Home / Headline / Lembaga Survei Harusnya Mengedukasi Masyarakat

Lembaga Survei Harusnya Mengedukasi Masyarakat

Poto: Arifin Kalender

Palembang, BP
Jelang Pilkada serentak 2018, lembaga survei berlomba-lomba mengeluarkan hasil survei. Hasil yang dirilis berbeda-beda padahal metodologi yang digunakan hampir sama.
Aktivis pemuda Sumsel Arifin Kalender mengatakan, survei yang dirilis selama masa pra tahapan maupun saat tahapan Pilkada (kampanye), dapat mempengaruhi para pemilih. Idealnya, lembaga ini berfungsi untuk mengedukasi masyarakat tentang pilihan politiknya.
“Tapi, ada survei yang digunakan untuk menggiring opini. Sebab, setiap hasil survei yang dikeluarkan lembaga survei berbeda-beda,” kata Arifin, Senin (4/12).
Arifin mengatakan, lembaga survei harusnya menjadi laboratorium politik. Menurut dia, hasil survei di lapangan harus benar-benar diterjemahkan untuk memberikan masukan yang objektif. Bukan bertujuan untuk menggiring pemilih terhadap pilihan tertentu.
Ditambahkannya, jika metodologi yang digunakan beberapa lembaga survei sama, pun waktu pengambilan survei, harusnya hasilnya tidak jauh berbeda.
Arifin menilai sah-sah saja jika lembaga survei bermitra dengan pihak ketiga. Asalkan, hasilnya tidak dipublikasikan. Yang terpenting, hasil surveinya tetap independen dan sesuai fakta di lapangan.
“Jangan sewenang-wenang mempublikasikan hasil survei, dengan mengunggulkan kandidat tertentu. Sebab hasil survei itu harus dipertanggung jawabkan secara moral dan harus ada sanksi bagi lembaga survei yang tidak benar. Jadi jangan memplubikasikan survei internal kepala daerah ke publik, untuk dijadikan opini penggiringan publik si A atau B menang,” katanya.
Senada dikemukakan Direktur LKPI Sumsel Ariyanto ST , mengungkapkan, jika survei merupakan kegiatan ilmiah yang dilakukan dan harus bisa dipertanggungjawabkan secara akademis.
“Berpijak dari dasar metode survei, tentunya hasil hasil survei yang ditampilkan harus mencerminkan kegiatan akademis yang pada akhirnya harus bisa dipertanggungjawabkan pada masyarakat,” katanya.
Ditambahkan, dirinya tak memungkiri saat ini berbagai lembaga survei muncul bak sepertj jamur menjelang Pilkada maupun setiap Pilpres. Namun dirinya menghimbau, sebelum membaca dan menerima hasil survei, sebaiknya masyarakat harus mengetahui track record lembaga survei tersebut.
“Misalnya siapa yang melakukan survei tersebut, apakah orang orang tersebut benar benar berkompeten dibidang survei. Apakah lembaga tersebut hanya melakukan survei ketika pilkada saja, dan apakah lembaga tersebut bernaung dalam duatu organisasi lembaga survei, yang mengontrol survei-survei yang telah dilakukan lembaga tersebut,” katanya.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Aksi Pungli Harimau Jalanan Diduga Dibekingi Polisi

Palembang, BP–Aksi pungli kelompok yang mengatasnamakan Harimau Jalanan disebut dibekingi oknum anggota polisi berpangkat Aipda berinisial E yang berdinas di ...