama mereka tidak masuk dalam daftar pemilih.
Dan pencalonan Gubernur Sumsel nanti pihaknya, berharap di waktu terakhir penyerahan persyaratan calon Gubernur Sumsel tidak ada unsur memaksakan untuk diterima lebih dahulu tapi syaratnya menyusul.
“Itu kami tekankan betul supaya jauh hari mereka sudah bersiap dan tidak ada hambatan pada saat pendaftaran itu dan untuk hal bersifat kampanye kita tekankan pada semua kandidat yang bertarung menunjung tinggi kampanye yang damai sehingga memberikan ruang kepada publik untuk menilai secara fair dan bijaksana,” katanya.
Untuk pilkada Pilgub Sumsel, sejauh ini seoptimal mungkin dengan apa yang telah ditetapmkan Rp 318 miliar untuk provinsi dan kabupaten kota yang tersebar kurang lebih antara Rp 25-70 miliar yang dinilai sesuatu yang harus di kelola sebaik mungkin dari dana APBD.
Menurut Aspahani, dalam kegiatan sosialisasi kali ini KPU menggandeng sejumlah pihak. Antara lain Himpunan Psikologis Indonesia Provinsi Sumatera Selatan (HIMPSI) dan Badan Narkotika Nasional (BNN).
Kemudian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sumsel, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), PT XL AXIATA, PT Indosat, Perguruan Tinggi, Tokoh Masyarakat hingga media cetak dan elektronik

Baca:  Kampung Almunawar Akan Dibangun Dermaga

“MoU ini sifatnya luas, bukan hanya kontrak bisnis, namun lebih kepada pelayanan masyarakat. Untuk kegiatan yang membutuhkan dana tentu akan kita bantu dan diinformasikan secara merata,” jelasnya.

Mengenai instansi lain yang belum menjalin kerjasama, KPU Sumsel siap menggandeng. KPU mengakui sangat membutuhkan peran penting dari seluruh stakehonder agar dapat berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi.

Baca:  Mahasiswa Harus Ikut Awasi Pilkada Di Sumsel

“Hari ini baru 28 stakeholder. Yang belum akan dievaluasi lagi. Karena kerjasama yang kita jalin bukan hanya ikatan awal saja,” katanya.
Sedangkan anggota KPU Sumsel Ahmad Naafi menilai, sosialisasi yang dilakukan sangat strategis sekali dimana akan di susun program dari KPU Sumsel.
“Kita ingin pertemuan disampaikan kepada masyarakat tiga KPU dengan stekholder terkait bagaimana pemilih itu cerdas , mereka tidak gampang di kotak-kotak dan di intimidasi dengan politik uang dan sebagainya dan bagaimana ini di berantas dan di kurangi, kita harus ada konsep bagaimana ini diketahui masyarakat dalam sosialisasi ini akan menyampaikan sosialsiasi apa yang di larang ,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jumputan Gambo Muba Mulai Mendunia

Perth, Australia, BP–Kain khas karya anak putra Banyuasin yakni Jumputan Gambo Muba terus gencar diperkenalkan ke dunia dan kini telah ...