Home / Headline / Polda Periksa Intensif Sekretaris Dinas PUBM Muratara

Polda Periksa Intensif Sekretaris Dinas PUBM Muratara Dalami Dugaan Tersangka Lain

FOTO OKEZONE

Palembang, BP–Diringkusnya Sekretaris PU BM Muratara Ardiansyah setelah menerima uang senilai Rp 64 juta terkait proyek pipa air bersih, masih didalami penyidik Polda Sumsel.

Direktur Reskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Rudi Setiawan berujar, hingga kini pihaknya masih terus mengembangkan penyidikan. Pihaknya memeriksa secara intensif Ardiansyah yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Karena, aparatur negara tidak boleh menerima atau meminta hadiah dalam bentuk apapun dan dari siapa pun,” ujarnya, Senin (20/11).

Disinggung mengenai adanya tersangka lain, pihaknya enggan membocorkan materi penyidikan. Namun hingga saat ini, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi terkait perkara tersebut.

Atas penangkapan tersebut, Polda Sumsel sempat dibanjiri papan bunga ucapan apresiasi dari berbagai elemen masyarakat Muratara ini yang meminta agar Polda Sumsel mengusut tuntas kasus ini hingga kasus dugaan korupsi lainnya di Kabupaten Muratara.

Penangkapan Sekretaris PU BM Muratara, mengindikasikan bila adanya dugaan korupsi yang terjadi di Pemkab Muratara. Berbagai ungkapan ditulis di papan bunga yang dikirim ke Mapolda Sumsel sebagai bentuk dukungan terhadap Polda Sumsel agar bisa mengungkap kasus lainnya.

Baca:  Inilah Kasus Pungli yang Terjaring Satgas Saber Pungli Sumsel

Rudi menuturkan, adanya kiriman papan bunga ke Polda Sumsel dari berbagai elemen masyarakat di Muratara sebagai bentuk dukungan terhadap Polda  Sumsel menjadi penyemangat penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel untuk melakukan penyidikan kasus ini sampai tuntas.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan yang diberikan masyarakat khususnya Muratara kepada kami untuk mengusut kasus ini sampai tuntas,” katanya, Jumat (17/11).

Sebelumnya diberitakan, Polda Sumsel melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Musirawas Utara, Ardiansyah (47), di Rumah Makan Pagi Sore Muratara, Selasa (14/11) pukul 18.15.

OTT tersebut dilakukan karena terjadi tindak pidana korupsi pada proyek pengadaan pipa PDAM yang diselenggarakan oleh instansi tempat Ardiansyah bekerja.

Baca:  Sumsel Peringkat 4 Nasional OTT Kasus Pungli

Pihaknya menyita barang bukti berupa uang sebanyak Rp50 juta pecahan 100.000, uang Rp14 juta pecahan 1.000 hingga 50.000, dua unit ponsel, CCTV, tas, serta satu unit mobil dinas Toyota Kijang Innova BG 1450 Q.

“Perlu dijelaskan, ini bukan suap tetapi PNS yang menerima hadiah atau grativikasi. Apapun alasannya, pejabat negara tidak boleh menerima hadiah dalam bentuk apa pun,” kata Rudi.

Pihaknya masih melakukan pengembangan pemeriksaan terhadap Ardiansyah, apakah tindak pidana yang dilakukan yang bersangkutan atas perintah atasan atau inisiatif sendiri serta apakah uang tersebut akan disetor kepada pihak lain atau tidak.

Ardiansyah terancam pasal 11 dan 12 huruf E Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 200 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Baca:  Sumsel Peringkat 4 Nasional OTT Kasus Pungli

Irwasda Polda Sumsel Kombes Pol AN Alamsyah menambahkan, Tim gabungan saber pungli Ditreskrimsus Polda Sumsel menangkap tersangka setelah sebelumnya mendapat informasi dari masyarakat akan adanya hal tesebut. Tim kemudian terlebih dahulu datang ke lokasi dan menunggu tersangka datang untuk menerima hadiah atau gratifikasi.

“Perlu diketahui tugas saber pungli dari perintah Presiden tidak ada pencabutan. Sekarang masih tetap berjalan tim saber pungli, jadi ini pelajaran bagi semuanya termasuk ASN jangan meminta hadiah. Harus lebih memberikan pelayanan yang maksimal untuk masyarakat tanpa ada meminta atau menekan dari masyarakat,” tegasnya.

Ketua Saber Pungli Sumsel ini menjelaskan, penangkapan ASN tindakan tersangka Ardiansyah menerima hadiah dari orang yang melakukan proyek tersebut merupakan tindakan yang melawan hukum.

Sehingga, tindakan penegakan hukum dapat dilakukan terhadap Ardiansyah karena ASN atau pejabat negara tidak boleh menerima hadiah dari pihak mana pun. #idz

x

Jangan Lewatkan

12 Teroris Berencana Serang Kantor Polisi di Sumsel

Palembang, BP–Sebanyak 12 terduga teroris yang ditangkap tim Densus 88 Antiteror pada Minggu (10/12) lalu masih menjalani pemeriksaan di Mako ...