Home / Headline / Ketika Palembang Peringkat Pertama Pengidap HIV AIDS

Ketika Palembang Peringkat Pertama Pengidap HIV AIDS

HIV AIDS: Pengurus Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumsel saat menggelar Hari HIV AIDS sedunia sekaligus HUT ke-60 PKBI di pelataran sektretariat, Kamis (7/12).

Sebagai Kota Metropolitan, Palembang ternyata menjadi peringkat pertama penderita HIV AIDS dibandingkan kabupaten/kota lain di Sumsel. 
Wajah ceria terpancar dan terlihat bahagia bertemu sesama mereka. Ya, para waria itu pun sama seperti masyarakat biasa yang butuh kebahagiaan, butuh perhatian dan juga memiliki jiwa sosial saling bertegur sapa jika bertemu.
Setidaknya itulah yang terlihat dari acara Peringatan Hari HIV AIDS sedunia yang digelar oleh Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Sumsel di pelataran sekretariatnya. Sebuah acara yang mayoritas diikuti oleh para waria dan juga dihadiri oleh instansi terkait seperti Kemenkumham, Lembaga Pemasyarakat dan lainnya.
Kendati pun PKBI merelease Kota Palembang sebagai daerah yang memiliki penderita terbanyak HIV AIDS terbanyak di Sumsel, akan tetapi sulit membedakan mereka yang mengidap dan yang tidak. Pasalnya, kekuatan persahabatan sesama mereka begitu kental saling penuh perhatian. 
 
“Ya, inilah mereka. Tidak terlihat mana yang penderita mana yang tidak. Kita tidak mau menyampaikan mana yang penderita, kecuali mereka sendiri yang open,” tutur Nindi Nupita SE Direktur Eksekutif PKBI Sumsel saat dibincangi BeritaPagi usai peringatan Hari HIV AIDS sedunia, Kamis (7/12).
Lanjut Nindi, bahwa bagi mereka penderita mayoritas tidak mau diketahui bahwa memiliki penyakit tersebut. Pasalnya, dengan adanya hal tersebut akan berefek perlakukan diskriminasi dan termarginalkan.
Berangkat dari hal tersebut, PKBI berupaya memberikan bentuk support dan dukungan agar setidaknya mereka bisa kuat melawan penyakitnya disamping asupan obat.
“Dan acara ini salah satu dukungan untuk mensupport mereka, memberikan pendampingan dan lain sebagainya. Kita gelar ditanggal 7 Desember karena pada saat pelaksaaan kita ikut di acara Griya Agung,”jelasnya.
Sementara itu dikatakan Ketua PKBI Sumsel Dr Erial Bahar MSc mengatakan Palembang begitu luar biasa jumlahnya. Artinya, angka ini berlipat-lipat dibanding kabupaten/kota lain di Sumsel.
“Dari 110 penderita HIV, 65 diantaranya adalah di Palembang. Pun juga AIDS yang mencapai angka 79 penderita dari 131 penderita di Sumsel,”terang Erial.
Kendati demikian, Sumsel memang diakui menempati posisi ke-14 secara nasional penderita HIV/AIDS secara statistik dari 33 provinsi di Indonesia. Akan tetapi, angka ini harus ditekan oleh semua pihak terkait agar jangan sampai masa depan mereka yang usia produktif pupus begitu saja. 
 
Dari 17 kabupaten/kota di Sumsel hanya OKUS dan Empat Lawang yang tak memiliki penderita HIV serta Musi Rawas dan OKU yang tak memiliki penderita AIDS. Sisanya angka rata-rata dibawah lima, kecuali Palembang, Banyuasin dan OKI. 
 
Dibanding 2016 lalu, pengidap AIDS di Sums memang menurun ditahun 2017 yakni dari 215 menjadi 131 penderita. Namun dipenderita HIV meningkat dari 63 menjadi 110 penderita. 
 
“Penularannya macam-macam dan kebanyakan adalah seks bebas kemudian jarum suntik dan keturunan,”jelasnya. 
 
Lanjut dia, PKBI Sumsel berupaya menekan angka tersebut melalui berbagai pendekatan. Baik pendekatan pendampingan bagi mereka yang sudah terjangkit maupun pendekatan personal di hiburan malam. “Penyakit ini memang tidak terlihat secara kasat mata, dan hanya dilihat hasil tes. Tapi bisa juga dilihat dari prilakunya,”jelasnya. 
 
Berdasarkan statistik PKBI Sumsel, secara komulatif kasus HIV dan AIDS di Sumsel sejak 1995 sampai dengan September 2017 sebanyak 1329 kasus HIV dan 1377 kasus AIDS. Osugiarto
 
Tabel Jumlah Kasus HIV AIDS di 17 kabupaten/kota di Sumsel pada Januari-September 2017:
 
(Kab/Kota, HIV, AIDS) 
 
Palembang,  65, 79
Prabumulih,  1, 9
OKI,  9, 11
Lubuklinggau, 3, 2
Banyuasin, 11, 10
Muba, 2, 3
OKU, 2, 0
OKUT, 1, 3
OKUS, 0, 2
Pali, 1, 1
Muara Enim, 1, 2
Lahat, 4, 3
Empat Lawang, 0, 1
Musi Rawas 1, 0
Ogan Ilir, 2, 2
x

Jangan Lewatkan

Dana Bantuan 11 Parpol Di Sumsel Tahun 2017 Capai Rp 2.030.811.552

Palembang, BP Hingga saat ini Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sumsel belum menerima secara resmi petunjuk pelaksanaan (juklak) ...