Home / Pendidikan / Lagi, Diksar Mahasiswa Memakan Korban

Lagi, Diksar Mahasiswa Memakan Korban

IST

Palembang, BP– Musibah meninggalnya mahasiswa di Palembang akibat mengikuti Pendidikan Dasar (Diksar) kembali terjadi. Kali ini, menimpa Haris Faudy mahasiswa Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang mengikuti Diksar XIX tahap I Himpala Bahtera Buana.

Berdasarkan data yang dihimpun, almarhum meninggal lantaran kesurupan dan tak tertolong hingga meninggal dunia.

Direktur Polsri Dr Ing Ahmad Taqwa MT menyatakan bahwa pihaknya turut berbela sungkawa terhadap keluarga almarhum atas kejadian tersebut. Menurutnya, kegiatan tersebut memang telah diberi izin oleh pihak kampus dalam rangka peningkatan soft skill dalam hal ini adalah organisasi Himapala.

“Kita tidak ingin ini terjadi, tapi ini adalah musibah. Dan kegiatan juga langsung kita stop dan mahasiswa yang menyelenggarakan kegiatan juga sedang di BAP oleh kepolisian,”ujarnya, Minggu (3/12)

Disinggung apakah ada dugaan penganiayaan, menurutnya hal tersebut adalah kewenangan polisi yang menjelaskan. Namun, dari jasad almarhum menurutnya tidak ada tanda-tanda penganiayaan.

“Memang kita dengar, almarhum sedang sakit dan orang tua sebetulnya telah melarang ikut. Akan tetapi karena anaknya memaksa akhirnya surat izin itu ditandatangani,”pungkasnya.

Sementara itu dikatakan Presiden Mahasiswa Universitas Sriwijaya Rizal mengatakan bahwa pihak kepolisian agar memastikan apa penyebab kejadian tersebut. Hal ini dinilai perlu agar tidak terjadi tanda tanya publik.

“Memang takdir Allah yang mentukan namun, kita juga tetap membuat antisipasi agar hal-hal yang tidak di inginkan bisa di minimalisir atau di hilangkan. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Karena nyawa seseorang amat berharga bagi keluarga, almamater serta bangsa ini, karena pemuda adalah aset bangsa,”jelasnya.

Lanjut dia, sebagai organisator yang juga sering membuat agenda latihan dasar organisasi, hal yang paling terpenting dalam sebuah Latihan Dasar Organisasi (LDO) atau Pendidikan Dasar adalah Pemahaman dasar. Karena agenda LDO ini adalah pembuka dari rangkaian kegiatan organisasi.

Dan tujuan utamanya Pemahaman dasar Maka LDO hendaknya memperbanyak sesi materi dan diskusi.
Materi-materi tentang kepemimpinan, urgensi organisasi dan sebagainya, dan outdond lapangan hanya untuk mengasah kerjasama tim.

Sehingga porsinya lebih besar di Materi dan diskusi ketimbang agenda di lapangan. Bila hal tersebut kita lakukan insyaallah kejadian-kejadian yang tidak di inginkan bisa diminimalisir.

“Dan harapannya, rangkaian kegiatan yang akan di lakukan, telah dikonsultasikan dengan wakil rektor bidang kemahasiswaan agar bisa laksanakan dengan baik dan berjalan dengan lancar,”pungkasnya.

Untuk diketahui, bahwa berdasarkan keterangan yang beredar bahwa pada Sabtu (2/12)sekira jam 15.00 korban mengalami kesurupan di Kelurahan Pulokerto, kawasan Gandus, tempat yang dijadikan diksar Himapala Bahtera Buana Polsri.

Lantarab lokasi cukup jauh dari pemukiman masyarakat, teman-teman korban tersebut bingung untuk membawa temannya yang kesurupan tersebut dan mereka bertanya-tanya dengan masyarakat sekitar.

Selanjutnya sekira jam 20.00 wib korban dibawa oleh teman-temannya ke tempat ustadz Taufik yg beralamatkan di Perum Griya Asri blok I RT/9, Kelurahan Pulokerto Kecamatan Gandus, Palembang. Namun sampainya di kediaman ustad Taufik beliau tidak ada di rumah sementara korban sdh di letakan di kediaman ustadz Taufik dan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia selanjutnya pihak ustadz Taufik melaporkan kejadian Polsek setempat. #sug

x

Jangan Lewatkan

Keren!!! SMKN II Bidik Level Wordclass

Palembang, BP– Sebagai Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) yang menjadi rujukan nasional, SMK Negeri II Palembang terus berkomitmen dalam menyiapkan menuju ...