Home / Headline / Ojek Online Bawa Massa, Geruduk Polsek Sukarame

Ojek Online Bawa Massa, Geruduk Polsek Sukarame Ribut Dengan Pekerja Flyover

BP/HAFIDZ TRIJATNIKA

Palembang, BP–Ratusan massa pengemudi ojek online menyerbu Polsek Sukarame Palembang, Rabu (22/11) pukul 11.00. Kedatangan mereka disebabkan oleh adanya bentrok yang terjadi antara pengemudi ojek online dengan pekerja proyek flyover Simpang Tanjung Api-api.

Informasi yang dihimpun, kejadian bermula saat pekerja PT Modern Widya Technical (MWT) sebagai kontraktor flyover Simpang TAA hendak memindahkan alat berat ekskavator dari galian P1 di Jalan Kol H Burlian ke galian P2 di Jalan Letnan Harun Sohar.

Karena lalu lintas padat, tiga orang pekerja K3 PT MWT mengawal perpindahan ekskavator dengan memberi sinyal dan bendera agar para pengendara berhenti saat ekskavator melintas di persimpangan.

Baca:  Pergub Transportasi Online Di Sumsel Sudah Ditandatangani

Namun sudah diberi peringatan agar berhenti, salah seorang pengemudi ojek online yang belum diketahui identitasnya menerobos jalur depan ekskavator. Aksi berbahaya tersebut membuat para pekerja K3 PT MWT kesal dan menegur pengemudi ojek online tersebut.

Tidak terima ditegur, pengemudi ojek online mengatakan kata-kata kotor. Akibatnya, para pekerja flyover pun  mengejar sang pengemudi.

Cekcok mulut berujung adu tinju pun terjadi antara salah satu pekerja bernama Deni (22) dengan pengemudi ojek online.

Tak lama, rombongan pengemudi ojek online lainnya yang berada di kawasan tersebut datang di lokasi kejadian terpancing keributan yang melipatkan ojek online.

Kondisi pun semakin memanas. Warga sempat berkerumun menyaksikan perkelahian. Namun karena lokasi kejadian yang dekat dengan Pospolantas Simpang Tanjung Api Api, perkelahian dilerai.

Baca:  Driver Taksi Online Demo Bandara SMB II Palembang, Akhirnya Disepakati Point Kesepakatan

Mus Mulyadi (42), Manager K3 PT MWT mengatakan, ada tiga orang pekerja yang mengawal perpindahan ekskavator tersebut. Pengemudi yang menerobos membuat kesal para pekerja sehingga terjadi cekcok.

“Tidak ada aksi pemukulan,” kilahnya.

Dirinya mewajarkan pekerja K3 yang marah karena aksi menerobos tersebut sangat berbahaya. Apabila terjadi kecelakaan, para pekerja tersebut yang bertanggung jawab.

“Kami ke Polsek bukan mau melapor tapi mau musyawarah. Kami inginnya mediasi saja karena ada salah paham, selesaikan baik-baik secara kekeluargaan. Kami pun meminta perlindungan dari kepolisian karena ngeri lihat massa ojek online banyak,” ujarnya.

Baca:  Media Online Pengaruhi Tingkat Keterpilihan

Kapolsek Sukarami Kompol Rivanda membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun saat ini belum ada pihak yang melapor terjadinya perkara pemukulan tersebut.

“Belum bisa dipastikan ada atau tidaknya pemukulan karena belum ada pihak pelapor. Sementara mediasi diambil alih oleh Polresta Palembang,” ujarnya.

Sementara salah satu kuasa hukum pengemudi ojek online berujar, pihaknya belum mau memberikan keterangan apapun sebelum mediasi.

“Kami akan mediasi terlebih dahulu di Polresta. Keterangan kami berikan usai mediasi tersebut,” ujarnya singkat.

Informasi yang beredar, kedua belah pihak damai setelah dimediasi di Polresta Palembang. Namun tidak ada pihak yang bersedia dikonfirmasi, baik dari pihak PT WMT, ojek online, maupun kepolisian. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Penjual Anak Dituntut 3 Tahun Penjara

Palembang, BP–Fatima alias Yanti (47), terdakwa penjualan anak dituntut tiga tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Negeri Palembang, Rabu (23/5). ...