Home / Headline / Berdalih Gaji Kecil, Dosen Jadi Mucikari

Berdalih Gaji Kecil, Dosen Jadi Mucikari

Tersangka Jamas Saari menjalani pemeriksaan oleh petugas di Mapolda Sumsel, Rabu (29/11).

Palembang, BP–Berdalih gaji tak cukup, seorang dosen di salah satu perguruan tinggi kesehatan di Palembang nekat menjadi mucikari. Dengan usaha baru ini pendapatannya puluhan kali lipat. Tapi ia tertangkap.

Selama tiga tahun, Jamas Saari alias Ari (31) menjual wanita ke pria hidung belang tahun dengan pendapatan jutaan rupiah setiap transaksi.

Ari diringkus anggota Subdit IV Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel saat membawa seorang wanita bayaran di salah satu hotel berbintang di Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Rabu (29/11).

Baca:  Mucikari 'Ayam Kampus' Ditangkap

Barang bukti yang diamankan berupa uang hasil transaksi sebesar Rp1,5 juta dan dua bungkus kondom. Kepada petugas, tersangka mengaku sudah menjalani bisnis esek-esek tersebut sejak 2014 dengan delapan wanita usia 20 tahunan sebagai anak buahnya.

Mayoritas pengguna layanan ini orang yang dikenalnya di tempat karaoke dan bertukar nomor WhatsApp. “Sebelumnya saya sempat jadi ‘papi’ di kafe. Habis itu coba-coba main cewek, saya tawarkan sama kenalan,” ungkap Ari di Mapolda Sumsel.

Baca:  Mucikari Kalangan Pejabat Ditangkap

Setiap wanita anak buahnya dipatok tarif Rp1,5 juta untuk sekali kencan. Harga itu belum termasuk biaya hotel karena ditanggung pemesan.

“Sekali kencan saya dapatnya tiga ratus ribu, bersih. Saya tugasnya menawarkan, jika ada yang deal saya bawa cewek itu ke hotel tempat pemesan menginap,” ujarnya.

Tersangka berdalih terpaksa menjalani bisnis menjual wanita muda melalui media sosial karena terbentur ekonomi. Pekerjaan sebagai honorer tak bisa mencukupi kebutuhan keluarga sehari-hari.

“Gaji kurang pak, lagian banyak juga yang minta dicarikan cewek buat diajak kencan. Sebulan banyak, anak buah saya terpakai semua,” kata dia.

Baca:  Mucikari 'Ayam Kampus' Ditangkap

Kasubdit IV Ditreskrimum Polda Sumsel, AKBP Suwandi mengatakan, tersangka ditangkap dalam penyamaran petugas yang sebelumnya mendapat informasi kerap terjadi transaksi seksual yang dilakukannya.

Tersangka dikenakan Pasal 12 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

“Kita lakukan penyamaran begitu mendapat nomor WA tersangka, dari sana kita ketahui bahwa informasi masyarakat benar adanya terkait perilaku tersangka,” ujarnya. # idz

 

 

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

20 Orang Lolos Test CAT Dan Psikologi

Palembang, BP Tim seleksi (Timsel) anggota Bawaslu provinsi Sumsel penambahan yang terdiri dari Ketua , Prof Dr Kasinyo Harto, , ...