Home / Headline / Pemasok Senjata ke Komplotan Komang Habiskan Rp150 Juta di Batam

Pemasok Senjata ke Komplotan Komang Habiskan Rp150 Juta di Batam

Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengintrogasi Safarudin, buronan kasus perampokan tauke kopi Pagaralam diamankan di Mapolda Sumsel, Kamis (7/12). BP/HAFIDZ

Palembang, BP–Safarudin (35) menghabiskan bagian Rp150 juta dari aksi perampokan dan juga menjadi pemasok senjata ke komplotan Komang dengan jalan-jalan ke Batam.

Hal itu terkuak setelah Safar yang merupakan satu dari empat buronan kasus perampokan tauke kopi di Pagaralam ini diringkus anggota Unit IV, Subdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Berdasarkan catatan kepolisian, Safar merupakan pemasok senjata ke komplotan yang telah merampok di 21 lokasi kejadian tersebut. Serta ia juga ikut serta dalam aksi perampokan di tujuh lokasi dalam tiga provinsi, yakni Sumsel, Lampung dan Bengkulu bersama komplotan Komang.

Dari hasil perampokan, yakni di Lampung, Gelumbang serta Bengkulu dan Lahat itu, Safar mengaku kebagian Rp150 juta. Sedangkan aksi perampokan di Pagaralam ia mendapat bagian Rp40 juta.

“Uangnya saya pakai jalan-jalan ke Pekanbaru dan Batam. Saya melarikan diri, pura-pura bekerja kepada istri. Saya kirim uang juga ke istri Rp1 juta per bulan dan setelah uang habis saya pulang,” ujar warga Desa Sira Pulau, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir ini saat ditemui di Mapolda Sumsel, Kamis (7/12).

Ia mengaku, mendapatkan senjata api rakitan yang dipakai untuk merampok tersebut dari temannya bernama Gunting, warga Lampung. “Saya beli dua pistol Rp5 juta. Dikasih amunisi nya juga banyak,” ujarnya.

Salah satu senjata api rakitan yang dibelinya tersebut, diberikan kepada tersangka Komang yang telah ditangkap lebih dulu. Pistol itu mereka pakai saat menyatroni rumah korban Darul Kutni (40) warga Desa Bandar, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan, Pagaralam pada 5 Agustus lalu.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, Subdit III/Jatanras dipimpin AKBP Erlin Tangjaya menangkap tersangka di kediamannya setelah pelaku pulang dari pelariannya selama empat bulan.

“Tiga orang lainnya yang masih buron yakni Wak Gun, Lan dan Sikil masih dalam pengejaran. Namun keberadaan mereka sudah kami ketahui, sehingga saya sarankan untuk menyerahkan diri,” katanya.

Zulkarnain menambahkan, atas perbuatan tersebut tersangka akan dijerat Pasal 365  KUHP tentang pencurian disertai kekerasan Jo Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman mati. # idz

 

x

Jangan Lewatkan

Lomba Roket Air Di SMANTA

Palembang, BP Pelaksanaan lomba roket air SMA Negeri 3 Unggulan Palembang (SMANTA) berjalan dengan lancar dan sukses, Sabtu (16/12). Ekstrakurikuler ...