Home / Palembang / TPU Penuh Tetap Digunakan

TPU Penuh Tetap Digunakan TPU Gandus dan Sako Kurang Diminati

Palembang, BP — Letak pemakaman yang jauh dijangkau oleh warga Palembang membuat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sako dan Gandus kurang diminati. Hal ini lantaran belasan TPU yang sudah sangat penuh terus dipergunakan meski telah ada himbauan dari Pemerintah Kota Palembang untuk tidak menggunakannya lagi.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Pera KP) Kota Palembang Erwani Matdehi mengatakan, belasan TPU yang sudah jenuh atau penuh diantaranya TPU Kamboja, Kandang Kawat, Naga Swidak, Puncak Sekuning. “Seluruh TPU yang sudah jenuh ini sebetulnya tidak boleh lagi digunakan, tetapi dari ahli waris terkadang memaksa,” katanya.

Kondisi pemakaman yang penuh dan semestinya tak lagi boleh digunakan nampaknya tak dihiraukan warga Palembang. Ingin mendekatkan makam antar anggota keluarga menjadi alasan tetap menggunakan TPU tersebut. Permintaan dari ahli waris yang tetap ingin memakamkan anggota keluarganya di TPU yang sudah penuh itu diperkuat dengan hasil konsultasi Dinas PERA KP dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Dalam kajiannya bahwa satu makam bisa digabungkan dengan makam baru dengan syarat makam lama sudah lebih dari 10 tahun. “Dibolehkan pemakaman berulang dalam satu petak makam dengan ukuran 1×2 meter untuk 1 petak makam. Ini karena keluarga itu tidak mau saat ziarah itu terpisah-pisah, jadi sekali datang saja,” jelasnya.

Pemerintah kota telah memberikan opsi lain dengan menyediakan pemakaman baru dengan luas lahan yang besar. Namun, TPU ini kurang diminati. Selain ingin bergabung dengan anggota keluarga yang telah dimakamkan di tempat terdahulu, kawasan pemakaman ini juga dinilai jauh.

“TPU Kebun Bunga masih cukup. Nah TPU Sako dengan luas 7 hektar dan Gandus 5 hektar meski sudah ada yang dimakamkan disana tapi masih sedikit, artinya masyarakat bisa menggunakan TPU ini,” katanya.

Selain permasalahan masyarakat yang tetap ingin menggunakan pemakaman yang telah jenuh tersebut, Kota Palembang pun kekurangan lahan pemakaman terutama untuk wilayah Seberang Ulu. Seperti untuk Seberang Ulu Dua dan Plaju. “Seberang Ulu Satu dan Kertapati sudah kita belikan tanah di Keramasan 3,6 hektar, sekarang sedang tahap persiapan membangun kantornya,” ujarnya.

Di Palembang saat ini ada 16 TPU yang terdaftar. Sementara yang belum terdaftar ada di Kalidoni dan Keramasan. Menyediakan lahan untuk pemakaman mesti sesuai aturan dengan syarat lahan untuk TPU harus luas. Ini berlaku bagi juga bagi mereka yang ingin membuat pemakaman keluarga. Sesuai dengan aturan, pemakaman keluarga harus dengan luas 5 hektar ke atas dan bersertifikat.

“Pemakaman keluarga harusberdampingan dengan TPU yang sudah ada. Sebab jika berdampingan dengan lahan warga, maka dikhawatirkan akan menurunkan nilai NJOP tanah warga tersebut,” katanya. #pit

x

Jangan Lewatkan

Walikota Tentukan Lima Kepala OPD Baru Akhir Desember

Palembang, BP–Kekosongan jabatan dihindari Pemerintah Kota Palembang dengan mengadakan lelang jabaran terbuka untuk lima kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD). Ditargetkan ...