Home / Headline / Bibit Karet Harus Jadi Fokus

Bibit Karet Harus Jadi Fokus

BP/DUDY OSKANDAR
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Alex K Eddy

Palembang, BP
Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Alex K Eddy menekankan, ke pemerintah bukan hanya fokus pada peremajaan tapi juga ke hal yang lebih detail yakni bibit karet.
Pemerintah menurutnya, diharapkan memberikan bantuan bibit unggul yang setara dengan bibit yang dipakai Malaysia, Thailand dan Vietnam.
Seperti diketahui, rasio produksi getah per hektare di Indonesia sangat rendah jika dibandingkan Malaysia, Thailand dan Vietnam. Di Indonesia dalam satu hektare hanya memperoleh 1 ton getah, sedangkan di Vietnam dan Thailand sudah tembus 2 ton.
“Tentunya ketika harga jatuh seperti saat ini, yakni 1,4 dolar per kilogram membuat menjadi tidak masalah bagi Thailand dan Vietnam. Sementara bagi petani Indonesia menjadi sangat berat, karena hanya mendapatkan sekitar Rp700.000 per bulan,” katanya usai acara Rembuk Nasional tentang Pemanfaatan Karet Sebagai Salah Satu Bahan Baku Aspal yang diadakan di Hotel Aryaduta, Palembang, Senin (4/12).
Menurutnya, Pemerintah Jokowi-JK berencana meremajakan 1 juta hektare lahan karet tahun 2018 setelah pada tahun ini menyasar peremajaan lahan sawit.
Menurut Alex, pemerintah seharusnya jangan sebatas membenahi internal tapi seharusnya lebih cerdas dengan membenahi sektor eksternal.
Pemerintah Indonesia harus lebih aktif mengajak negara-negara eksportir karet untuk mengurangi pasokan di pasar internasional karena sudah tiga tahun terakhir harga tetap bertahan di kisaran rendah.
Hal itu merupakan satu-satunya jalan untuk jangka pendek karena saat ini pasokan di pasaran dunia benar-benar `banjir`.
“Harus ada yang mau menjadi leader, dan Indonesia bisa mengambil alih ini, yakni bagaimana caranya agar negara seperti Malaysia dan Thailand dan negara pemain baru untuk duduk bersama mengatasi masalah ini,” kata Alex.
Selain itu, dia meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi jika rencana peremajaan karet direalisasikan tahun 2018.
“Pada prinsipnya Gapkindo Sumsel amat mendukung rencana ini tapi pemerintah juga harus mengetahui bahwa selama lahan petani diremajakan, mereka harus bagaimana?” katanya.
Ia mengatakan, dalam peremajaan itu dibutuhkan setidaknya waktu empat tahun, sementara seperti pada umumnya petani hanya memiliki lahan tersebut.

Baca:  KPU Palembang Segera Lipat Surat Suara Pilgub Sumsel

“Rata-rata petani rakyat memiliki lahan 1-2 hektare saja. Artinya harus ada pengganti kegiatan agar mereka tetap bisa makan,” kata Alex.
Rembuk Nasional tentang Pemanfaatan Karet Sebagai Salah Satu Bahan Baku Aspal yang diadakan di Hotel Aryaduta, Palembang, Senin (4/12) juga di Deklarasikan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dengan stekholder terkait.#osk

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Aksi Pungli Harimau Jalanan Diduga Dibekingi Polisi

Palembang, BP–Aksi pungli kelompok yang mengatasnamakan Harimau Jalanan disebut dibekingi oknum anggota polisi berpangkat Aipda berinisial E yang berdinas di ...