Home / Palembang / Uji Coba Pertama LRT Terancam Molor

Uji Coba Pertama LRT Terancam Molor //Uji Coba Pertama Stasion Depo - Polresta Palembang//

Paparan progress LRT saat kunjungan Komisi V DPR RI ke BBJN Wilayah V, Rabu (29/11).

Palembang, BP — Uji coba Light Rail Transit (LRT) tahap pertama yang diwacanakan akan dilakukan pada Februari 2018 terancam molor. Pasalnya, Waskita Karya sebagai pembangun investasi senilai Rp9,948 triliun ini belum mendapatkan informasi terkait rangkaian kereta yang akan digunakan.

Kepala Proyek Utama LRT Palembang Masudi mengatakan, dalam uji coba commisioning yang akan dilakukan awal tahun 2018 itu dibutuhkan dua rangkaian kereta. Uji coba kereta api ringan dalam kota ini akan dilakukan mulai dari Stasioun Depo Jakabaring hingga Polresta Palembang.

Baca:  Pembangunan LRT Perlu Ada Koordinasi

“Sampai sekarang belum ada informasi mengenai rangkaian kereta yang akan diujicoba Februari itu, bagaimana kita mau uji coba. Tidak ada pengaruhnya tapi tes commisioning bermasalah,” tegasnya usai Kunjungan Komisi V DPR RI di Kantor BBJN Wilayah V, Rabu (29/11).

Musidi enggan menanggapi jika tidak adanya koordinasi bersama pihak penyedia rangkaian kereta. Penyedia rangkaian kereta seauai dengan Perpres 16 bahwa penyedianya adalah KAI. Sementara semestinya setelah uji coba pertama di Februari, April kemudian harus dilakukan uji coba kedua.

Baca:  DPRD Sumsel Puji Progres Pembangunan LRT di Palembang

“Tanya saja sama KAI, pengadaan kereta ini sekup KAI,” ujarnya.

Progress pengerjaan LRT yang sudah sampai 73 persen dengan target penyelesaian pada Juni 2018. 13 stasiun dibangun mulai dari Bandara SMB II hingga Jakabaring. Penyelesaian stasiun ditargetkan sebelum sampai dengan pelaksanaan Asian Games. Namun, saat ini stasiun Depo di Jakabaring masih terkendala hingga progressnya saat ini molor dari yang lainnya.

Baca:  Fokus Pasang ‘Girder’ Penyangga Lintasan LRT

“Depo molor itu karena peralatan Depo sampai sekarang belum disetujui,” katanya.

Direktur Operasional Waskita Karya Ari Wibowo menambahkan, masih belum selesainya pengerjaan Stasiun Depo lantaran masih terkendala lahan. “Sedang tahap pembebasan lahan, sehingga peralatan untuk Depo itu tidak bisa masuk, tapi sedang tahap pembebasan, Februari atau Maret itu sudah selesai karena akan uji coba,” tukasnya.

Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri, belum dapat dihubungi. #pit

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Pedagang Batu Akik Minta ke Jalan Produksim

Palembang, BP — Lantaran halaman eks Bioskop Cineplek digunakan sebagai kantong parkir Sudirman, pedagang Batu Akik yang biasa berjualan di kawasan ...