Home / Pendidikan / HMJ Farmasi Poltekes Gelar Seminar Model Pelayanan Kefarmasian di Era JKN

HMJ Farmasi Poltekes Gelar Seminar Model Pelayanan Kefarmasian di Era JKN

SEMINAR: Seminar kesehatan pharmance 2017 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Farmasi Poltekes Kemenkes di Hotel Horison, Sabtu (18/11).

Palembang, BP– Di era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) akses kepada pelayanan kesehatan menjadi lebih mudah terjangkau. Masyarakat yang memiliki kemampuan finansial tidak perlu membayar mahal untuk pelayanan kesehatan yang hampir paripurna. Bahkan, masyarakat tidak mampubpun dapat menikmati pelayanan kesehatan.
Melalui hal tersebut dirasa perlu bagaimana mencari model pelayanan kefarnasian yang berorientasi ‘patient safety’ pada penyakit kronis di era JKN.
Berangkat dari hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang menggelar seminar kesehatan pharmacase 2017 bagi para mahasiswa dan tenaga kesehatan di Ballroom Hotel Horison Ultima, Sabtu (18/11)
Menurut Ketua Pelaksana M Hady Pratama bahwa seminar yang diikuti lebih dari 1000 peserta ini bertujuan bagaimana meningkatkan pengetahuan mahasiswa maupun tenaga kesehatan tentang pelayanan kefarmasian yang aman bagi pasien penderita penyakit kronis.
“Khususnya di era JKN saat ini termasuk obat-obat apa saja yang ditanggung JKN dan batasannya,”terang Hady disela-sela acara kemarin.
Lanjut dia, seminar yang menghadirkan dua narasumber berkompeten yakni Dra Nurminda Silalahi MSi Apt dari RSCU Medan dan Dr Ade Purna AAK dari BPJS Kota Palembang diikuti dari berbagai mahasiswa dan tenaga kesehatan nasional.
“Bahkan ada dari Cirebon, Jakarta, Tasik Malaya, Manokwari dan lain sebagainya,”jelasnya.
Senada dengan itu dikatakan Numinda bahwa pengelolaan sediaan farmasi dan farmasi klinik seharusnya dipahami oleh para mahasiswa kesehatan sejak dini, utamanya bagi tenaga kesehatan terkait.
“Mulai dari seleksi dan pengadaan obat, contoh kriteria pemilihan obat untuk masuk formukarium hingga bagaimana penyimpanan obat itu sendiri,”jelasnya.
Sementara Ade Purna sendiri menyoroti soal bagaimana penerapan formulaturium dalam pelaksanaan JKN. Menurutnya, pemerintah telah mencanangkan peta jalan menuju JKN hingga 2019.
Menurutnya, program JKN bukan hanya pengeluaran melainkan sebuah investasi. Dalam jangka pendek, program JKN dapat meningkatkan output dan tenaga kerja dari sektor lainnya.
“Sedangkan jangka panjang program JKN dapat meningkatkan modal manusia melalui peningkatan angka harapan hidup,”pungkasnya. #sug
x

Jangan Lewatkan

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan di KI Meriah

Palembang, BP–Women’s Crisis Centre (WCC) Palembang menggelar kampanye 16 hari Anti kekerasan Terhadap perempuan tahun 2017, di Kambang Iwak, Palembang, ...