Home / Headline / Pembunuh dan Pemerkosa Bocah Dituntut Hukuman Mati

Pembunuh dan Pemerkosa Bocah Dituntut Hukuman Mati

Terdakwa Ersan menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (22/11).

Palembang, BP–Terdakwa Ersan alias Ican (32) dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (22/11).

Menurut JPU Purnama Sofyan, terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan pemerkosaan terhadap bocah berusia 8 tahun secara sadis.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP tentang pembunuhan berencana sebagaimana dalam dakwaan ke satu.

Serta melakukan kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya sebagaimana dalam Pasal 81 ayat (1) Jo Pasal 76 D Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak.

Baca:  Tertangkap Basah, Pencuri Tewas Diamuk Massa

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis hakim yang diketuai Subur Susetyo menunda sidang dan mempersilakan terdakwa maupun penasihat hukumnya untuk menyiapkan materi pembelaan.

Selain terdakwa Ersan, dalam kasus ini JPU juga menuntut terdakwa Andreas Putra Pratama alias Unyil dengan hukuman 20 tahun penjara, karena melakukan pembiaran dan membantu terdakwa Ersan melakukan perbuatan melawan hukum.

Sepanjang persidangan, keluarga para korban yang selalu hadir terlihat tenang mendengarkan jaksa membacakan tuntutan. Terlebih saat tuntutan mati, keluarga terlihat puas dan berharap hakim juga berpendapat sama dengan jaksa.

Hanya saja, sebelum persidangan dimulai, salah satu keluarga korban yang sejak pagi menunggu, secara tiba-tiba melayangkan bogem mentah ke arah terdakwa Ersan.

Baca:  Berebut Penumpang, Sopir Bus Kota Dihabisi Rekan Seprofesi

Akibat kejadian tersebut, puluhan petugas keamanan gabungan dari tim pengawalan Kejari Palembang, Satpam PN Palembang dan polisi langsung menenangkan keluarga korban.

Berbeda dengan yang dilakukan seorang wanita yang disebut-sebut merupakan pacar terdakwa Andreas langsung menyatakan tidak menerima dan merasa tidak adil atas tuntutan tersebut.

Tak hanya itu, wanita ini langsung menemui majelis hakim sesaat sebelum meninggalkan ruang sidang. Selain itu, pacar terdakwa ini bersama kerabatnya juga tidak luput untuk mencela dan mencaci maki JPU.

Sementara itu, kuasa hukum kedua terdakwa dari Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Sejahtera Palembang, A Rizal dan Eka Sulastri tidak sependapat dengan jaksa dan menganggap tuntutan terhadap kliennya terlalu tinggi.

Baca:  Sadikin Dibunuh Karena Dendam

“Ada beberapa poin yang kita tidak sependapat, terutama untuk terdakwa Andreas. Nanti semua akan kita masukkan dalam nota pembelaan. Intinya kita minta terdakwa dibebaskan,” tegasnya.

Seperti diketahui perbuatan keji tersebut dilakukan kedua terdakwa di rumah keluarga para terdakwa di Jalan KI Merogan, Lorong Aman I, Kelurahan Kertapati, Kecamatan Kertapati Palembang, pada 19 Mei lalu.

Selain menghabisi nyawa korban, terdakwa Ersan juga memperkosa korban dan selanjutnya dengan dibantu Andreas, jasad korban dimasukkan ke dalam karung dan disembunyikan di bawah tempat tidur. # ris

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

KPU Sumsel dan KPU Empat Lawang Dapat Hukuman Teguran Tertulis

#Bawaslu RI Kabulkan Permohonan PKS Terkait Pelanggaran Administrasi Pemilu di Sumsel Palembang, BP Bawaslu RI mengabulkan keseluruhan tuntutan PKS terkait ...