Home / Headline / Darul Ditembak dari Celah Pintu

Darul Ditembak dari Celah Pintu #Rekonstruksi Perampokan Tauke Kopi Pagaralam

Palembang, BP
Subdit III/Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumsel menggelar rekonstruksi perkara perampokan disertai pembunuhan terhadap Darul Kutni (48) tauke kopi warga Desa Bandar, RT3/1, Kelurahan Kance Diwe, Kecamatan Dempo Selatan, Kota Pagaralam, Senin (20/11).

Tiga tersangka yakni Gusti Komang Sujana (41), Eko Riyadi (39), dan Misgianto alias Belawong (31) dihadirkan dalam reka ulang kasus sebanyak 23 adegan ini.

Adegan dimulai dengan tersangka Misgianto menelpon tersangka Eko untuk mengajak merampok di Pagaralam. Jumat 4 Agustus pukul 14.00, tersangka Eko yang merupakan warga Jalan Tebar Serai, Kelurahan Padang Kapok, Kecamatan Kota Manak, Kabupaten Mana, Provinsi Bengkulu berangkat menggunakan travel ke Pagaralam.

Setibanya di Pagaralam, tersangka Eko dijemput oleh tersangka Gunawi alias Wak Gun (DPO) dan Belawong menggunakan mobil untuk berkumpul di rumah tersangka Mirdan alias Wak Sikil. Di sana sudah menunggu tiga tersangka lainnya yakni Komang, Wak Lan (DPO), dan Wak Sapar (DPO). Tujuh tersangka kemudian merencanakan aksi sadisnya.

Di adegan ke empat, pada pukul 21.00, tersangka Sapar membagikan empat pucuk senjata api rakitan kepada Komang, Lan dan Belawong. Sementara tersangka Eko dan Sikil dibekali golok.

Sekitar pukul 23.00, para tersangka bersiap pergi merampok mengendarai tiga sepeda motor. Sementara tersangka Gunawi mengendarai mobil Suzuki APV.

Baca:  Kapolres Banyuasin: Pembunuhan Sopir Jangan Dikaitkan Dengan Aksi Sweeping

Di adegan ke enam, pukul 01.30, para pelaku memakai topeng dan kemudian mendatangi rumah korban. Para tersangka langsung mendobrak rumah korban menggunakan balok kayu sepanjang dua meter yang direka pada adegan 7a.

Setelah pintu rumah terbuka, tersangka Komang, Lan, Belawong, Sapar, dan Eko masuk ke dalam rumah. Sementara Gun dan Sikil berjaga di luar.

Tersangka Komang dan Langsung menuju lantai dua masuk ke kamar anak korban, Ahmad Brilian (16). Tersangka menodong Ahmad sambil menanyakan kamar korban. Kemudian tersangka mengikat Ahmad.

Pada adegan ke delapan, korban mendatangi kamar korban dan langsung mendobrak pintu kamar. Korban dan istrinya Lismawati (40), terbangun karena dobrakan tersebut. Korban pun berupaya menahan tersangka masuk, sehingga terjadi dorong-dorongan pintu antara korban dengan tersangka Sapar.

Tersangka Komang pun melepaskan dua kali tembakan ke arah korban dari celah pintu, sementara tersangka Lan menaiki kursi untuk menembak korban dari sela ventilasi kusen pintu.

Korban roboh dengan peluru yang bersarang di dua pahanya hingga bersimbah darah. Lismawati pun tak dapat berkutik saat ditodong dan diinjak tersangka Sapar, sementara Komang menggasak Rp500 juta dari bawah kasur korban.

Ditengah aksi tersebut, Lisnawati berteriak minta tolong dan memancing perhatian warga sekitar. Para pelaku pun kemudian melarikan diri namun warga sudah berkumpul di depan rumah korban.

Baca:  Saling Pandang, Tewas Ditikam

Merasa terdesak, para pelaku melepaskan tembakan ke udara agar warga yang hendak mendekat menjadi ciut ketakutan.

“Mundur kamu, kami ini rampok! Bukan polisi,” ujar tersangka Belawong dalam reka ulang adegan ke-11 kepada para warga.

Para tersangka pun melarikan diri ke rumah Sikil untuk membagikan hasil rampokan. Setiap orang mendapatkan bagian Rp40 juta kemudian langsung berpencar melarikan diri masing-masing.

Rekonstruksi yang digelar di Lapangan tembak Polda Sumsel ini pun dihadiri oleh kerabat dan keluarga korban. Umpatan demi umpatan dilontarkan kerabat korban karena geram kepada para tersangka.

Bahkan Lisnawati yang ikut serta dalam rekonstruksi, tak dapat menahan emosinya dan sempat memukul dan menendang ketiga tersangka.

“Matilah kau. Dasar iblis dajal!” Ujarnya seraya berurai air mata. Sementara anak sulung korban, Dinda (18), pun tak dapat menahan tangis melihat ibunya emosi terhadap para tersangka.

BP/HAFIDZ Istri korban Lismawati (40) meluapkan emosinya kepada para tersangka saat rekonstruksi kasus perampokan yang menewaskan suaminya, Darul Kutni (48), Senin (20/11).

Saat kejadian, diketahui Dinda tidak berada di rumah karena berkuliah di Politeknik Sriwijaya, Palembang.

Baca:  Teh Sumsel Memiliki Rasa Yang Khas Dan Di Ekspor

Usai Lisna menendang tersangka, Lisna pun ditenangkan oleh Kanit IV Subdit III/Jatanras Kompol Zainuri yang memimpin jalannya rekonstruksi.

Lisna pun didekap oleh Dinda dan kerabatnya agar menenangkan diri. “Kita ini beragama, biarlah di akhirat nanti perbuatan mereka dibalas. Jadilah Mak, biarlah polisi saja yang menghukumnya,” ujar Dinda kepada ibunya.

Usai rekonstruksi, kakak korban Sahabudin (53) berbincang dengan tersangka Komang. “Dosa adik aku, seluruhnya kamu yang tanggung. Tuhan yang jadi saksi,” ujarnya.

“Iya saya minta maaf sedalam-dalamnya,” timpal Komang yang duduk di kursi roda.

Kasubdit III/Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel AKBP Erlin Tangjaya berujar, dari rekonstruksi tersebut, terungkap bahwa benar para pelaku merencanakan aksinya secara matang sebelum melakukan aksinya.

“Mereka rampok spesialis dobrak pintu yang telah beraksi 21 kali di empat provinsi. Mereka sudah mengakui perbuatan mereka di seluruh TKP, termasuk yang di Lampung, Jambi, dan Bengkulu,” ujarnya.

Pihaknya melakukan rekonstruksi untuk melengkapi berkas yang akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk segera memulai pengadilan bagi para trrsangka.

“Kami masih punya PR. Untuk aksi yang di Pagaralam empat orang masih buron. Sementara untuk seluruh anggota komplotannya yang lain 14 orang yang buron. Masih kami kejar,” jelasnya.

Pihaknya menjerat para tersangka dengan pasal 338 Jo 340 tentang pembunuhan berencana serta dilapis dengan pasal 364 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dan terancam hukuman mati. #idz

bebas bayar, pembayaran mudah dan cepat, transaksi online, pembayaran tagihan dan tiket, transfer dana online
x

Jangan Lewatkan

Sedulur Jokowi Sumsel In-Action

/// Spanduk dukungan Presiden Jokowi di Sepanjang Jalan Bandara Menuju JSC /// Palembang, BP Pasca ditetapkannya H Joko Widodo-Prof KH ...