Home / Headline / Polda Endus Ladang Ganja Lain

Polda Endus Ladang Ganja Lain Pemusnahan 355 Butir Ekstasi dan 86,34 Gram Sabu

Pemusnahan 335 butir ekstasi dan 86,34 gram sabu dengan tiga kurir yang ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (23/11).

Palembang, BP–Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel memusnahkan 335 butir ekstasi dan 86,34 gram sabu hasil ungkap dua perkara dengan tiga kurir yang ditetapkan sebagai tersangka, Kamis (23/11).
Barang bukti sabu disita dari tersangka Mardiansyah yang diringkus di Jalan Kol Ahmad Badarudin, Kelurahan 24 Ilir, Kecamatan Bukit Kecil , Palembang pada 1 Oktober 2017 lalu saat hendak mengedarkan sabu.
Sedangkan barang bukti ekstasi disita dari tersangka Taufik Hidayat dan Ahmad Yoza yang ditangkap di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang pada 4 Oktober lalu.
Wakil Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel AKBP Amazona Pelamonia mengatakan, pemusnahan barang bukti tersebut dilakukan untuk memenuhi amanat undang-undang tentang pemberantasan narkoba.
Menjelang akhir tahun, Amazona berujar, para pengedar serta bandar narkoba melakukan penyetokan berbagai jenis narkoba karena pada perayaan akhir tahun, permintaan terhadap narkoba pun meningkat.
“Akhir tahun suplai pun meningkat. Narkoba yang dikirim dari luar daerah dan luar negeri seperti Aceh dan Malaysia akan semakin banyak. Kami akan meningkatkan operasi pemberantasan pada akhir tahun ini,” ujarnya.
Terkait penemuan ladang ganja di Empat Lawang dan Lahat beberapa waktu lalu, mantan Kapolres Ogan Komering Ilir ini berujar, pihaknya pun mendapatkan informasi adanya ladang ganja di lokasi lain.
Namun pihaknya masih perlu mengembangkan penyelidikan lebih mendalam. “Perlu dipastikan dulu kebenaran informasi tesebut. Kalau benar ada, akan kita sikat,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, tiidak menutup kemungkinan melakukan pemantauan udara menggunakan helikopter atau drone. Namun perlu dipastikan terlebih dahulu di lapangan apakah benar di tempat tertentu ada ladang ganja atau tidak.
Wadir mengungkapkan, Indonesia termasuk Sumsel masih menjadi sasaran empuk peredaran narkoba dari luar negeri karena harga jualnya yang tinggi.
“Di sini satu ji pun bisa sampai Rp2 juta, makanya para bandar internasional masih menjadikan Indonesia sebagai pasar utama. Selama ada permintaan, pasokannya pun akan tetap ada,” ujarnya
Saat ini, pihaknya masih fokus ke seluruh jalur peredaran karena pintu masuk narkoba ke Sumsel tidak hanya satu jalur saja. Jalur darat, laut, maupun udara dari dan ke Sumsel masih sama-sama rawan akan peredaran narkoba.
“Jenis narkoba yang paling banyak masuk ke Sumsel itu sabu, disusul ineks, kemudian ganja. Untuk peredaran narkoba jenis baru belum terpantau masuk ke Sumsel,” tambahnya. #idz
Baca:  Sekdes Nyambi Bandar Narkoba
bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjual Anak Dituntut 3 Tahun Penjara

Palembang, BP–Fatima alias Yanti (47), terdakwa penjualan anak dituntut tiga tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (23/5). ...