Home / Headline / Mahasiswa Polsri Tewas Saat Diksar Mapala

Mahasiswa Polsri Tewas Saat Diksar Mapala

Jasad Haris Fuady, mahasiswa Polsri yang tewas saat mengikuti Diksar Mapala. BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Kegiatan pra lapangan pendidikan dan latihan dasar (diksar) angkatan XIX tahap I Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (Himpala) Bahtera Buana Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Palembang berakhir tragis, Sabtu (Sabtu (2/11) malam. Seorang peserta tewas diduga karena sakit.

Korban bernama Haris Fuady alias Fuad (19), tinggal di Jalan Jambu Sukorejo, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Palembang.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban bersama 26 peserta lain mengikuti diksar di Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Palembang, Sabtu (2/12) sekitar pukul 15.00.

Tiba-tiba korban mengalami kejang-kejang seperti orang kesurupan. Teman-teman korban bingung harus berbuat apa.

Panik karena tak satu pun yang bisa mengobati kesurupan, panitia pun mencari bantuan. Namun, lokasi diksar cukup jauh dengan pemukiman penduduk sehingga memerlukan waktu lama ke rumah warga.

Baca:  Siswi SD Tewas Terjepit Angkutan Material Tol Waskita

Setelah bertanya dengan warga terdekat, korban pun dibawa ke tempat Ustad Taufik, di Perum Griya Asri, Blok I, RT9, Kelurahan Pulokerto, Gandus sekitar pukul 20.00.

Namun setelah tiba, Ustad Taufik sedang tidak berada di rumah dan tak lama kemudian korban mengembuskan napas terakhir. Lalu kejadian ini dilaporkan ke Polsek Gandus.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Marully Pardede membenarkan kejadian tersebut. Usai menerima laporan, Unit Reskrim dan Tim Identifikasi Polresta Palembang bersama anggota Polsek Gandus mendatangi kediaman Ustad Taufik.

“Anggota sudah mendatangi lokasi kejadian dan kediaman Ustad Taufik untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Para saksi juga sudah dimintai keterangan. Kasusnya masih dalam proses penyelidikan,” tandasnya.

Dari kediaman Ustad Taufik, korban langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk dilakukan visum. Kemudian dibawa ke rumah duka sebelum disemayamkan di TPU Puncak Sekuning, Minggu (3/12).

Baca:  Tewas Ditusuk Adik Sepupu

Meninggalnya Fuad menyisakan luka mendalam bagi keluarga. Terutama ibu kandungnya, Nurhayati, yang tak berhenti menangis melihat tubuh anak ketiganya itu terbujur kaku terbungkus kain kafan yang ada di hadapannya.

Ayah kandung korban, Masrukhim tampak tak bisa menutupi kesedihannya. Sesekali ia menyeka air mata yang menetes di pipi.

Hendi Handoko, paman korban, berujar, tiga hari sebelum meninggal, remaja yang akrab disapa Fuad ini sempat merasa ‘dikunjungi’ oleh neneknya yang telah meninggal.

“Cerita dari keluarganya, sekitar dua atau tiga hari lalu saat duduk santai bersama keluarga. Tiba-tiba, korban mengatakan kenapa nenek tidak disuruh masuk, dibiarkan berdiri di depan pintu dan neneknya itu mengajaknya pergi,” katanya.

Baca:  Cekcok Soal Janji yang Belum Dipenuhi, Tewas Dihujani Tusukan

Sontak kejadian itu membuat kaget anggota keluarga. Sebab nenek Fuad sudah tiada. Handoko mengatakan pihak keluarga mendapatkan kabar Fuad meninggal dunia sekitar pukul 22.00, dan sudah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. “Kami (keluarga) menganggap ini sebuah musibah,” jelasnya.

Kendati demikian, ketika disinggung penyebab meninggalnya Fuad dikarenakan kesurupan, ia mengatakan korban tidak memiliki riwayat penyakit seperti itu. “Selama ini tidak pernah dia mengalami kesurupan atau hal-hal semacam itu. Riwayatnya pun tidak ada,” papar Handoko.

Ia menduga, keponakannya meninggal dikarenakan faktor kelelahan saat mengikuti kegiatan tersebut. “Ada temannya bilang kalau dipaksa terus berjalan. Istirahat sebentar, terus jalan lagi, istirahat sejenak dilanjutkan jalan lagi,” imbuhnya.

Masih dikatakan Handoko, pihak keluarga masih menunggu hasil visum dari pihak rumah sakit. “Kita belum tahu tindakan ke depannya. Kita pertanyakan kewenangan panitia untuk menghentikan korban mengikuti kegiatan karena kondisinya yang sakit,” tuturnya. # idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Jumputan Gambo Muba Mulai Mendunia

Perth, Australia, BP–Kain khas karya anak putra Banyuasin yakni Jumputan Gambo Muba terus gencar diperkenalkan ke dunia dan kini telah ...