Home / Headline / Indra Sembunyikan Shabu di BH

Indra Sembunyikan Shabu di BH #Sepekan, 1 Kurir dan 4 Penyalahguna Ditangkap

BP/HAFIDZ – Tersangka suami istri Indra dan Angga dihadirkan saat gelar perkara di Mapolsek IT I, Selasa (21/11).

Palembang, BP
Indra Dina (29) kelabakan saat anggota Polsek Ilir Timur I memeriksa dirinya dan suaminya Angga Dwi Hartanto (31) usai membeli narkoba jenis shabu di Jalan Ali Gathmir, Kelurahan 13 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Senin (20/11) sekitar pukul 01.00.

Karena panik, Indra menyembunyikan satu paket sabu seharga Rp300.000 di balik bra (BH) yang dikenakannya untuk mengelabui petugas. Namun saat digeledah polwan, warga Kecamatan Plaju, Palembang ini tidak dapat mengelak setelah sabu yang disembunyikan tersebut ditemukan.

Tersangka Angga yang merupakan suami Indra mengatakan, dirinya sudah mengonsumsi barang haram tersebut sejak tiga bulan lalu. Usai membeli, dirinya selalu mengajak istrinya tersebut untuk mengonsumsi shabu.

“Sebulan saya pakai kadang sekali kadang dua kali. Saya pakai supaya segar saat bawa mobil travel ke Kayuagung,” ujarnya saat gelar perkara, Selasa (21/11).

Baca:  Shabu Diselipkan di Dalam Gula Pasir

Dirinya mengaku pertama kali mengenal shabu dari kawannya berinisial A (DPO) tiga bulan lalu. Oleh karena itu Angga selalu membeli shabu di kawannya tersebut.

“Istri saya ajak pakai karena waktu saya pakai pertama kali di rumah, dia mau. Setelah itu kami jadi selalu pakai bareng,” akunya.

Selain penangkapan terhadap pasangan suami istri tersebut, dalam sepekan Polsek Ilir Timur I berhasil mengungkap dua kasus penyalahguna narkoba lainnya.

Yakni Heriyanto (29) warga Jalan Hoki, Kelurahan Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang yang kedapatan membawa 10 paket sabu seberat 1 gram di Jalan Mayor Ruslan, tepatnya di depan Penginapan Rambang, Kelurahan 20 Ilir D-I, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang pada Kamis (16/11) sekitar pukul 17.45.

Serta kakak beradik Joko Pardomoan dan (28) Candra Susanto (26) yang ditangkapnya usai membeli sabu di kawasan 14 Ilir, Jalan Ali Gathmir Lorong Pasar Kentut, Senin (14/11) sekitar pukul 01.00.

Baca:  7 Pengunjung Diskotek Bawa Narkoba

Tersangka Heriyanto berujar, dirinya diperintah oleh seseorang berinisial O (DPO) untuk mengambil sabu di kamar nomor 14, Penginapan Rambang untuk diedarkan kembali.

Namun baru saja keluar penginapan, tersangka diringkus oleh polisi karena sabu yang diletakkan di saku jaketnya tersebut ditemukan.

“Saya minta kunci kamar ke resepsionis sebagaimana diperintahkan oleh O lewat telepon. Biasanya juga seperti itu, sudah tiga kali saya disuruh antar sabu, diupah Rp200.00,” ujarnya.

Dirinya mengaku, dua aksinya mengantarkan sabu dilakukan pada tiga tahun lalu karena merasa hal tersebut bukan pekerjaan yang benar. Namun dirinya nekat kembali menjadi kurir sabu karena tertekan oleh kebutuhan hidup sehari-hari yang meningkat.

“Saya sehari-hari bekerja sebagai buruh. Sudah lama tidak jadi kurir lagi, sekalinya butuh uang, saya ditangkap,” jelas bapak dua orang anak ini.

Lain cerita dengan Joko serta Candra. Dua pedagang sayur di Pasar Induk Jakabaring ini membeli sabu untuk dikonsumsi sendiri.

Baca:  Terlibat Narkoba Anggota Kodam Dipecat

“Saya pakai supaya kerja lebih semangat. Soalnya saya kerja dari jam 12 malam sampai 12 siang. Kalau tidak nyabu selalu lesu dan ngantuk,” aku Candra.

Kapolsek Ilir Timur I Kompol Edi Rahmat Mulyana berujar, pihaknya meringkus lima tersangka dengan tiga perkara penyalahguna narkoba jenis sabu dalam waktu satu pekan.

Tersangka Angga dan Indra, serta Joko dan Candra, diketahui merupakan penyalahguna yang mengonsumsi sabu untuk diri mereka sendiri.

Sementara tersangka Heriyanto merupakan kurir yang hendak mengedarkan kembali sabu seharga Rp10 juta dari seorang bandar berinisial O.

“Pasutri ditangkap di dalam mobil usai membeli sabu. Sang istri berupaya mengelabui petugas dengan menyembunyikan sabu di dalam bra. Sementara saat suaminya digeledah, dirinya menyimpan Sajam pisau kecil di pinggangnya yang juga turut kami sita,” jelas Edi.

Lima tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1 UU narkotika nomor 35 tahun 2009 tentang penyalahgunaan narkotika dengan ancaman penjara minimal empat tahun. #idz

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...